
Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Sherly pun mulai membereskan meja kerjanya. Tadi siang ia cukup lama mengobrol dengan Velyn kakak iparnya. Dan kini saatnya Sherly untuk pulang kerumah.
Sherly meraih kunci mobilnya dan juga tasnya. Lalu ia melangkah keluar ruangan. Setelah seharian lelah bekerja. Sherly juga sudah merindukan putranya. Kalau urusan suami mereka berdua harus rela libur dulu untuk beberapa pekan.
Bahkan saat ini Sherly juga sudah kebobolan. Ia sudah mengandung kembali yang usianya sudah jalan 3 bulan. Yang artinya saat pulang dari Bali waktu itu benih mentimun Al benar benar sudah menjadi kecambah. Karena Al lupa untuk menarik mentimun nya keluar. Dimana kata Al tanggung sudah terlanjur tumpah di dalam.
Perut Sherly memang belum begitu ketara. Karena masih sedikit datar. Namun, wanita itu masih saja normal. Kehamilan keduanya ini bahkan ia tidak merasakan morning sickness sama sekali. Nafsu makan nya pun tetap normal. Tapi, yang aneh darinya adalah kadang Sherly malah tidak merindukan suaminya sama sekali.
Padahal dulu saat hamil Fatih Sherly bahkan tidak bisa tidur dengan tenang. Karena maunya di peluk oleh suaminya. Sedangkan kehamilan keduanya ini. Sherly sedikit cuek dan tidak pernah rusuh meskipun Al jarang memberinya kabar.
" Sore dokter ". Sapa seoarang suster yang baru saja keluar dari ruangan persalinan.
" Sore Sus". Sahut Sherly ramah. Meskipun posisinya disini adalah direktur utama rumah sakit Namun, Sherly tidak pernah jumawa dan angkuh. Ia bahkan sangat ramah dan juga humble pada semua karyawan maupun pasien nya.
Namun, Sherly juga sangat tegas dalam membuat peraturan rumah sakit. Ia tidak mentolerir lagi, Bagi para karyawan yang tidak mematuhi peraturan yang ada. Dan keselamatan pasien adalah nomor satu baginya. Terlepas dari semua kalangan. Dan sama sekali tidak membeda bedakan status sosialnya.
__ADS_1
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Sherly memarkirkan mobilnya tepat di depan minimarket kecil yang ada di pinggiran jalan raya. Karena tadi saat di jalan Mami Lea menelpon. Jika Pampers Fatih habis. Padahal ia telah melewati supermarket besar tadinya.
Akhirnya karena untuk putar balik terlalu jauh. Sherly melihat ada minimarket kecil di ujung jalan dekat simpangan. Memang minimarket nya tidak terlalu besar. Tapi, tidak ada salahnya juga untuk mencari pampers ukuran Fatih disana.
Ketika Sherly masuk kedalam minimarket seorang penjaga toko langsung tersenyum manis padanya. Dia adalah seorang wanita lanjut usia yang usianya lebih tua dari Mami mertuanya.
" Mau cari apa nak? ".Tanya wanita itu ramah.
" Saya mau cari pampers ukuran M bu, Apa ada?? ". Tanya Sherly sambil menyebutkan nama merek pampers dengan ciri khas warna kuning dan putih.
Beberapa saat kemudian Sherly telah kembali dengan membawa tiga ball besar sekaligus dengan ukuran yang sama dan menyodorkan nya pada wanita paruh baya itu.
Ketika Sherly akan membayar dan pemilik tokoh sedang menghitung jumlah bil nya. Tiba tiba ada dua orang pria menggunakan sepeda motor dan langsung masuk kedalam toko. Sherly pikir mereka juga akan berbelanja. Namun, di luar dugaan nya.
__ADS_1
Kedua pria itu malah mengeluarkan senjata tajam dan pistol. Mereka meminta paksa semua yang pemilik tokoh nya. Dengan mengarahkan pistolnya kearah wanita tua itu.
Sherly pun ikut di ancam menggunakan senjata tajamnya. Sebuah pisau kecil yang di arahkan tepat di perutnya.
" Cepat serahkan uangnya sekarang juga!!. Atau kalian akan kami bunuh! ".Seru seorang pria yang ada di samping Sherly.
Sherly hanya bersikap santai dan belum melakukan apa apa. Ia melirik kearah CCTV yang ada tepat di didepan mereka di atas kepala sang pemilik toko. Senyum Sherly terbit saat CCTV itu memutar seiring dengan jarum jam. Dan ketika arah CCTV memutar kebelakang. Saat itu juga Sherly langsung mengambil pulpen yang ada di atas meja kasir dan menancapkannya pada lengan pria yang memegang pisau di sampingnya.
Meskipun dalam keadaan hamil seperti ini tak membuat Sherly takut akan apapun. Pria itu ingin menyerang balik , begitu juga dengan pria yang memegang pistol. Tapi, sayang nya gerakan tubuhnya kalah cepat dengan Sherly. Sherly langsung menendang perut sang pria satunya dengan tenaga dalamnya. Membuat pria itu pun langsung tersungkur ke lantai.
Pemilik toko hanya bisa melongo akan aksi Sherly. Dimana wanita yang terlihat anggun dan berbusana Syar'i itu. Bisa melumpuhkan kedua pria hanya dengan hitungan detik saja. Sherly pun mengambil sajam serta pistol pria itu. Yang ternyata hanya pistol kosong tanpa peluru.
Kecepatan gerakan Sherly pun tepat dengan berputar nya camera CCTV ke tempat semula. Dan Sherly pun sudah membayar semua total belanjaannya.
" Telpon saja polisi buk!!. Mereka tidak akan bisa lari sampai polisi datang kemari! ".Ucap Sherly seraya melangkah keluar toko dan membuat pemilik toko melongo dan menganggukkan kepalanya saja. Bahkan Sherly pun membayar dengan uang lebih namun tak di sadari oleh wanita itu.
__ADS_1
" Dasar preman kampung ". Cibir Sherly ketika ia sudah berada di depan mobilnya lagi.
TBC