
Naura menatap wajah putranya dengan dahi yang mengkerut. Ia bingung dan terkejut mendengar penuturan Zello. Dan tak berselang lama Al , zein dan juga Andes datang bersamaan.
" Yes, Mom. Apa yang dikatakan Zello itu benar. Kami sudah melihatnya". Zein ikut membenarkan ucapan Sang kakak.
"Tapi sayangnya dia sudah kabur duluan sekarang". Seru Zello dengan wajah datarnya.
" Apa kalian melihat kearah mana dia kabur??? ". Sherly yang memang sudah tidak sabaran lagi. Untuk segera melihat wajah pengkhianat itu sekali lagi. Langsung bertanya dengan sorot mata penuh amarahnya.
" Aunty She sangat mengerikan jika berekspresi seperti itu". Celetuk Zein yang bergidik ngeri melihat tatapan Sherly saat ini.
Naura rasanya ingin tertawa tapi ia tahan. Dalam situasi seperti ini ia juga tidak bisa bersantai. Apalagi mereka semua bilang jika di mension nya ada seorang pengkhianat.
Yang Naura saja tidak tahu siapa orang yang mereka maksud itu. Padahal selama ini bagi Naura, semua kondisi mension sangat aman. Tidak ada yang mencurigakan sedikit pun.
Sherly mulai merubah ekspresi wajahnya, dan juga tatapan matanya. Karena sudah mendapatkan komentar pedas dari sang keponakan nya Lalu Sherly kini malah melangkah mendekati Andes. Dimana Andes masih berdiri tepat di samping Al suaminya.
__ADS_1
"Andes, bisa ikut Aunty sebentar? ". Sherly menatap Andes dengan ekspresi datarnya. Hal itu kini malah membuat Naura semakin bingung saja.
" Ada apa dengan Andes??. Dia bukan pengkhianat itu kan?. ". Naura semakin penasaran. Dan otaknya malah langsung berpikir jika Andes ada kaitannya dengan semua yang terjadi.
" Mom, tenanglah!!. Andes tidak mungkin mengkhianati kita semua. Aunty hanya ingin membahas sesuatu dengannya". Zello mulai angkat bicara kembali. Dan langsung mengikuti langkah Andes dan juga Sherly menuju salah satu ruangan yang bersebelahan dengan ruang keluarga.
"Tapi...
" Ra, percaya lah!!. Istriku tidak akan menyakiti Andes putramu itu". Al menenangkan adiknya.
Naura memilih duduk di kursi untuk menenangkan pikirannya yang tiba tiba saja kacau. Sedangkan Anggun hanya diam di tempat nya berdiri. Mereka saat ini sedang menunggu kedatangan Mark dan juga Jacob.
"Oh astaga Cici. Kenapa sayang???. Mommy jadi bingung jika kau seperti ini". Seru Naura sambil menimang nimang baby Cici. Namun, tetap saja tangis baby Cici malah semakin menjadi jadi saja.
Al pun mulai kasian melihat adiknya kebingungan menenangkan keponakannya. Lalu ia pun berinisiatif untuk mengambil alih baby Cici dalam gendongan adiknya.
__ADS_1
" Berikan padaku!!. Mungkin Cici minta di gendong Uncle tampan ya". Tutur Al dengan senyum dibibirnya.
Dan benar saja dalam hitungan detik baby Cici malah langsung diam. Ia menatap wajah Al beberapa saat lalu kemudian tertidur lagi. Naura sampai melotot tak percaya akan sikap putrinya itu. Kenapa Cici jadi genit begini. Ia sangat sulit menyesuaikan diri dengan wanita. Tapi, begitu mudah tenang dalam dekapan pria tampan.
" Cici memang payah". Cibir Zein yang kini memilih masuk kedalam rumah menyusul para kakak kakaknya.
"Hei, dasar anak itu". Naura belum juga sempat menyahut ucapan Zein. Tapi, putranya itu malah sudah nyelonong pergi begitu saja.
" Anggun, siapa sih sebenernya pengkhianat itu??. ". Tanya Naura masih saja penasaran. Sedangakan Al pun tidak menjelaskan apa apa padanya.
Beberapa saat kemudian Naura mulai sadar akan sesuatu. " Oh ya, Dimana Tania???. Kenapa sejak tadi aku tidak melihat nya? ". Tanya Naura yang mulai menyadari orang kepercayaan suaminya tidak terlihat sejak tadi. Dan itu ternyata sejak ia duduk di teras sebelum semua orang datang.
" Sejak tadi mereka itu mencari Tania Ra. Kau saja yang susah nyambungnya ". Seru Al menggeleng kan kepalanya.
" What??. Jangan bilang pengkhianat itu... ". Naura menutup mulutnya tak percaya. Karena meskipun mereka jarang bertemu dan jarang bicara. Tapi, Naura tahu Tania bukan orang seperti itu.
__ADS_1
" Kita belum tahu yang sebenarnya terjadi Ra. Sekarang kuncinya ada pada Andes ". Tutur Al lirih. Karena ia juga masih bingung dengan semua ini. Bahkan baginya masalah sudah selesai tapi tetap saja masih ada yang harus di pecahkan.
"