Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Makan Siang Bersama Istri


__ADS_3

Al pun sedikit melangkah lebar saat melihat kakaknya sudah mulai hilang di balik pintu. Ia mana mau kehilangan saham nya yang 20 persen itu. Kalau sampai benar apa yang dikatakan Jery. Maka bisa bisa ia tidak akan bisa beli jam mahal lagi.


Karena tidak akan sulit bagi Jery membeli saham nya. Kalau memang Jery menghendaki hal itu. Tapi, Al yakin Jery bukanlah orang yang serakah. Al tahu betul bagaimana karakter kakaknya itu. Meskipun mereka terlahir dari rahim yang berbeda. Setidaknya mereka ada hubungan darah yang sama yaitu dari papanya.


Sebenarnya Al juga memiliki saham di perusahaan Grandpa nya di luar Negeri sana. Tak hanya Al, karena kedua orang tua Lea juga tetap membagi rata asset untuk cucu cucunya.


Meskipun mereka tahu jika Jery dan Jeny bukan lah anak kandung putrinya. Bahkan Naufal juga kebagian walaupun Kinan bukan anak kandung mereka juga.


Kedatangan Al Keperusahaan sedikit membuat gaduh dan riuh semua karyawan Wanita. Karena Al adalah sosok yang humble. Dan entah kenapa hari ini ia malah terlihat seperti masih kuliah dulu. Yang genit dan juga senang menggoda para wanita. Hal itu membuat sang kakak hanya bisa menatap adiknya dengan tatapan tajamnya.


Hampir satu jam mereka berada di dalam ruangan rapat. Al bisa bernafas lega saat jam menunjukkan pukul dua belas siang. Dan mereka juga sudah selesai meeting.


Al langsung bangkit dari tempat duduknya tanpa ingin banyak kata lagi. Tapi , langkahnya terhenti dengan bariton suara Papanya.


"Mau kemana kamu Al??? ". Rayen menatap putranya yang saat ini ikut menatap kearahnya.

__ADS_1


" Sudah waktunya makan siang pa, Aku ingin makan siang bersama istriku ". Jawab Al jujur.


" Kau juga harus ingat rumah sakit itu adalah milik mu dan tanggung jawabmu!!! ". Rayen kembali mengingatkan putranya.


" Oh, Astaga aku hampir saja melupakan itu pa". Guyon Al yang membuat Rayen menatap tajam putranya itu.


Sedangkan Jery dan Naures hanya menatap datar karena keduanya memiliki sifat dan karakter yang sama persis. Menatap punggung Al kini sudah hilang di balik pintu.


🌿🌿🌿🌿🌿


Al turun dari mobilnya sambil bersiul siul. Beruntung ia tidak terjebak macet jadi, ia bisa sampai kerumah sakit dengan waktu lebih kurang sekitar 10 menit saja. Karena jarak perusahaan dengan rumah sakit miliknya tidak begitu jauh.


Al hanya menganggukkan kepalanya saja. Dan berlalu begitu saja. Tak menghiraukan tatapan orang orang yang melihat nya penuh pesona. Tujuan Al saat ini hanya satu yaitu menemui istrinya. Yang sudah ia telpon sejak ia dalam perjalanan kerumah sakit tadi.


Senyum Al mengembang saat ia melihat istrinya sedang mengobrol dengan seorang dokter wanita yang ada di ujung koridor rumah sakit. Sherly pun menoleh ketika dokter yang berbicara padanya memberi kode jika suaminya telah datang.

__ADS_1


"Apa aku terlambat sayang??? ". Tanya Al sembari merangkul bahu istrinya. Dan ia pun memberikan kecupan singkat di kening sang istri.


Sherly melirik jam yang melingkar di tangannya. Lalu kembali menatap wajah suaminya. " Satu menit lima belas detik". Jawab Sherly mengulum senyumnya.


"Ah, baiklah. Aku akan membayarnya setelah ini". Jawab Al tersenyum smrik.


" Dengan cara??? ".


" Membuatmu lemas tak berdaya dan terus memanggil manggil nama suamimu sayang".


"Abang... Kalau ada yang dengar bagaimana?? ". Sherly menoleh kekanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada orang di sekitar mereka.


" Biarkan saja!!!. Kita kan sudah SAH sayang". Jawab Al santai.


**TBC

__ADS_1


BUNDA OTHOR SENGAJA KAGAK BAHAS MASALAH PERNIKAHAN SEPUPUNYA . SOALNYA ITU UDAH ADA DI NOVEL SEBELAH YA GENGS . JADI OTHOR KAGAK MAU RIBET NULIS ULANG πŸ˜πŸ˜πŸ€­πŸ™πŸ™πŸ™


HAPPY READING BESTIE πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°**


__ADS_2