Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kebersamaan


__ADS_3

Malam harinya semua anak anak yang ngecamp pun mengadakan acara barbequean. Dengan peralatan seadanya. Bahkan ada yang memasak mie instan untuk sekedar menghangatkan badannya.


" Zeera mau gak nih? ". Tawar salah satu temen sekelas nya. Anak itu pun hanya menggeleng kan kepalanya.


Sebab, Zeera dan Fatih memang tidak pernah makan makanan cepat saji. Sebab, Sherly tidak pernah memberi mereka makanan yang tidak sehat seperti itu. Sherly selalu mengontrol pola makan dan juga memilah makanan yang bagus untuk tubuh. Apalagi anak anaknya sedang masa pertumbuhan seperti ini.


" Aku mau jagung bakarnya aja deh! ". Seru Zeera yang langsung menghampiri salah satu temannya. Dimana mereka sedang mendapatkan tugas untuk membuat jagung bakar dan juga sosis serta ubi jalar.


" Ra, kak Fatih udah ada gebetan belum sih? ".


Sahabat Zeera bertanya dengan sangat tiba tiba. Membuat Zeera langsung terkekeh geli. Karena pikir Zeera jangankan gebetan. Orang pernah di deketin cewek aja Fatih langsung keluar tanduknya.


" Biarin deh kakak aku, Jomblo seumur hidup! ". Jawab Zeera sambil cekikikan.

__ADS_1


" Eh, hati hati loh kalo ngomong!!. Ntar gak jadi kenyataan, Malah kak Fatih cepet nikah daripada pacaran gimana? ".


" Ya baguslah itu artinya gak ada zina dan jauh dari kemaksiatan ".


" Asyiap bu ustadzah ". Sahut teman teman Zeera semuanya.


" Yee. Di bilangin juga bukannya nurut malah ngeledekin. Calon ahli neraka lu pada". Seloroh Zeera dengan tawanya.


" Busyet serem amat doa elu Ra".


Dan tanpa Zeera sadari sejak tadi dari arah berlawanan. Seorang anak laki laki selalu saja memandang Zeera. Karena selain Zeera konyol, banyak bicara dan terkesan jahil. Ia juga gadis remaja yang cantik apalagi hanya dia yang selalu memakai hijabnya. Membuat penampilan Zeera lain daripada yang lain.


Gadis remaja itu tidak pernah memperlihatkan sehelai rambutnya saat di luar kamar. Bahkan, sejak usia dini Zeera memang telah memakai hijabnya. Tentunya itu semua adalah dorongan dan kebiasan baik yang selalu Uminya tanamkan.

__ADS_1


Makanya sampai ia beranjak remaja. Zeera masih saja menutup auratnya. Ia juga sudah mulai paham mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya. Al dan Sherly memang tidak setegas Mark dan Naura dalam mengurus anak anaknya. Namun, keduanya mampu melatih kedua anak nya mandiri dan juga membedakan yang baik dan yang tidaknya. Yang benar dan mana yang salah.


" Lihatin apa loe disini Sen? ". Fatih menepuk punggung Arsen yang malah menyendiri di balik pohon pagar pembatas untuk area camping cewek dan cowok.


Arsen menoleh dan masih saja memperlihatkan wajah datarnya. Lalu ia mengangkat bahunya . Seolah sedang tidak terjadi apa apa. Padahal, sudah jelas ia sudah kepergok menatap ke arah tenda anak anak SMP itu.


Arsen duduk di salah satu bangku dan Fatih pun ikut bergabung denganya di sana. Fatih menyodorkan botol air mineral yang ia bawa dari tendanya.


" Thank you ".


" Hm". Jawab Fatih yang memang sebelas duabelas dengan Arsen. Sama sama datar dan juga cuek. Namun, keduanya sangat akur.


" Bagaimana, Apa kau sudah bisa menerima kehadiran Mama baru dan juga adikmu itu? ". Fatih mulai bertanya pada sahabat nya.

__ADS_1


Sebenarnya Fatih juga merasa kasihan dengan Arsen. Dimana anak seusinya harus menerima kenyataan jika posisi mamanya kini telah digantikan oleh wanita lain di hati Papanya. Bahkan, Arsen juga dapat melihat jika mama sambungnya itu juga tidak menyukainy sama sekali.


" Entahlah, Aku saja tidak terlalu ingin tahu tentang mereka ". Jawab Arsen apa adanya.


__ADS_2