Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Sudah Ada Rencana


__ADS_3

Mension Mark...


Ketika semua orang yang baru saja selesai ujian sekolah. Maka mereka akan menggunakan waktunya untuk liburan dan menikmati nya dengan pergi jalan jalan untuk sekedar healing ataupun sampai pergi ke luar Negeri. Yang banyak membuat otak kembali refres kembali. Namun, itu berbeda dengan seorang gadis bertubuh sedikit gempal. Namun, sayangnya kecantikannya masih saja tetap terpancarkan.


Bola mata yang bulat dengan alis yang tebal. Bibir mungil yang sedikit berisi. Semok aja masih cantik apalagi nanti jika dia udah berhasil diet. Mungkin mata semua kaum adam tidak akan berpaling dari kecantikan nya itu.


Di dalam ruangan olahraga gadis itu tengah fokus . Demi menjadi langsung seperti Mommy nya. Ia akan terus berusaha keras. Bahkan, ia juga sampai menolak semua tiket liburan yang Daddy nya tawarkan untuknya. Keinginan dan impiannya saat ini hanya satu. Yaitu bisa menurun kan berat badannya. Sampai ia bisa di katakan ideal.


" Ayo sayang semangat!!. Kamu pasti bisa baby". Seru Naura berteriak sambil mengangkat kedua tangannya yang mengepal memberikan semangat untuk sang putri.

__ADS_1


" Haiss... Kenapa Mommy berisik sekali sih". Guman Cici yang sudah ngos ngosan karena kegiatan olahraga yang sangat menguras tenaga nya.


Namun, semua itu juga tampaknya akan sangat berhasil. Dimana, baru satu minggu ini berat badannya mulai turun secara perlahan. Hingga kini tidak terlalu gempal seperti sebelumnya.


Ia juga sangat menjaga pola makan nya sekarang. Bahkan, coklat dan semua makanan yang mengandung gula serta lemak berlebihan sangat ia hindari. Dan bahkan tidak pernah ia sentuh sama sekali. Ketika pagi hari ia hanya sarapan sandwich dengan toping sayuran segar dan mayones. Yang biasanya minum susu, sekarang ia juga mulai terbiasa meminum jus buah segar ataupun sayuran segar saja.


Begitupula dengan makan siang dan makan malam nya. Cici bahkan mengganti karbohidrat nya dengan beras merah , dan juga kentang atau umbi umbian lainnya. Kadang cara Cici sekarang membuat sang Daddy hanya bisa menggeleng kan kepalanya. Padahal, selama ini putri bungsunya itu. Sangat tidak pantang dengan makanan apapun.


" Baby, jangan di Paksakan kalau lelah! ". Mark pun tak mau kalah dalam memberikan godaan bagi putrinya.

__ADS_1


Karena menurut Mark, Belum saatnya Cici untuk memperlihatkan kecantikan pada dunia. Sebab, ia juga hanya memiliki satu anak perempuan. Dan itu artinya sebagai seorang Daddy yang mempunyai banyak musuh pada saat masa mudanya dulu. Ia harus pandai pandai menjaga dan melindungi keluarga sendiri. Termasuk menyembunyikan berlian nya.


" Vian, Kau itu sangat menyebalkan sekali". Sentak Naura menatap tajam suaminya.


" Sayang, belum waktunya berlian kita di rebutkan banyak orang. Terutama para pria yang tidak bertanggung jawab. Karena kau tahu sendiri kita sudah menyiapkan jodoh untuknya. Dan aku tidak mau semuanya sia sia". Jawab Mark penuh penekan.


" Hei, justru itu sekarang yang sedang aku rencanakan sayang". Senyum Naura tampak licik. Membuat Mark mulai memicingkan matanya.


" Apa yang sedang kau rencana kan sayang? ".Selidik Mark penuh curiga pada istrinya.

__ADS_1


" Kau akan tahu nanti ". Jawab Naura santai dan langsung berlalu pergi sambil mencolek dagu suaminya. Bahkan, Naura pun mengedipkan satu matanya untuk menggoda suaminya itu.


" Ohh.. Lihatlah pasangan suami istri!. Kenapa mereka semakin tua semakin menjadi jadi saja? ". Guman Cici menatap punggung kedua orang tuanya. Yang saat ini telah hilang di balik pintu ruangan olahraga itu. Membuat tutornya hanya mengulas senyum nya saja.


__ADS_2