
Mark yang sejak tadi hanya menatap interaksi Zello dan Andes saat ini malah mengurung kan niatnya untuk mendekati mereka. Zello memang dingin dan datar. Tapi, ia punya caranya sendiri untuk menunjukkan rasa pedulinya untuk orang di sekitar nya. Apalagi orang itu adalah keluarga dekatnya.
" Zello , Andes apa kalian tidak ingin ikut berfoto juga dengan Uncle Reza dan aunty Tania?? ".Seru Zein yang saat ini telah berada di hadapan kedua pria dingin dan kaku itu.
" Ck... Kalau kau ingin ikut berfoto pergi saja sana!!. Aku tidak suka bergaya di depan Camera". Ketus Zello membuat Zein langsung melangkah pergi dan mencebik kesal.
Cici sampai mendongakkan kepalanya menatap wajah kakaknya yang tak pernah bersikap manis pada siapapun. Kalau Andes masih mending ia masih bisa menghargai orang lain.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Malam harinya suasana Resort sangat ramai karena para anggota dan juga keluarga besar Rayen masih berkumpul disana. Kecuali Bara dan juga Calista serta Celine. Mereka langsung kembali ke Jakarta sore tadi. Karena Bara juga tidak bisa berlama lama di Bali.
Setelah makan malam mereka semua saat ini lanjut acara barbiequan di samping resort yang memang langsung mengarah ke pantai. Penuh canda tawa dan obrolan yang hangat.
Sherly lebih dulu masuk ke resort karena baby Fatih juga sudah tidur sejak beberapa menit yang lalu. Sherly menatap wajah putranya yang begitu tampan. Bahkan Fatih juga sangat jarang menangis. Dia termasuk bayi yang anteng.
Samar samar terdengar suara seseorang sedang menelpon dari balik tembok balkon kamar Sherly. Membuat Sherly menjadi penasaran siapa orang itu. Namun, ketika Sherly bangun dan mendekati jendela kamarnya. Ia malah seperti mendengar suara Velyn istri Jery.
__ADS_1
" Loh mba Velyn, maaf mbak Sherly pikir siapa". Sheryl pun langsung meminta maaf pada kakak iparnya itu.
" Ya Ampun mba ganggu istirahat Fatih gak nih She?". Velyn pun langsung mengakhiri telpon nya dan kini terlihat sedikit melirik kearah dalam.
" Gak kok Mba. Fatih masih nyenyak tuh. Mba kok malah disini?. Gak ikut gabung sama yang lain disana? ".Sherly mulai bertanya.
" Marchel juga udah tidur She. Jadi, Mba lebih baik temenin Marchel saja. Dan barusan ada temen mba telpon makanya mbak keluar kamar aja daripada Marchel kebangun ". Sherly hanya mengangguk kan kepalanya saja. Ia sama sekali tidak berpikir negatif tentang Velyn. Karena Velyn juga selalu jujur dan tidak mungkin mengkhianati suaminya.
Kamar Jery dan Velyn memang bersebelahan dengan kamar Al dan Sherly Bahkan balkon nya juga terhubung.
" Yaudah mbak duluan masuk ya She. Sepertinya Marchel udah haus tuh".
Greppp...
Sherly hanya melirik sekilas. Karena ia tahu tangan siapa yang melingkar di pinggangnya saat ini. Kalau bukan tangan suaminya. " Kenapa udah masuk??. Bukannya di luar masih belum kelar acaranya bi".
" Di luar dingin yang. Mending masuk kamar, siapa tahu bisa anget". Tutur Al dengan senyum di bibirnya.
__ADS_1
Pug....
Sherly memukul lengan tangan suaminya gemas. Baru saja tadi siang mereka melakukan nya. Tapi, Yang namanya Al mana bisa tidak nambah.
" Kamarnya gak kedap suara bi. Nanti mbak Velyn denger lagi suara aneh kita". Sherly tidak ingin orang lain mendengar suara suara percintaan mereka. Meskipun itu masih keluarganya juga.
" Emang mbak Velyn udah ada di kamar nya? ".Anggukan kepala Sherly membuat Al langsung lesu.
Sherly membalikkan badannya. Dan kini menatap suaminya. Menangkup kedua pipi Al dan mengecup bibir Al sekilas. Karena Sherly juga sudah menanggalkan cadarnya. " Besok pagi kita kan udah pulang ke Jakarta lagi sayang. Sampai rumah aku janji akan membayarnya lebih". Penuturan Sherly kembali membuat Al tersenyum.
" Kamu sudah janji loh yang. Jangan membual!! ".
" Hahha, sejak kapan aku pintar membual seperti kamu bi? ".Sherly terkekeh sendiri.
Al pun langsung memeluk tubuh istrinya. Medekapnya sangat erat. Sembari melayangkan kecupan nya di pucuk kepala istrinya. " Aku mencintaimu sayang sungguh ".
" I know".
__ADS_1
TBC