
Kediaman Al Naru...
Sherly masuk kedalam ruangan kerjanya suaminya. Setelah ia menunggu lebih dari satu jam lamanya. Tapi Al tak kunjung datang juga. Ternyata suaminya itu sedang fokus menatap layar laptopnya. Hingga ketika pintu di buka saja Al tidak menoleh sedikitpun.
"Apa layar laptopnya begitu menarik dibanding aku bang??? ". Sherly langsung duduk di pangkuan suaminya tanpa permisi lebih dulu.
Al tersenyum melihat aksi istrinya. Apalagi Sherly masuk hanya dengan memakai lingerie tipis berwarna merah cerah yang sangat pas di tubuhnya. Memperlihatkan gundukan yang semakin padat bersisi bersamaan dengan usia kehamilan nya.
" Kenapa belum tidur?. Hem??? ". Al bertanya sambil mengeratkan kedua tangannya pada pinggang istrinya.
" Aku tidak bisa tidur jika suamiku saja masih bekerja".
Al kembali tersenyum dan mencubit gemas hidung mancung istrinya. "Apa baby minta di kunjungi Daddy nya??? ". Kini giliran Al yang menggoda istrinya.
Sherly terkekeh akan pertanyaan konyol dari suaminya. " Itu sepertinya bukan keinginan baby deh bang. Tapi maunya Daddy nya sendiri ".
" Tapi kamu suka kan sayang??? ".
Sherly membenarkan posisi duduknya. Hingga kini ia malah melebarkan kedua kakinya duduk menghadap wajah suaminya. Dengan posisi yang sama masih di atas pangkuan suaminya. Namun, kedua tangan Sherly sudah melingkar di leher sang suami.
__ADS_1
" Apa posisi begini akan nyaman sayang??? ". Goda balik Sherly.
Al pun tidak memberikan jawaban. Ia hanya fokus pada bibir istrinya dan juga dua gundukan padat berisi yang sejak tadi telah mencuri perhatiannya. Dan tak berselang lama Al malah langsung membungkam mulut Sherly dengan pagutan bibir yang menuntut.
Sherly pun ikut membalas ciuman panas suaminya. Hingga terjadilah aksi sesap menyesap yang berlangsung cukup lama. Bahkan Al telah menurunkan tali lingerie istrinya. Hingga kini dua gunung kembar itu bisa Al lihat dengan jelas.
Beruntung ruang kerja Al berada di dalam kamar mereka sendiri Dan hanya dibatasi oleh dinding dan pintu yang berbeda. Jadi, Sherly bisa bebas keluar masuk ruangan kerja suaminya tanpa memakai hijab dan busana Syar'i nya.
" Apa ini sudah mulai basah??? ".
Al bertanya seraya satu tangannya sudah menyentuh benda dibawah sana. Dimana rongga kenikmatan yang selama ini selalu membuatnya ketagihan.
" Abang bisa periksa sendiri kan??? ". Jawab Sherly dengan suara lirihnya. Bagaimana tidak, Sherly sedang menahan sesuatu sebab, suaminya itu mulai menyentuh ujung bukit kecil dibawah sana. Menciptakan sensasi geli yang membuat tubuh Sherly menegang.
" Abang sudah tau jawabannya, kenapa mesti bertanya lagi??? ". Jawab Sherly sedikit kesal.
Al pun kembali terkekeh. Namun, ia juga sedikit mengangkat bokong istrinya. Agar ia bisa membuka dan menurunkan pembungkus tongkat berbulu nya. Sherly pun buru buru melakukan penyatuan nya saat ia bisa merasakan milik suaminya sudah siap tempur. Membuat Al hanya bisa tersenyum senang.
" Bergoyang lah sayang!!! ". Perintah Al dengan suara beratnya.
__ADS_1
Benar saja Sherly pun mulai bergerak. Hingga menciptakan rasa dengan segala rasa. Al memejamkan matanya menikmati setiap gerakan tubuh sang istri.
" Akh... ".
******* kenikmatan tiada tanding mulai terdengar saat Sherly menurun naikkan pinggulnya. Dengan kedua tangan yang melingkar di leher suaminya.
Cukup lama keduanya saling adu kenikmatan. Bahkan sambil bertautan bibir. Sembari merintih nikmat. Al juga sudah menanggalkan semua kain yang menempel pada tubuhnya.
Membuat baby boy di dalam sana ikut bergerak aktif. Akan gesekan benda tumpul yang menusuk nusuk pintu rahim sang Mommy.
"Akhhhh... ".
" Aahhhkkk... ".
Lenguhan dan erangan saling bersahut sahutan. Ketika keduanya sudah mencapai puncak nirwana. Peluh dan keringat selalu menjadi saksi. Akan permainan panas keduanya. Rasa pegal dan capek baru terasa ketika permainan itu selesai.
Deru nafas yang tersengal sengal. Membuat keduanya saling tatap penuh cinta. Al juga mendaratkan kecupan singkat di kening istrinya. Seolah mengungkapkan betapa besarnya rasa cintanya pada sang istri.
"Abang... ". Pekik Sherly saat Al kembali bergerak karena kedua benda masih saling menempel dan Al juga belum melepaskan nya meskipun ia sudah menyemburkan lahar panasnya di dalam sana.
__ADS_1
" Tadi hanya pemanasan sayang".
MAAFKANLAH HARI INI DIBIKIN PUAAAANAS DISANA SINI. KARENA OTHOR LAGI ONENG π€π€ HITUNG HITUNG BUAT REFERENSI KALIAN GENGS DI HARI WEEKEND π€ͺπ€ͺπ€ͺπππ BIAR SSKALIAN TAMBAH VITAMIN JUGA πππ