
Andes tampak bisa bernafas lega. Saat melihat Keyla sudah terlelap tidur di dalam kamar tamu. Dimana beberapa menit yang lalu. Tubuhnya sudah panas dingin akan godaan Keyla. Dan hampir saja ia merenggut masa depan kekasihnya itu.
Andes tahu jika ia mencintai Keyla. Dan ia juga selalu ingin menjaganya. Sampai ia benar benar siap menikahi wanita itu. Mereka hanya terhalang masalah keyakinan saja untuk saat ini. Dan itu pun yang membuat kedua orang tua Keyla sempat membentengi hubungan keduanya.
Namun, sejauh ini Andes akan terus berusaha untuk tetap menjalin hubungan dengan Keyla. Sampai gadis itu benar benar yakin akan memilih kepercayaan nya sendiri.
Andes juga yakin jika Keyla mencintai nya dan ikhlas untuk hidup bersamanya kelak. Keyla pasti mau ikut keyakinan suaminya. Meskipun ia sebagai pria tidak akan memaksa kan kehendak nya.
" Huh". Andes menarik nafasnya lega. Dan memutuskan untuk segera keluar dari kamar tamu itu.
" Kenapa tidak di lanjutkan saja adegan panasnya? ".
Andes menatap kearah dapur dan benar saja. Disana sudah berdiri sosok pria kekar dengan jaket kulit dan sampai jeans nya juga hitam.
" Astaga, kalian itu bisa tidak kalau datang lewat pintu saja?. Kenapa semua orang datang dan pergi seperti hantu begini? ".
__ADS_1
Andes akhirnya memutuskan untuk duduk di mej bar. Melihat Zello yang sedang memakan buah anggurnya yang ada di lemari pendingin miliknya.
" Kau harus ganti semua makanan yang telah kau makan itu Zello! ". Seru Andes asal.
" Ck... Kau tenang saja ndes. Aku bisa menggantinya lengkap dengan ladangnya sekalian ". Jawab Zello dengan sombongnya.
Andes hanya bisa menggelengkan kan kepalanya saja. Dan memilih untuk menegak air minum yang ada di meja bar.
" Ada apa kau kemari?. Kenapa orang orang senang keluyuran saat dini hari seperti ini?". Seru Andes ketus. ". Seharusnya aku sedang tidur pulas dan bisa punya banyak stamina untuk bekerja besok ". Sambungnya lagi menyindir.
" Lusa aku akan terbang ke Jakarta. Apa kau tidak ingin ikut? ". Tanya Zello tiba tiba.
Andes pun langsung menoleh dan menatap sauadarnya itu. ". Apa yang akan kau lakukan disana? ". Kini giliran Andes yang bertanya.
" Aku hanya ingin sedikit bermain dengan tikus tikus kecilku disana". Jawaban Zello membuat Andes yakin, Jika klan nya ada yang sedang melarikan diri.
__ADS_1
" Berapa lama?. Apa kau akan tinggal bersama Zein di mension? ".
Zello langsung menggeleng kan kepalanya. " Aku akan tinggal di tempat ku sendiri. Dan sepertinya aku juga tidak akan singgah ke tempat Oma". Sahut Zello pelan.
" Hei, Come on. Mereka sudah lama tidak bertemu denganmu. Apa kau tidak merindukan Opa, Oma dan keluarga kita disana". Andes berusaha menasehati Zello.
" Aku hanya tidak ingin membuat mereka ikut terkena masalah ku juga. Kau tahu sendiri bukan?. Bagaimana para klan ku? ".
Andes hanya bisa diam dan mengakui jika, Apa yang di katakan oleh Zello adalah benar adanya. Beruntung ia memilih untuk melanjutkan usaha Daddy nya dan tidak masuk dunia mafia seperti Zello. Karena Andes ingin hidupnya dan keluarga nya kelak tenang dan nyaman. Sebab, sejak kecil ia pun sudah puas hidup di lingkungan mafia. Dan malah membuat hidupnya sengsara. Harus kehilangan semua orang orang yang ia cintai.
" Nikahi saja gadis itu!. Jika kau benar benar mencintainya! ". Zello menepuk bahu Andes sebelum ia beranjak.
" Tapi saranku, Lebih baik kau lepaskan jika kau ragu akan perasaan mu itu! ". Sambung Zello yang langsung melangkah pergi dan tak di cegah oleh Andes. karena ia tahu kemana saudara nya itu akan melangkah.
TBC
__ADS_1