
Mark dan Naura berjalan beriringan menuruni anak tangga. Dengan baby Cici yang sudah berada di gendongan Daddy nya. Cici juga sambil memainkan empengnya yang berbentuk buah strawbery.
" Morning jagoan jagoan Mommy". Seru Naura saat mereka telah tiba di ruangan makan.
" Morning Mom, Dad". Jawab ketiga anak laki laki tampan itu. Yang memang sudah sejak tadi duduk di kursi nya masing masing.
Senyum Cici mengembang saat ia melihat Andes yang sudah duduk tepat di hadapan nya. . Bersama kedua abangnya. Tangan Cici langsung membentang ingin minta digendong oleh Andes.
" Cici sayang, Abang Andes juga ingin sarapan. Cici duduk saja ya di samping bang Andes! ". Naura bicara pelan pada putrinya dan mulai menarik kursi khusus bayi untuk tempat duduk Cici.
Cici pun terus menatap wajah Andes. Sepertinya bayi itu sudah nyaman sejak dini bersama Andes. Membuat si kembar hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja akan sikap adik bungsunya itu.
Naura mulai mengambilkan sarapan suami dan juga para putranya. Sedangkan Andes membantu menata sarapan untuk Cici. Meskipun Cici baru berusia sembilan bulan. Bayi menggemaskan itu sudah pintar menyuap makanan nya sendiri. Apalagi jika di beri buah segar. Ia tidak akan menolak. Hanya saja Cici seperti nya alergi terhadap Seafood. Jika, sedikit saja makanan itu masuk kedalam pencernaan nya. Maka seluruh tubuhnya akan memerah dan Cici pasti menangis tanpa berhenti.
__ADS_1
Mungkin Cici sudah bosan saat di dalam kandungan Mommy nya selalu ingin makan Seafood terus menerus. Hingga setelah Cici lahir ia malah alergi.
Semua orang mulai tenang menikmati sarapan nya masing masing. Begitu juga dengan baby Cici yang wajahnya sudah penuh dengan makanan nya. Hingga ia belepotan dimana mana.
Andes dengan telaten nya mulai mengelap wajah adiknya dengan tisu basah khusus baby. Membuat baby Cici nyengir kuda dengan memperlihatkan gigi kelincinya.
Naura dan Mark begitu kagum akan perhatian Andes pada Cici. Ia begitu telaten saat ngemong putri bungsunya. Berbeda dengan Zein dan Zello yang terkesan cuek dan jahil. Jika Zello selalu cuek dan dingin sedang kan Zein lebih suka menggoda adiknya hingga Cici sering menangis dibuatnya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Hari ini ketiga anak laki laki itu memutuskan untuk latihan bela diri kembali. Mereka saat ini tengah berada di dalam ruangan khusus, dan di temani oleh Pelatih khusus. Yang tentunya adalah anggota pilihan Mark sang Daddy.
" Zein, sampai kapan kau akan terus bertelponan dengan suketi itu? ". Ketus Zello menatap jengah pada saudara kembarnya sendiri. Hingga Andes hanya bisa mengulum senyum gelinya. Saat Zein mulai mengeluarkan kata kata bualan nya.
__ADS_1
" Kalian duluan saja!!. Nanti aku akan menyusul". Jawab Zein dengan santainya.
" Hei, Zein... Apa aku boleh bicara pada Zello?. Aku juga merindukan nya". Seru Ketty dari sambungan video call nya. Dan sontak Zein langsung menggeleng cepat.
" No, Ketty. Kau pasti akan mendapatkan cacian dan cibiran darinya saja. Untuk apa kau bicara padanya?".
" Dia memang pantas mendapatkan nya Zein. Berikan padaku ponsel mu itu!!! ". Zello mulai menghampiri Zein. Namun, Zein segera bangkit dari tempat duduknya dan menghindar dari Zello.
Sedangkan Ketty di seberang telpon sana hanya menarik sudut bibirnya saja. Ia bisa melihat wajah Tampan Zello dari camera ponsel Zein yang tak sengaja terbaik. Padahal wajah keduanya sangat sama. Namun, Ketty malah lebih mengagumi Zello.
" Zein, aku tutup dulu ya telpon nya. Mami memanggilku". Ucap Ketty yang langsung mengakhiri panggilan telpon nya begitu saja. Tanpa ingin menunggu jawaban dari Zein.
" Kenapa dia mengulangi nya lagi? ".Zello terlihat mengejek saudara kembarnya itu. Yang kini sedang menatap ponselnya lesu.
__ADS_1
" Kau bisa sakit hati jika kau terus terusan berhubungan dengannya. Zein ingat kau itu masih belum cukup umur untuk jatuh Cinta". Zello langsung pergi menjauh dari Zein setelah mengatakan hal itu.
Entah kenapa Zello merasa Ketty bukan teman yang baik untuk mereka. Makanya, sejak awal Zello melihat Ketty, Zello sudah tidak resfeck padanya. Namun, Zello juga tidak tahu kenapa Zein malah tampak begitu akrab dengan anak itu. Bahkan, sampai saat ini mereka selalu berhubungan dan selalu bertelponan layaknya pasangan kekasih.