
Malam harinya setelah tadi sore sempat olahraga panas. Kini usai makan malam, Sherly dan Al mulai kembali membongkar isi bingkisan dari Clara , Yang tadi siang Sherly biarkan tetap di dalam gudang mainan Fatih. karena begitu banyaknya kado dari semua orang. Sampai sampai Al dan Sherly harus memakai satu ruangan khusus untuk meletakkan semua barang barang itu.
" Kau tahu sayang. Benda ini ori semua loh". Seru Sherly sembari menatap satu persatu barang barang pemberian Clara sang mantan kekasih suaminya itu.
Sherly paham jika Clara dan Al pasti tidak akan bisa saling bermusuhan. Karena, hubungan persahabatan kedua orang tua mereka. Yang masih sangat terjalin erat satu sama lainnya. Lagian, Sherly juga tidak akan cemburu akan Clara. Sebab, Sherly sudah mencari tahu informasi tentang gadis itu.
Dimana Sherly lega karena gadis itu saat ini tengah menjalin hubungan secara diam diam dengan seorang pria . Sebagai publik figur tentunya harus ektra hati hati akan paparazi. Apalagi pria itu juga bukan pria dari kalangan setara dengannya.
" Benarkah? ". Jawab Al santai. Ia juga tidak begitu perduli mau ori ataupun tidak. Yang penting baginya si pemberi ikhlas saja itu sudah membuat Al senang.
" Sepertinya Abi tidak tertarik? ".Sherly mendekati suaminya yang saat ini hanya duduk di kursi yang ada di samping meja kecil dalam ruangan itu.
Al malah menarik tubuh istrinya . Membuat Sherly jatuh tepat di pangkuannya. " Aku jauh lebih tertarik dengan tubuhmu sayang". Goda Al dengan tatapan mesumnya.
" Kita baru selesai dua jam yang lalu Bi. Jangan maruk! ".Sherly mendelik pada suami nya itu. membuat Al malah terkekeh dan langsung menyambar bibir istrinya.
__ADS_1
" Astaghfirullahalazim". Seorang Art yang ingin memanggil Sherly malah terkejut saat melihat aksi tuan dan Nyonya itu. ".Maaf tuan, Nyonya. Saya tidak bermaksud untuk menganggu. Tapi, itu tuan muda menangis gak mau berhenti".
Sherly pun langsung bangkit dari pangkuan suaminya. Dan merapikan kembali cadarnya yang sempat Al singkap tadi saat menyambar bibir nya.
Sherly pun langsung melangkah keluar di ikuti oleh Al. Lalu sebelum ia benar benar keluar Al sempat menatap Art nya. " Lain kali ketuk pintu dulu!! ".
" Baik tuan, maaf! ".Art itu masih saja menundukkan kepalanya. Ia benar benar tidak sengaja. Dan tak tau apa yang di lakukan majikan nya itu. Karena pintu ruangan itu juga tidak di tutup makanya ia nyelonong saja untuk masuk.
" Tolong bawa box bayi itu dan stroller nya ke luar!!. Letakkan saja ke ruang keluarga!. Minta bantu sama yang lainnya! ".Perintah Al pada art nya.
Al langsung melangkah menuju ruang tamu dimana Fatih dan babysitter masih disana. Namun, saat masuk baby Fatih sudah kembali anteng lagi dalam gendongan Uminya. Rupanya bayi itu menangis karena haus. Dan tidak mau minum susu dari botol dotnya. Maunya dari sumber nya langsung.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Kediaman Mark...
__ADS_1
Zello yang baru saja selesai ujian. Saat ini tengah duduk di salah satu kursi yang ada di gazebo belakang mension nya. Saat Zein dan juga Andes masih ujian di sekolahnya. Ia malah sudah menyelesaikan semua soal ujiannya dengan hanya hitungan detik saja.
Homeschooling bagi Zello lebih nyaman. Daripada harus berinteraksi dengan banyak orang di tempat umum. Belum juga sempat Zello membuka layar laptopnya. Suara cempreng Mommy nya sudah memanggil manggil namanya.
" Zello sayang, come here son!! ".Teriak Naura melambai kan tangannya pada sang putra.
" Oh astaga Mommy. Kenapa tidak bisa sedikit saja melihat Aku santai". Guman Zello namun ia juga masih tetap bangkit dari tempat duduk nya.
Zello melangkah menghampiri sang Mommy. Yang saat ini tengah menggendong adik bungsunya itu. Dimana baby cici sedang memakan buah naga menggunakan fruit feeder nya.
" Tolong gendong adikmu sebentar sayang!!. Mommy udah kebelet nih". Seru Naura yang langsung memberikan baby Cici pada abangnya.
Zello meletakkan laptopnya di meja teras belakang. Lalu mulai mengambil alih baby Cici dari sang Mommy. Zello sudah paham karena adik bungsunya itu sangat manja sekali. Dia pun tidak mau di gendong oleh babysitter nya. Apalagi orang yang tidak ia kenal sama sekali.
Cici hanya mau dengan Abang abang nya. Dan juga sang Daddy. " Kau ini selalu saja merepotkan ". Guman Zello setelah Mommy nya pergi. Baby Cici malah hanya nyengir saja dengan mulut yang sudah belepotan akan buah yang ia makan.
__ADS_1