
Tapi wanita itu hanya mengangkat sudut bibirnya saja. Sambil terus menatap Reza dengan tatapan meremehkan. Terang saja Reza menatap wajah wanita itu dengan tatapan tajamnya.
"Mau sampai kapan kau disitu???. Sampai Tuan Al dan ke empat teman temanya mati konyol di dalam sana??? ".Cibir wanita itu sembari mulai berpindah dahan kayu. " Haisss.... Dasar bunga kantil. Kamu pikir bisa semudah itu untuk masuk kedalam sana?? ".Sahut Reza yang masih penuh pertimbangan. Karena ia juga seorang diri. Sedangan di dalam sana tidak dapat di prediksi dengan mudah berapa jumlah mereka.
Tapi wanita itu langsung melengos dan meninggalkan Reza di pohon yang sama. Dia sudah mulai meniti atap. Untuk sampai pada ruangan Al dan ke empat temannya.
"Haiss... Kenapa gadis binal itu bisa ada disini sih??? ".Guman Reza yang tak urung mengulum senyumnya.
" Apa setelah dadanya di remas pria bodoh itu. Dia jadi semakin lincah begini ya??? ".Lirih Reza masih saja meledek wanita yang tadi sempat membully nya.
" Aku bisa mendengarkan mu mengupatku bodoh".Reza langsung terkejut karena tiba tiba earphone nya menyala dan terdengar suara wanita tadi.
"Ah, iya aku lupa jika alat ini masih selalu tersambung pada para anggota yang lainnya jika dalam misi seperti ini".Batin Reza sambil menggaruk tekuk nya yang tidak gatal.
Awan di langit mulai berubah warna. Membuat Reza harus segera cepat menyelesaikan misinya kali ini. Sebelum mereka ketahuan.Karena sekarang jam sudah mulai menunjukkan pukul lima subuh.
Reza juga belum melihat adanya tanda tanda kedatangan kingnya. Tapi satu yang harus ia selesai saat ini. Adalah membawa pulang Al dengan selamat dan tanpa kurang satu apapun.
Karena jika sampai Al terluka bukan hanya king nya yang akan menyalahkan mereka Pasti juga miss S. Yang selama ini jika ngamuk tak kalah seremnya dengan King nya itu.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
__ADS_1
"Siapa kamu??? ".Tanya Al terkejut ketika ada seseorang masuk melalui atap. Dan kini bersihtatap dengan nya.
" Haisss. Jika saja anda belum sah menjadi suami miss S , Mungkin aku akan mempertimbangkan ny lagi".Seru wanita itu dengan santainya.
Membuta Al dan ke empat teman temannya sedikit bingung. Tapi, tak berselang lama, Reza pun ikut menyembulkan kepalanya dari atas atap tersebut.
"Tuan muda. Apa kalian masih aman??? ".Tanya Reza dengan suara lirihnya.
" Reza... "Guman Al pelan.
" Tuan muda, ayolah naik!!!. Tidak ada waktu lagi sekarang,Apalagi untuk melayani wanita itu".Cibir Reza sambil melirik kearah wanita yang kini sudah ikut menggantung kan dirinya pada besi . Dimana tadi kelima pria itu di gantung disana.
Masih untung leher mereka tetap dibiarka tenang. Kalau tidak, bisa kacau urusannya. Apalagi dibawah sana ada seekor Harimau hitam.
Suara Harimau itu kembali menggema memenuhi seluruh ruangan. Membuat Al dan ke empat teman nya mulai ketar ketir.
" Come on let's go!!! ".Seru Reza kembali karena mereka semua tak kunjung naik ke atas. Membuatnya geram sendiri.
Naas saat semua orang sudah naik ke atas atap. Kaki Ardan tersangkut oleh rantai. Dan membuatnya oleng hingga jatuh kebawah sana.
" Tolongg.... ".
__ADS_1
" Ardan... "Teriak Al dan teman temannya.
Tapi melihat itu Wanita yang tadi membantu Al dan teman temannya untuk naik. Kini malah ikut terjun kebawah Dan...
Sreettttt .... Srakkkkk....
Dengan gerakan cepat Wanita itu sudah mekayalangkan pisau nya untuk menyerang harimau hitam itu. Yang sedikit lagi akan menggigit Ardan.
Karena telat satu detik saja. Entah tidak tahu bagaimana lagi nasib Ardan. Harimau itu kini tergeletak di lantai dengan bersimbah daraha segar dari arah leher dan perutnya.
Reza sampai mengerntitkan dahinya melihat akai wanita itu. Begitu pun dengan teman teman Al yang lainnya.
"Ayo naik, sebelum mereka lebih banyak lagi yang datang!!! ".Ucap sang wanita datar.
Tapi ketika Ardan dan wanita itu ingin memanjat ke atas. Pintu ruangan sudah di buka duluan dari arah luar. Lampu pun sudah menyala.
Suara tepuk tangan dari arah luar membuat wanita itu menoleh. Reza , Al dan ketiga temannya. Sudah bersembunyi sambil mendengar kan apa yang akan mereka lakukan lagi. Posisi mereka masih di atas atap sana.
Prok... prokkk... prokkk...
"Lama kita tidak bertemu Sabrina".
__ADS_1
Deg...
TBC