Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kembali Membuat Ulah


__ADS_3

Jika Al dan Sherly sedang kejar setoran sebelum nantinya akan puasa lama saat sang baby lahir kedunia. Di tempat yang berbeda saat ini Mark tengah berbicara serius dengan asisten pribadinya lewat panggilan telpon nya.


Naura yang baru saja menidurkan baby cici. Tampak mencari keberadaan suaminya yang sejak pamit beberapa menit yang lalu. Sampai saat ini malah belum kembali ke kamar juga.


Belum juga sempat Naura beranjak baby cici malah kembali menangis. Membuat Naura menghela nafasnya. Sejak pulang dari rumah kedua orang tuanya sore tadi. Baby Cici malah rewel, ia bahkan tidak mau di letakkan sama sekali. Naura juga sangat pegal sejak tadi hanya gendongan saja.


" Cici sayang, Bobok ya!!. Ini sudah malam sayang. Mommy juga harus istirahat ". Lirih Naura sambil menatap wajah putrinya. Tapi, bukannya diam baby Cici malah semakin menjerit nangisnya.


" Uh... uh... Tayang Mommy ".


Naura mengangkat baby Cici dan kembali menggendong. Menepuk nepuk pelan pantat baby Cici. Tapi masih saja menangis, Bahkan ia juga menolak saat dikasih asi oleh Mommy nya.


" Yaa Allah nak, Cici maunya gimana sih sayang??? ". Naura jadi bingung sendiri akan aksi putrinya malam ini.


" Kenapa sayang??? . Kok cici ngamuk gitu??? ".


Naura menoleh dan menggeleng kan kepalanya. Karena ia juga tidak tahu apa maksud putrinya. Mark pun menghampiri anak dan istrinya setelah ia memgunci pintu kamarnya. Lalu mengambil alih baby Cici dari tangan istrinya.


" Uh, anak Daddy, kok malah ngamuk sih?. Mommy nakal ya? ". Melihat wajah sang Daddy Cici malah langsung diam dan berhenti menangis.


" Dasar memang anak Daddy". Guman Naura menarik nafasnya lega. Karena sekarang Cici sudah anteng di gendongan suaminya.

__ADS_1


"Tidur saja sayang kalau udah ngantuk!!!. Biar Cici aku yang jagain". Ucap Mark menatap wajah istrinya yang tampak kelelahan mengurus baby Cici dsn kewalahan akan aksi putrinya itu.


Dulu si kembar bahkan tak pernah mengamuk sama sekali. Mereka selalu saja anteng jika Zello tidak berulah mengganggu adiknya. Tapi sejak Cici lahir, Naura malah kurang istirahat. Belum lagi jika sudah ngamuk seperti tadi. Susah untuk di tenang kan, Apalagi baby Cici juga tidak mau di sentuh dan di gendong dengan orang asing.


Babysitter nya saja hanya mengawasi nya. Dan tidak berani untuk menyentuhnya. Karena baby Cici pasti akan menangis kejer kejer seperti di cubit saja. Dan jika putrinya menangis maka Mark akan naik pitam. Beruntung sekarang Mark sudah paham.


Naura pun berjalan kearah ranjang. Jujur matanya sudah lima watt. Tubuhnya juga benar benar lelah.


"Kenapa aku jadi mudah lelah begini ya??? ". Ucap Naura sembari berbaring di atas ranjangnya.


" Mungkin karena kita sekarang jarang olahraga sayang". Jawab Mark dengan konyolnya.


" Dan malam ini kan belum ". Sahut Mark dengan kedipan matanya.


Naura mencebikkan bibirnya. Lalu berkata". Urus dulu putrimu itu!!. Baru bisa main lagi".Jawaban Naura membuat Mark menganggukkan kepalanya cepat.


Sedangkan Naura hanya menggeleng pelan. Suaminya itu paling tidak bisa kalau di ajak yang berbau kenikmatan. Pasti akan setuju tanpa dibujuk.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


" Apa yang sedang kau lakukan Zello??? ". Andes menghampiri Zello ketika melihat pintu kamar Zello sedikit terbuka tapi lampunya sudah di padam kan.

__ADS_1


" Ah, kau itu seperti Jailangkung saja ". Cibir Zello dengan tatapan datarnya . Lalu ia kembali fokus pada layar laptopnya kembali.


" Daddy bisa marah jika kau kembali membobol keamanan sistem perusahaan nya Zello". Andes kembali mengingatkan Zello yang notabene nya memang suka jahil dengan perusahaan Daddy nya.


"Aku tidak sedang bermain dengan perusahaan Daddy. Tapi dengan milik orang lain Ndes. Kau lihat saja ini!!! ".


Andes mempertajamkan penglihatan nya. Dan benar saja itu bukan nama perusahaan Mark ataupun keluarga besarnya. Andes pun tidak tahu perusahaan siapa yang sekarang menjadi sasaran empuk Zello.


" Tinggal tekan ini saja, maka semua labanya akan pindah ke tangan ku". Seru Zello dengan bangganya.


"Jangan membuat ulah Zello!!!. Kau bisa membuat Daddy dalam masalah". Andes kembali memberi nasehatnya.


" Ah, kau itu payah sekali ndes. Kau lupa jika Daddy itu biangnya masalah?. Jadi, jangan ragukan kemampuan nya juga! ".


Andes hanya menggeleng kan kepalanya saja. Ia juga tidak mau ikut ikutan apa yang sedang di lakukan oleh Zello. Karena jika mendapatkan hukuman dari Mark mungkin mereka siap. Tapi, jika Naura yang sudah marah. Maka, Daddy nya saja tidak bisa membantu apalagi mereka sendiri.


"Hei, kau mau kemana???".


" Lebih baik aku kembali ke kamarku. Daripada aku terlibat oleh masalah yang akan kau buat itu". Jawab Andes dengan nada datarnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2