
Gadis cantik yang selalu nampak berpakaian minim itu. Langsung menoleh ketika nama aslinya di sebut oleh seseorang. Padahal ia tidak pernah menggunakan nama itu saat ia menjalankan misi nya. Dan bahkan anggota Mark saja tidak banyk yang tahu siapa nama aslinya.
Kini ia dapat melihat dengan jelas sosok pria yang tadi menyebut nama aslinya dengan santai. Senyum pria itu terlihat tenang. Namun, sampai membuat gadis itu terkejut.
"Kau... ".Guman gadis itu melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Sedangkan Reza yang ada di atas sana, mulai penasaran dengan suara Tania yang terdengar lemah.
" Tuan Al, anda bisa bawa team anda untuk duluan keluar dari tempat ini sekarang!!!. Gunakan pohon itu untuk sampai ke luar bangunan ini. Di sebalah timur ada kendaraan saya, Anda bisa gunakan itu untuk mencari bantuan!!! ".Ucap Reza sambil menyerahkan kunci mobilnya.
" Tapi, bagaimana dengan Ardan dan...
"Anda jangan khawatir!!!. Saya akan membantu mereka untuk keluar dari tempat terkutuk ini. Jadi, lebih baik Anda dan yang lainnya menyelamatkan diri terlebih dahulu!! Sebelum mereka mengetahui keberadaan kita".
Reza berbicara dengan sangat pelan. Karena ia sudah khawatir akan Tania dan juga salah satu prajurit dibawah sana. Hal yang membuat Reza lebih khawatir lagi adalah Al.Karena dia adalah misi utamanya untuk diselamatkan. Sebab, jika sampai terjadi apa apa dengan Al, maka miss S akan ikut terluka.
Al menatap tangan Reza yang masih menyodorkan kunci mobilnya. Lalu Al beralih menatap ke tiga anggota nya. Ke tiga pria itu pun langsung menganggukkan kepalanya. Membuat Al tersenyum.
Lalu Al meraih kunci mobil yang ada di tangan Reza. "Terimakasih tuan, Anda sudah mau mendengarkan saran saya kalau ti...
" Mari kita hadapi mereka sama sama!!! ".Seru Al tegas.
" Maksud tuan???? ".Reza sedikit bingung dengan perkataan Al yang tiba tiba memotong ucapan nya.
" Aku tidak akan lari begitu saja dan meninggalkan kalian untuk melawan musuh di sini. Begitupun dengan anggota. Kami bukanlah seorang pengecut".Jawab Al tegas.
"Tapi tuan ini adalah perintah dari...
" Ini juga perintah dariku sebagai ketua dari prajuritku. Urusan Mark biar aku yang tangani itu nanti! ".Sahut Al tanpa mau menerima penolakan.
__ADS_1
Akhirnya Al pun kembali berbalik badan untuk melihat keadaan Tania dan Ardan anggota nya dibawah sana. Tapi sayangnya mereka sudah tak menemukan apapun lagi. Ruangan itu sudah kosong. Hanya ada sisa darah segar.
" Shiittt... ".Upat Reza menjambak rambutnya kasar. Karena mereka sudah kecolongan.
Dor....
Dor...
" Haisss.... Mereka sudah mengetahui persembunyian kita".Seru Reza sambil menundukkan kepalanya. Begitupun dengan Al dan juga ketiga anggotanya.
"Berikan padaku!!! ".Al menarik pistol yang ada di tangan Reza. Lalu ia mengarahkan pada musuhnya di depan sana.
Dor...
Satu tembakan Al layangkan tepat sasaran. Membuat salah satu klan nya terjatuh kebawah. Reza dibuat takjub akan bidikan Al yang tidak meleset sedikit pun. Padahal jaraknya lumayan jauh.
" Bang, mereka semakin mendekat dan jumlahnya juga semakin banyak".Seru Rendi yang melihat dari arah yang berlawanan.
"Disebelah sana juga bang".Tambah Arkan mulai ikut panik.
" Tamatlah riwayat kita bang".Lirih Arno pelan.
Al nampak menoleh ke kanan, kekiri dan kebelakang. Begitupun dengan Reza, Tapi kedua pria itu tetap tenang. Sedangkan anggota Al sudah bersiap siap untuk melawan dengan sisa tenaga yang ada.
Dan ketika klan nya dari arah depan sudah semakin mendekat. Empat orang berpakaian hitam dengan memakai senjata lengkap ingin mengarahkan senjatanya kearah rombongan Al. Tapi...
Dor...
__ADS_1
Dor...
Dor...
Dor...
Empat tembakan dari arah berlawanan tepat mengenai sasaran. Membuat Kelima pria itu menoleh kearah pohon besar yang ada di belakang mereka. Termasuk Al yang tak berhenti menatap ke arah pohon. Karena jantungnya sudah berdebar debar saat matanya tak sengaja Bersihtatap dengan mata penembak jitu tersebut.
Akkk...
Bruggg...
Mereka kembali dikejutkan dengan jatuhnya dua orang pria dari arah samping. Dan Reza bisa melihat dengan jelas benda tajam yang tertancap di leher kedua pria itu. Lalu Reza kembali menatap kearah pohon dengan mata yang melotot tak percaya.
"Miss S".Guman Reza sangat terkejut. Tapi tidak dengan Al yang sejak tadi sudah mengenali istrinya.
Samar Samar dari arah pohon nampak seseorang berpakaian serba hitam dengan cadar yang selalu menutupi wajah cantiknya. Mata indah itu tak membuat Al berpaling barang sedikitpun.
Rasa rindu yang membuncah dan juga ketakutan sekarang nampak menjadi satu. Al ingin marah dan sangat emosi melihat istrinya malah ada disini. Ditatapnya perut istrinya yang sedikit menyembul karena usia kandungan nya sudah jalan bulan ke lima. Namun, karena baju Sherly yang sedikit longgar membuatnya sedikit tidak nampak.
Dor...
"Mau sampai kapan kalian berdiri disitu???. Come on!!! ".Seru Sherly sambil memutarkan kepalanya dan melambaikan salah satu tangannya.
" Let's go tuan".Seru Reza mulai beranjak.
"Ayo bang".Tambah Rendi karena Al masih tak bergeming di tempat nya. Al menoleh dan mulai berjalan mendekati Sherly yang masih berdiri di ujung atap.
__ADS_1
" Kau bisa marah dan menghukum ku nanti sayang!!!. Setelah pesta kita malam ini berakhir ".Bisik Sherly saat Al sudah berada di hadapan nya.