Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Hal Tak Terduga


__ADS_3

Al memarkirkan mobilnya tepat di depan teras halaman depan rumah kedua orang tuanya. Mendengar deru mesin mobil yang sangat di kenalnya. Lea langsung melangkah keluar rumah. Meninggalkan dapur untuk sementara waktu.


Dan benar saja dugaan nya itu adalah suara mesin mobil Al putranya. Lea nampak terlihat sedikit marah. Saat melihat Al ternyata menyetir seorang diri.


"Kenapa gak di antar sopir saja???. Apa luka kamu udah benar benar sembuh?? ".Lea langsung melayangkan banyak pertanyaan penuh kekhawatiran.


" Yaa Ampun Mi. Al masih kuat kalau hanya sekedar nyetir doang. Lagian, lukanya udah mulai mengering Mi".Jawab Al menjelaskan agar Mami nya itu tidak terlalu khawatir akan kondisinya. "Bukankah menantu Mami seorang dokter?. Jadi, Al bisa pulih dengan cepat ".Sambung Al lagi sambil terkekeh.


" Iya dokter. Tapi bukan dokter umum yang tugasnya mengobati luka terkena benda tajam ataupun senjata api. Tapi tukang ngobatin orang stres dan gila".Sahut Lea sedikit kesal


"Hahha... Serah Mami deh mau bilang apa tentang pekerjaan Sherly!!!. Tapi yang jelas istri Al itu lebih tepatnya seorang psikolog".


Lea hanya mencelos dan berjalan lebih dulu untuk masuk kembali kedalam rumah. Setelah Al mencium punggung tangan nya.


" Papa mana Mi??? ".Tanya Al sedikit berteriak karena Mami nya sudah sedikit jauh dari nya.


" Ada di taman belakang sama Opa kamu".Sahut Lea memberitahu.

__ADS_1


"Wah, ada ratu Azura yang udah pensiun juga dong kalau begitu".Seloroh Al sambil terkekeh.


"Oma lagi istirahat di kamar.Vertigonya lagi kambuh".Sahut Lea lagi.


Kedua orang tua Rayen memang sudah sering sakit sakitan. Meskipun kadang hanya demam saja. Tapi Oma Mona sekarang yang sering kumat. Karena usia mereka juga sudah sangat lanjut. Bahkan Mona kadang sering keluar masuk rumah sakit.


Tapi baru baru ini kedua orang tua Rayen berada di luar Negeri. Dengan adik Opa Bagas. Yang memang jarang pulang ke Indo. Begitupun dengan sepupu Rayen.


Bagas dan Mona juga tidak sempat hadir di pemakaman Manda sang cucu menantunya. Karena mereka juga mendapat kan kabar setelah Manda di makamkan. Oleh sebab itulah sekarang mereka kembali lagi ke Jakarta.


Tapi belum sempat kerumah Jery. Mona sudah kambuh lagi. Alhasil sampai sekarang mereka belum sempat menengok cucu dan cicitnya. Mungkin Mona terlalu kecapekan dan juga syock karena di tinggal pergi oleh Manda lebih dulu. Padahal kalau bicara usia mereka jauh lebih tua.


Al memutuskan untuk menemui Oma Mona terlebih dahulu sebelum ia bergabung bersama Papa dan juga Opa nya.


"Oma, boleh Al masuk!!! ".Teriak Al yang sudah berdiri di depan pintu kamar yang ada di lantai bawah. Dimana kamar itu selalu Mona dan Bagas tempati jika sedang berada di rumah Rayen dan Lea.


Hening tak ada suara sedikitpun terdengar dari dalam kamar. Membuat Al memutuskan untuk langsung masuk saja. Kebetulan pintu kamarnya tidak dikunci oleh Oma nya.

__ADS_1


Tapi begitu masuk Al tidak mendapati Oma nya ada di atas tempat tidur. Padahal tadi Mami nya bilang Mona sedang istirahat.


"Oma... ".Seru Al memanggil manggil Oma nya. Tapi tetap saja tak ada tanda tanda Oma nya ada di dalam kamar itu.


Tempat tidur memang sedikit kusut, menandakan jika tadi Oma Mona benar benar sempat tidur di atas ranjang. Di atas nakas juga ponsel dan tas Mona ada disana.


"Kemana Oma??? ".Lirih Al sedikit bingung.


Di balkon yang juga tak ada Oma nya. Tapi kini tatapan Al terakihkan pada arah kamar mandi. Dimana pintu kamar Mandi nampak tersingit . Al tersenyum pasti Oma nya sedang berada di dalam kamar mandi saat ini.


Semakin Al mendekat. Suara air dari kran wastafel pun semakin jelas terdengar. Tapi begitu Al sampai di depan pintu kamar mandi yang memang sedikit terbuka. Al malah di kejutkan akan tubuh Mona yang sudah tertidur di lantai kamar mandi.


"Omaaa.... ".Seru Al langsung menghampiri Mona. Yang ternyata sudah tak sadarkan diri lagi. Tubuhnya pun sangat dingin sekali.


" Pa... Mami.... "Teriak Al panik. Dan berusaha mengangkat tubuh Mona. Tapi dadanya tiba tiba nyeri, sesak karena lukanya belum begitu pulih.


Ia juga sebenarnya belum bisa mengangkat beban berat. Itu bisa membuat lukanya kembali berdarah karena menengang akibat pergerakan nya yang di paksa.

__ADS_1


Namun melihat kondisi Oma Mona yang sudah tak sadarkan diri lagi itu. Al sontak langsung mengangkat tubuh Mona. Sekuat yang ia bisa . Ia juga sambil meringis menahan sakit di dadanya. Benar saja sekarang baju kaosnya sudah mulai basah oleh Darah segar.


"Oma kenapa Al??? ".Tanya Lea panik ia ingin menghampiri Al kedalam kamar saat mendengar teriakan Al. Tapi malah bertemu Al di depan pintu yang sudah membopong tubuh Mama mertuanya.


__ADS_2