
Sedangkan di tempat yang berbeda saat ini Mark tampak begitu fokus memperhatikan sikembar dan juga Andes yang tengah berlatih pedang di ruangan khusus latihan.
Jangan lupakan sang asisten pribadinya yang selalu setia melatih ketiga putranya itu. Senyum Mark merekah ketika melihat Zello telah mengusai semua yang di ajarkan oleh Jacob. Putranya itu tidak perlu di ragukan lagi . Otaknya begitu cerdas dan cepat tanggap.
Jadi, apapun yang di ajarkan makan ia akan sangat mudah mengingat dan menyerapnya hingga tak butuh waktu lama untuk mengajarinya. Apalagi Mark tak kalah bangga saat melihat Andes yang juga tak kalah hebatnya dari Zello.
Sedangakan Zein anak itu lebih banyak malasnya daripada kedua kakaknya. Namun, ia juga sebenarnya cukup ahli. Hanya saja ia tidak terlalu berminat seperti para kedua anak laki laki yang tampak sangat bersemangat itu.
Mark bisa melihat dan menilai jika si kembar adalah sosok yang berbeda. Namun, kedua putranya itu memiliki fisik yang sama sama kuat. Jika Zello sudah menampakkan keunggulan dirinya. Sedangkan Zein lebih suka merendahkan diri dan tidak memperlihatkan kemampuan nya di depan publik.
Anak itu malah lebih suka berlatih seorang diri. Dan ia juga sudah menguasai apa yang di kuasai oleh Zello. Tapi sayangnya Zein memang sudah terang terangan jika dirinya tidak akan mau mengikuti jejak sang Daddy. Ia bilang sudah memiliki cita cita sendiri. Dan yang lebih mengejutkan lagi. Zein malah bercita cita menjadi publik figur.
" Latihan hari ini cukup!!! ". Seru Mark sembari bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
Zein pun langsung bersemangat. Ia pun memberikan pedangnya pada pengawalnya. Lalu melangkah lebih dulu menghampiri Daddy nya.
"Daddy, boleh kah Zein kerumah Oma??? ". Tutur Zein memasang wajah gemasnya untuk memohon dengan Daddy nya.
Mark mengerutkan dahinya karena akhir akhir ini putranya satu ini. Memang sering meminta izin untuk kerumah Oma nya. Kedua orang tua dari istrinya.
" Kenapa kau lebih senang kerumah Oma Zein??? ". Tanya Mark curiga dengan putranya itu.
" Karena Zein ingin menemui suketi Dad". kali ini yang menjawab bukanlah Zein melainkan Zello saudara kembarnya.
" Ah, sama saja". Zello malah terlihat tidak mau kalah.
"Dia teman ku Dad. Tapi Zello tidak menyukainya". Adu Zein pada Daddy nya. Membuat Mark kini menatap putranya yang bernama Zello itu.
__ADS_1
" Come on Dad. Aku hanya tidak suka saja. Lagian dia bukan teman yang baik untuk Zein". Jelas Zello jujur.
Mark menghela nafasnya pelan. Masih kecil saja kedua putranya itu sudah mmberselisih paham tentang wanita. Apalagi jika sudah dewasa nanti. Mark tidak bisa membayangkan bagaimana Zello yang tak tersentuh itu bisa dekat dengan seorang gadis. Kalau Zein ia memang mudah bergaul dengan siapapun. Sangat berbeda dengan Zello, Belum lagi di tambah hadirnya Andes yang sifatnya hampir sama dengan Zello.
" Zello, cobalah berteman dengan siapa pun!!. Agar kau bisa beradaptasi dengan baik boy!!! ". Mark mulai memberikan sarannya untuk menasehati sang putra .
" Aku tidak perlu banyak teman untuk jadi orang sukses Dad". Jawab Zello yakin. "Dan apakah Daddy juga memiliki banyak teman ??? ".
Mark langsung menatap putranya dengan tatapan tak percaya. Jika Zello malah membalikkan pertanyaan nya pada dirinya. Hal itu terang saja membuat Jacob tertawa. Tapi langsung bungkam lagi saat tatapan tajam Mark kini beralih padanya.
" Zein, kau boleh pergi kerumah Oma!!. Tapi harus bersama kakak kakakmu!!! ". Akhirnya Mark mengalihkan pembahasan yang malah menjebak dirinya sendiri.
" Andes saja yang ikut!! . Aku malas jika Zein ingin menemui Suketi itu". Jawab Zello yang masih saja kekeh. Ia pun kini melangkah pergi dari ruangan latihan.
__ADS_1
Mark pun lagi lagi hanya bisa menghela nafasnya pelan. Putranya satu itu kalau A ya A. Tidak akan bisa berubah jadi B.
TBC