
Kembali lagi pada keluarga Mark.Dimana saat ini di Amerika jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Naura juga bahkan tampak panik. Saat tubuh Zein tiba tiba kejang kejang. Andes bertugas menjaga Baby Cici. Karena tak mungkin Naura membawa Cici masuk kedalam ruangan perawatan Zein.
Naura saja sampai harus memakai pakaian tertutup , Karena efek virus dari tubuh Zein itu ternyata tampak sangat berbahaya juga bagi lingkungan sekitar nya . Apalagi mereka bisa mengendalikan dari jauh.
Samuel dan team medis pun segera bertindak sebelum Mark datang dan mengamuk tidak karuan lagi. Beruntung Mark saat ini tengah ikut penelitian dengan Zello di ruangan khusus. Karena putranya satu itu sekarang sedang berusaha mengumpulkan berbagai macam jenis tumbuhan dan juga bahan pengobatan. Yang ia cari sendiri menggunakan laptopnya.
Sepertinya Zello bukan hanya cerdas dalam hal IT. Akan tetapi, anak itu benar benar cerdas dan jenius dalam segi apapun. Seperti halnya saat ini, Zello sudah seperti seorang ilmuwan yang sudah banyak pengalaman nya. Ia bahkan, tidak perlu bertanya kembali untuk mengetahui mana bahan bahan kimia yang mesti di campur dan mana yang jangan.
Sungguh otak Zello tak bisa di tebak. Mark saja sampai sangat kagum akan keahlian sang putranya satu ini. Dan itupun di benarkan oleh Jacob yang memang ada di dalam laboratorium paviliun belakang mension mewah milik Mark.
" Daddy, bisa ambikan aku air!! ".
__ADS_1
Rasanya Jacob ingin tertawa saat ini juga. Karena selain Naura istrinya sendiri. Sekarang adalagi yang bisa memerintah Kingnya itu. Yaitu Zello sang putra yang dengan sejuta keahliannya.
Mark pun hanya menurut saja. Bahkan ada dokter khusus dan Profesor yang memang ahli dalam hal obat obatan. Saat ini malah hanya jadi penonton tuan mudanya itu. Mereka bahkan tak sanggup untuk protes. Karena apapun yang di lakukan oleh Zello sudah sangat tepat kadar ukuran nya. Dan semua itu juga di luar nalar mereka.
Bagaimana tidak, aksi Zello saat ini tampak sempurna. Sebagai seorang anak seusia Zello. Sangat tidak mungkin dan sangat mustahil bisa paham ilmu medis dan juga IT. Bahkan tahtik perang dalam menyusun strategi. Namun, hal itu sepertinya hanya berlaku untuk Zello. Anak sebelas tahun sudah otaknya sudah standar dengan para profesor yang sudah tamak makan ilmu dan pelajaran dalam bidangnya.
" Ini". Mark menyerahkan segelas air pada sang putra. Dimana Zello masih saja fokus pada bahan bahan herbal dan juga entah apanya. Yang saat ini sudah ia jadikan ramuan khusus.
Namun dari arah luar Reza tampak tergesa gesa dan langsung masuk kedalam ruangan laboratorium. Membuat Mark dan Jacob langsung menoleh.
" King... Tuan muda Zein... ". Seru Reza dengan nada bicara terbata bata.
__ADS_1
Mark pun mulai melangkah mendekati Reza dengan tatapan yang sulit di artikan". Katakan dengan benar!! ". Perintahnya dengan masih menatap datar kearah Reza.
" Tuan muda Zein, mengalami pendarahan, dan lukanya malah semakin melebar king". Ucapan Reza membuat Mark pun langsung beranjak pergi. Meninggal kan laboratorium dan membuang jas laboratorium begitu saja.
Zello sempat menoleh dan sebenarnya ia juga khawatir akan kondisi Zein saat ini. Namun, tujuannya ada di dalam laboratorium hanya untuk menyelamatkan adiknya. Dan sekaligus saudara kembarnya itu. Jadi, Zello tidak akan goyah meskipun di luar sana akan ada perang sekalipun.
Dan benar saja beberapa saat kemudian senyum Zello mengembang sempurna. Saat penelitian nya sudah selesai. " Berikan obatnya pada Samuel!!. Saatnya kita bermain Uncle! ". Seru Zello dengan seringai liciknya. Jacob yang masih setia berada di sisi tuan mudanya pun ikut mengulum senyumnya.
Bahkan tikus kecil yang jadi bahan percobaan Zello tadi. Dimana tikus itu tampak sekarat saat ini sudah sehat kembali hanya dengan hitungan detik.
TBC
__ADS_1