Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Sangat Murka


__ADS_3

Sedangkan di tempat yang berbeda saat ini. Tepatnya di dalam hutan ketiga anak laki laki itu masih tampak mengawasi keadaan sekitarnya. Mereka tersesat sampai ke tengah hutan. Saat melihat seekor rusa yang ingin masuk lewat pagar belakang mension nya.


Dan semua itu terjadi gara gara Zein. Jika, saja Zein tidak keluar dari mension saat sore hari. Dan ketika para pengawal sedang pergantian jam jaga.


" Apa yang harus kita lakukan? ". Tanya Zein yang mulai lelah karena sejak tadi, mereka hanya berkeliling di tempat yang sama saja.


Mension Mark memang berada jauh dari pusat kota. Bahkan sekeliling nya masih hutan alami yang memang di buat khusu oleh Mark. Namun, saat ini ketiga putranya bukan berada di dalam hutan buatan Daddy nya. Melainkan hutan yang memang asli.


Karena mereka tadi sudah melewati perbatasan kekuasan sang Daddy nya. " Aku lelah ". Zein kembali mengeluh. Dan ia malah duduk di akar pohon besar yang ada di samping nya.


" Kau itu memang payah Zein. Lihatlah!. Semua ini karena kebodohan mu itu juga kan? ".Zello menyalahkan saudara kembarnya itu.


" Kenapa kau malah ikutan mengejar hewan itu Zello?. Kalau ini kesalahan ku sendiri, seharusnya kau tidak ikut bersama ku masuk kedalam hutan ". Zein tidak mau di salahkan sendiri. Karena nyatanya Zello juga mengikuti nya.


" Sudah... sudah!!. Kenapa kalian malah bertengkar dalam situasi begini?. Lebih baik kita cari jalan keluar secepatnya!. Sebelum hari semakin larut. Aku yakin di hutan ini masih banyak hewan buas". Andes mulai menasehati si kembar.


" Dam it". Upat Zello, saat matanya langsung melihat adanya seekor srigala tepat di depan mereka. Dan hanya berjarak sekitar sepuluh langkah dengan ketiga anak itu.


" Apa itu bisa di katakan hewan buas juga Ndes? ". Tanya Zein mulai panik dan bangkit dari duduknya.


" Sepertinya begitu Zein". Jawab Andes sekenanya. Dan mereka pun mulai bersiap siap untuk lari secepat nya dari hadapan hewan itu. Namun, nyatanya terlambat sudah. Mereka sudah di kepung oleh komplotan srigala rupanya.

__ADS_1


Lolongan suara para hewan buas itu semakin membuat Zein ketar ketir. Namun, tidak untuk Zello dan Andes. Keduanya sudah pasang kuda kuda. " Zein, apa kau siapa untuk menggunakan ke ahlianmu disini? ". Tanya Zello melirik adiknya yang merupakan saudara kembarnya juga.


" Zello, aku tidak tahu. Sepertinya saat latihan dan kenyataan itu sangat jauh berbeda. Rasanya aku malah ingin buang hajat saja saat ini". Jawab Zein malah guyon.


" Shittt... Mereka semakin banyak". Seru Andes yyang melirik ke arah kanan dan kirinya. Sedangkan Zello dari arah depan. Zein dari arah belakang.


Ketiga anak itu membentuk lingkaran seolah sudah siap untuk menyerang balik saat para hewan buas itu mulai menerkam mereka.


" Awas... ". Zein hampir saja lengah saat satu Srigala kecil mulai melompat kearahnya.


Bug...


Bug...


Bug...


Begitu pula dengan Andes yang mulai ikut membinasakan srigala yang lainnya dengan kekuatan tenaganya. Zein tak kalah dengan kedua saudaranya. Hingga terjadi lah perkelahian antara komplotan srigala dengan ketiga bocah itu.


Zein begitu kagum akan aksi Zello dan Andes. Kedua anak itu memang tak bisa di ragukan lagi kehebatan nya. Hanya mengandalkan dahan dan ranting kayu saja. Yang memang Zello patahkan sedikit lancip. Sehingga mudah untuk menembus perut srigal dan bahkan sampai mata srigala itu tidak bisa melihat lagi. Sadis dan kejam memang apa yang di lakukan Zello.


Namun semua itu hanya untuk melindungi diri mereka saja. Saking kagumnya Zein sampai lengah dan ia langsung tersungkur saat tiba tiba ada srigala susulan yang langsung menyerang Zein dari arah samping.

__ADS_1


" Awww...


" Zein.... ". Teriak Zello dan Andes yang langsung murka saat itu juga.


"Berengsek kau ". Maki Zello dengan amarah yang membuncah.


Zello menarik paksa srigala kecil itu dari tubuh adiknya. Dan dengan tanpa ampun lagi Zello memukulkan hewan itu pada pohon besar yang ada di samping kanannya. Tak hanya satu atau dua kali. Bahkan, Zello tak perduli lengannya yang ikut luka akibat cakaran kuku srigala itu. Hingga hewan itu binasa di tangannya dengan kondisi tubuhnya yang sudah hancur sehancur nya.


" Ouw Shiitt... " . Pekik Zein saat ia akan bangkit, Namun leher sebelah kirinya ternyata luka akibat kuku srigala itu tadi.


Andes pun langsung merobek baju kaosnya dan membalut luka di leher Zein. Yang banyak mengeluarkan darah segar. " Bertahanlah Zein!. Kita pasti bisa keluar dari hutan ini". Ucap Andes sangat khawatir akan keadaan Zein.


Sedangkan Zello saat ini masih berusaha melawan srigala yang lainnya. Zein manatap sauadara kembarnya itu dengan pandangan yang mulai kabur. Karena lukanya tak hanya di leher melainkan di perut nya juga.


" Larilah!!. Selamat kan diri kalian!. Jangan hiraukan aku! ". Ucap Zein lirih dengan suara terbata batanya.


Andes pun menggelengkan kepalanya cepat. Mana mungkin mereka meninggalkan Zein dalam keadaan begini. Apalagi Zello yang sudah sangat murka. Padahal dirinya juga tak kalah menahan perih hampir di semua tangan nya.


Dor... Dor... dor...


Suara tembakan mulai membunuh satu persatu kawanan srigala yang semakin banyak itu. " Daddy... ". Senyum Zein terbit kala ia samar samar melihat Daddy nya yang melangkah mendekati mereka. Meskipun suasana tampak gelap dan hanya ada sinar rembulan saja. Zein sangat tahu dan mengenali bau tubuh Daddy nya.

__ADS_1


__ADS_2