
Satria dan Jacob hanya bisa menatap iba pada Emie yang sudah banyak berkorban untuk mereka semua. Bahkan Emie masih sempat mengatakan jika ia mengucap kan banyak terimakasih untuk Zello sang putra Mark. Berkat Zello ia bisa kembali pulih dan tak bisa di lacak lagi oleh Arnita.
Reza dan Tania asli saat ini sudah berada di dalam sebuah mobil. Mereka akan ke markas terlebih dahulu sebelum mereka kembali ke Jakarta. Jacob pun sudah memberitahu Mark tentang apa yang terjadi. Meskipun Mark sempat mengamuk karena kebodohan Satria yang tak mau mendengarkan ucapannya.
Namun, Mark akhirnya bisa memahami semua itu. Setidaknya semua kekacauan sudah berakhir. Dalang dari semua masalah telah musnah. Mark merasa tidak puas itu pasti. Karena ia tidak di beri kesempatan untuk memberi hadiah Arnita sebelum ia mati.
Mark bahkan menyesal karena ia tidak turun tangan sendiri. Jika saja, istrinya tidak melarangnya pergi dengan alasan baby Cici masih sangat kecil untuk di tinggal. Dan Naura juga bilang ia masih sangat muda untuk jadi janda.
Akhirnya dengan segala ucapan istrinya. Mark memutuskan agar anggota dan asisten nya saja yang menyelesaikan misi kali ini.
Reza sejak tadi selalu menatap wajah Tania yang sedang memejamkan matanya di dalam mobil. Tak biasanya Tania bisa tidur seperti itu saat dalam perjalanan.
"Puas kau menatap wajah ku seperti itu??? ".
Reza langsung membenarkan posisinya. Membuat anggotanya yang menyetir ingin sekali tertawa tapi ia tahan . Karena Reza juga sangat menyeramkan jika sudah murka.
__ADS_1
" Aku hanya penasaran saja, sejak kapan kau bisa di culik oleh mereka??? ". Ternyata Reza masih saja bingung. Seorang Tania bisa di tipu dan diculik hal itu sungguh tidak masuk di nalarnya sama sekali.
" Ah, sudahlah itu sama sekali tidak penting. Anggap saja aku lagi apesnya!! ". Jawab Tania datar. Ia malu dan gengsi untuk mengakuinya di depan Reza. Bisa bisa Reza semakin besar kepala nantinya dan meledeknya.
" Jangan ganggu aku!!!. Aku lelah dan mengantuk". Sambung Tania yang sudah kembali memejamkan matanya.
"Kau memang bodoh Tania. Andai saja waktu itu otakmu kau gunakan untuk berpikir mungkin ceritanya tidak akan seperti ini. Bisa bisanya kau datang begitu saja saat nama Reza disebut oleh mereka". Batin Tania berguman sendiri.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Sayang kenapa kau terlihat lesu begitu? . Bukankah sekarang keadaan sudah tenang?? ". Al mendekati istrinya yang kini duduk di sofa dengan tatapan lurus kedepan seperti sedang memikirkan sesuatu.
Sherly beralih menatap suaminya. Lalu ia mengembuskan nafasnya kasar. " Aku hanya merasa bersalah saja dengan Andes dan King". Lirih Sherly menundukkan kepalanya.
Al pun mengerutkan dahinya bingung ". Merasa bersalah??? ". Ulang Al lagi dan dijawab anggukan kepala oleh Sherly.
__ADS_1
" Kenapa sayang??? . Jangan buat aku bingung seperti ini!! ".
" Aku sempat berpikiran jika Andes itu... ". Sherly menggantung ucapan nya sambil terus menatap wajah suaminya. Sedangkan Al terlihat tidak sabaran untuk mendengarkan pernyataan istrinya.
" Aku pikir Andes itu anak dari hasil perselingkuhan king dengan wanita lain ".
" Apa??? ".
" Maafkan aku bang!!. Aku tidak bermaksud menuduh tapi, dari sikap king ke Andes aku malah jadi berpikiran buruk tentang mereka".
Lagi lagi Sherly menundukkan wajahnya. Sherly takut membuat Al ikutan marah padanya. Karena sudah berpikiran macam macam tentang suami adiknya sendiri.
Al tertawa terbahak bahak sampai ia mengeluarkan air matanya. "Dulu aku juga sempat berpikir seperti itu. Tapi, aku malah di tegur oleh Zello bahkan anak itu berani memaki ku segala". Tutur Al sedikit kesal akan keponakan nya yang satu itu.
" Really??? ".Al menganggukkan kepalanya karena Zello benar benar jelmaan Daddy nya. Malah lebih agresif dan lebih jelih.
__ADS_1
TBC