Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Dasteran


__ADS_3

Jakarta pukul 14.00 wib...


Sherly yang baru saja keluar dari ruang kerjanya, Kini langsung keluar dari ruangan itu. Karena ia mendengar suara Zeera yang sejak tadi memanggil manggil Uminya.


Benar saja, saat Sherly keluar Zeera langsung menghampiri dirinya. " Umi, kak Fatih mana? ". Tanya nya sambil sedikit merengek manja pada Uminya.


" Loh, bukannya tadi ada di ruang belajarnya. Umi kan baru keluar Zeera ". Sherly mengusap pucuk kepala Zeera dengan usapan lembutnya.


Putrinya itu sudah akan beranjak remaja dan bahkan tubuhnya sudah hampir sama dengannya. Saking tingginya tubuh Zeera. Selain cantik sejak dini. Zeera juga sangat mudah bergaul. Tidak seperti kakaknya yang malah datar kayak kanebo kering.


Padahal waktu bayi Fatih sangat ramah dan murah senyum. Tapi, sekarang malah sangat berbeda dan malah sering dibilang sombong dan arrogant.


" Umi, Zeera boleh keluar sebentar? ". Tanya Zeera tiba tiba seraya mendongak menatap wajah Uminya.


" Hem... Sudah Umi tebak". Jawab Sherly ". Mau kemana? ". Sambung Sherly lagi bertanya pada putri bungsunya.

__ADS_1


" Ke Supermarket aja Umi, Gak lama kok". Mohon Zeera manja. ". Boleh ya Umi!. Kan di antar sopir ". Sambungnya lagi meyakinkan Umi nya.


Karena baik Fatih maupun Zeera tidak pernah di izinkan pergi kemana kemana seorang diri. Mereka kesekolah juga selalu di jaga bodyguard. Meskipun dengan jarak jauh. Sebagai seorang mantan Mafia kelas atas tentunya Sherly juga tidak mau jika terjadi hal buruk dengan anak anaknya.


Begitu pula dengan Al, Yang memang sangat paham akan hal itu. Setidaknya mereka berjaga jaga dulu. Tidak ada salah nya sedia payung sebelum hujan. Karena itu juga demi kebaikan bersama.


" Oke, Tapi perginya sama Umi gimana? ". Tawar Sherly sambil tersenyum.


Zeera pun langsung meloncat kegirangan dan memeluk Uminya erat. " Berarti yang bayarin Umi juga dong". Godanya menaik turunkan alisnya.


" Tapi, Zeera kan cantik kayak Umi. Kalau mirip Abi berati Zeera ganteng dong Mi". Seloroh nya membuat Sherly hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja.


Zeera memang sangat beda dengan Fatih. Di mana Fatih sangat pendiam dan jarang bicara. Sedangkan Zeera sangat cerewet dan juga konyol sama kayak Abinya.


Harapan Sherly hanyalah, Jika Zeera tidak akan menuruni sifat Abi nya sewaktu muda dulu. Karena selain Zeera anak perempuan. Sherly juga tidak mau gagal dalam mendidik anak anaknya. Begitupula dengan Fatih yang seorang laki laki.

__ADS_1


Sherly ingin putra dan putrinya tumbuh menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah. Makanya sejak dini Sherly selalu mengajarkan tentang akidah pada anak anaknya. Mereka juga sudah belajar ilmu agama sejak dini.


Dan setelah merek beranjak remaja. Kedua anak anak Sherly dan Al sudah bisa mengusai ilmu agama dengan baik. Meskipun belum begitu sempurna. Malah Fatih sudah tahfidz sejak ia duduk di kelas enam SD.


" Ayo kita berangkat!. Sebelum Abi pulang kerja". Sherly menggandeng tangan putrinya dan langsung melangkah keluar rumah.


" Umi kek gini aja jalan nya?". Zeera memperhatikan penampilan Uminya. Yang memakai daster longgar dan juga jilbab Syari serta cadar ala rumahan. Namun, memang meskipun hanya dasteran Sherly masih tetap terlihat anggun dan cantik.


" Kenapa?. Umi harus ganti baju dulu gitu? _. Sherly malah tersenyum.


" Tapi Umi kita itu mau keluar loh".


" Udah, ayo buruan!. Umi dandan nya nanti aja kalau Abi udah pulang kerja ". Seloroh Sherly sambil terkekeh.


Sherly pun segera meraih kunci mobilnya yang memang selalu tergantung di samping tangga. Dan kemudian kembali meraih tangan Zeera seraya melangkah keluar rumah.

__ADS_1


__ADS_2