Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Perihal Sempol


__ADS_3

Satu Minggu sudah berlalu kini Naura juga sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Begitu pula dengan baby Cici. Yang saat ini kondisinya sudah stabil dan banyak peningkatan jauh lebih baik dari sebelumnya.


Ia juga sudah normal meskipun harus tetap di awasi dana terus di kontrol perkembangan nya. Bahkan Mark sengaja mendatangkan dokter serta perawat khusus dari anggotanya sendiri. Yang tidak usah diragukan lagi sepak terjangnya dalam ilmu medis. Begitupula dengan Samuel yang selalu siap siaga di Mension kingnya.


"Sayang, aku tinggal sebentar ya".Izin Mark sebelum ia keluar karena ada urusan penting yang harus ia kerjakan di luar bersama sang asisten nya.


" Mau kemana vian??? ".Tanya Naura yang baru saja mengganti pakaian nya. Karena ia juga baru selesai mandi sore.


"Aku ada urusan sebentar sayang. Tidak akan lama. Sebelum makan malam aku sudah ada dirumah".Mark menjelaskan pada istrinya yang sepertinya menyimpan kecurigaan padanya. Mark tahu itu tapi Mark hanya diam seolah ia tidak mengerti akan pertanyaan istrinya.


" Janji!!! ".


" Sayang, sejak kapan aku berbohong ".Mark menangkup kedua pipi chubby istrinya dan mengecup bibirnya sedikit lama.


" Tapi kata Zel...

__ADS_1


"Sayang, Zello itu hanya salah menduga. Mana mungkin aku berani selingkuh ataupun menjalin hubungan dengan wanita lain di luar sana. Jika istri ku saja sudah sangat sempurna seperti ini".


Mark hanya bisa mengupat kesal akan ulah sang putranya satu itu. Zello selalu saja membuatnya kelimpungan dan juga sering terkena imbas kemarahan istrinya. Karena Zello selalu saja bisa membuat Mommy nya naik darah dan menjadi kompor agar dirinya kena amukan Mommy nya.


Entah apalah misi Zello sepertinya ia sangat dendam sekali dengan Daddy nya. Hingga kadang Mark hanya bisa menahan amarahnya saja. Jika bukan putranya sendiri mungkin ia sudah melupakannya sejak lama.


"Iya aku percaya sayang. Tapi pulangnya jangan terlambat!. Dan tolong belikan aku sempol!!! ".


Mark menautkan kedua alisnya bingung. "Sempol??? ".Ulang Mark membuat Naura mengulum senyumnya. Jangan kan untuk makan nya namanya saja Mark sudah pusing sendiri. Karena bule satu ini mana pernah makan makanan seperti itu.


" Hahaha... Aku lupa kalau suamiku ini bukan orang lokal".Naura terkekeh geli akan raut wajah suaminya saat ini penuh dengan kebingungan.


"Minta saja yang bisa aku wujudkan sayang!!!. Jangan yang aneh aneh seperti itu! ".


Mark mulai melayangkan protesnya. Karena ia bagaikan orang yang bodoh tak paham apa apa saat istrinya bilang kata sempol.

__ADS_1


" Yasudah nanti tanya saja pada asisten mu itu sayang!!!. Mungkin dia tahu tempat orang jualan sempol. Karena aku ingin sekali memakan nya ".Rengek Naura yang tiba tiba saja ingin cemilan itu.


Sudah lama sekali ia tidak memakan sempol. Sejak ia tamat SMA. Dan pindah ke luar Negeri ikut dengan suaminya. Bahkan sekarang ia lebih sering makan makanan westerns daripada nusantara.


Karena suaminya juga adalah orang bule yang suka pilih pilih makanan. Apalagi Naura juga tidak bisa masak sampai sekarang. Bisanya cuma dadar telur itupun kadang gosong.


"Kenapa tidak minta bantuan koki saja sayang??? ".Saran Mark karena ia tidak mau bingung saat mencari pesanan istrinya itu.


" Jadi, kamu tidak mau membelikannya untukku??? ".Naura mulai memasang wajah sendunya.


" Ah, baiklah sayang. Aku akan cari itu sempol demi kamu". Akhirnya Mark pun hanya bisa mengalah. Karena kalau menolak pun percuma. Bisa bisa ia malah tidur di luar kamar.


Mark pun menuju box baby Cici untuk ikutan pamit dengan putrinya yang saat ini sedang tidur dengan pulasnya.Lalu ikut mengecup kening dan bibir istrinya. Setelah itu ia melangkah keluar kamar di ikuti oleh Naura.


TBC

__ADS_1


__ADS_2