Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Merasa Lapar


__ADS_3

Pada akhirnya Al mau mendengarkan saran dari istrinya. Meskipun ia masih tetap kepikiran akan keadaan kakak dan juga keponakan nya. Tapi penjelasan Sherly juga masuk akal. Apalagi tadi Mami dan Papa nya sendiri yang bilang langsung. Jadi, Al sedikit lega mendengar nya.


Kedua orang tuanya juga akan segera pulang kerumah utama. Setelah acara tahlilan nanti malam. Mami Lea juga meminta maaf dengan Al. Karena belum bisa membesuknya hari ini. Dan Al juga tak masalah. Karena Jery dan Mayra saat ini lebih membutuhkan keluarga besarnya.


Jam di dinding masih menunjukkan pukul sembilan malam. Tapi tak membuat Al memejamkan matanya. Sherly baru saja masuk ke alam mimpi beberapa menit yang lalu. Membuat Al tak ingin membangunkan istrinya.


Sedangakan perutnya terasa sangat lapar sekali. Padahal sejak tadi siang dia tak berhenti untuk mengunyah. Di lihatnya wajah cantik istrinya yang saat ini tak memakai cadarnya.


Senyum Al terbit sembari mengusap pelan wajah mulus Sherly. Al bisa melihat wajah cantik itu yang nampak kelelahan. Karena kurang tidur selama ia koma dan menjalani pengobatan tambahan kemarin.


Al pun dengan sengaja memencet tombol yang ada di samping ranjangnya. Dan membuat beberapa detik kemudian. Samuel dan juga beberapa dokter langsung masuk kedalam ruangan rawatnya.


Tapi Al menggerakkan tangannya. Untuk menyuruh mereka berhenti tepat di depan pintu saja. Dengan tangan satunya Al gunakan untuk memegangi selimut demi menutupi wajah cantik istrinya.


Samuel langsung menatap Al dengan tatapan sedikit kesalnya. Ia pikir kondisi Al memburuk ataupun Al kembali mengalami kejang kejang. Tapi ia malah melihat ke uwuan sepasang suami istri itu. Dimana Sherly malah tertidur pulas dalam dekapan suaminya di atas ranjang yang sama.


Al kembali melambaikan tangan nya dan menunjuk Samuel untuk sedikit mendekat padanya. Dengan sedikit malas. Samuel mulai melangkahkan kakinya mendekati brankar Al.

__ADS_1


"Ada apa tuan??? ".Tanya Samuel mulai sedikit curiga saat melihat senyum tipis di bibir Al.


Meskipun tidak terlalu sering bertemu dengan Al. Tapi Samuel sedikit tahu bagaimana karakter putra Rayen satu ini. Dan di antara anak yang lainnya. Mungkin hanya Al saja yang selengahan. Suka bikin orang kesal. Tapi selalu memasang wajah dingin dan tegas nya saat bergabung dengan para prajurit yang lainnya.


"Tolong pesankan aku makanan. Aku sangat lapar!!! ".


Luruh sudah Samuel mendengar nya. Hanya untuk memesan makanan saja. Al harus mengerjai team medis dengan menekan tombol darurat. Bahkan tadi ada dokter yang sengaja meninggalkan makanan nya. Hanya untuk cepat sampai di ruangan ini.


" Shiittt... ".Upat Samuel dalam hati. Dan Al bisa menebak jika saat ini dokter gila itu sedang kesal padanya.


Tapi Al tak mau ambil pusing ia malah kembali memberi perintah untuk Samuel. Dengan menyuruhnya memesan makanan sehat dan lezat.


Al nampak mengulum senyumnya ketika para dokter yang di bayar oleh Mark. Hanya bisa menurut dan tak berani protes. Mereka pun kini sudah keluar ruangan kembali.


Samuel tentu saja tidak mau turun tangan sendiri untuk membeli semua makanan yang di inginkan oleh Al. Ia malah menyuruh dua orang anggota yang berjaga untuk membeli nya.


"Sayang, kenapa belum tidur??? ".Sherly rupanya terbangun karena sedikit mendengar suara. Tapi begitu ia bangun tidak ada siapa siapa di dalam ruangan rawat suaminya. Hanya dirinya dan juga Al.

__ADS_1


" Aku belum mengantuk sayang".Al menjawab sambil tersenyum manis pada istrinya.


"Tidur lagi saja!!!. Aku akan menemani mu ".Al menyuruh istrinya untuk kembali istirahat. Karena ia masih menunggu semua makanan yang ia pesan tadi pada Samuel.


Entah kenapa saat melihat anggota Mark. Al tiba tiba ingin sekali mengerjai mereka. Padahal dia tidak ada dendam sedikit pun dengan anggota adik iparnya itu.


Sherly menggeleng kan kepalanya. Lalu ia malah bangkit dari ranjang. Membuat Al mengerutkan dahinya.


"Mau kemana??? ".


" Ke toilet sebentar bang".Jawab Sherly yang sudah menapakkan kakinya di lantai.


"Ikut sayang".Seru Al dengan senyuman menggodanya. Bahkan Al sambil mengedipkan matanya.


Sherly menatap suaminya dengan tatapan menggemaskan. Lalu ia pun malah menghidupkan lampu ruangan itu. Sebelum ia beranjak pergi dari hadapan suaminya.


" Yang, aku gak di ajak nih??? ".Teriak Al lagi.

__ADS_1


" Jangan mesum dulu bang!!!. Ingat lagi masa pemulihan loh".Jawab Sherly yang sudah berada di dalam toilet.


TBC


__ADS_2