Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Penyusup


__ADS_3

Sherly masih saja asyik mengobrol bersama Jeny. Didepan ruang ICU Mona. Sampai Jeny pun lupa jika tadi ia sudah pamit pulang dengan Mami nya. Membuat Satria hanya menepuk jidadnya saja. Karena jika istri sudah ketemu teman ngobrol ya begini suka lupa waktu.


Jam bahkan sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas menit. Yang artinya sudah satu jam lebih Sherly meninggalkan suaminya sendirian di dalam ruangan rawatnya.


"Honey kalian lanjutkan saja mengobrol nya!!!. Aku akan melihat Allah dulu kasian dia di tinggal sendiri".Ucap Satria yang sejak tadi sudah mulai bosan menunggu istrinya yang tak kunjung selesai ngobrolnya.


" Iya Dad".Jawab Jeny sedikit cuek karena ia masih asyik mendengarkan Sherly.


"Lihatlah dia, kalau sudah klop pasti begitu".Gerutu Satria sambil melangkah pergi.


Tak berselang lama Rayen yang baru kembali dari menerima telpon. Langsung menanyakan keberadaan Satria pada anak dan mantunya. Sedangakan Lea sedang berada di toilet.


" Loh mana Satria Jen??? ".


" Di ruangan Al pa. Katanya kasian lihat Al sendirian di ruangan rawatnya".Sahut Jeny jujur


"Oh yasudah, Papa juga mau kesana. Nanti kalau Mami tanyain papa bilang saja Papa di ruangan Al".Ucap Rayen yang di jawab anggukan kepala oleh Sherly dan Jeny.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Satria yang sudah tiba di depan ruangan rawat Al. Nampak menajamkan telinga nya saat ia mendengar suara berisik dari dalam ruangan Al.Semakin Satria mendekat semakin jelas saja suaranya.


Brukkk...

__ADS_1


Brakkk...


Klentiinggg...


Seperti suara benda benda yang di lempar dan juga sangat rusuh. Tanpa berpikir panjang lagi Satria langsung membuka Handle pintu. Ternyata nampak terkunci dari dalam.


"What???. Kenapa pintunya di kunci??. Bukannya tadi kata Sherly Al sedang tertidur".Guman Satria sedikit heran.


Satria yang langsung berpikiran macam macam karena mengetahui bagaimana Sherly sebelum menikah dengan Al. Langsung mencoba mendobrak pintu ruangan rawat Al.


Membuat Rayen yang baru tiba bingung sekaligus terkejut akan aksi Satria. "Ada apa???".Tanya Rayen nampak sedikit emosi.


" Bantu aku membuka pintunya pa. Al sedang dalam bahaya di dalam ".Seru Satria panik. Membuat Rayen ikutan khawatir akan keadaan putranya yang baru saja selesai di jahit kembali.


Sambil menahan dadanya yang masih terasa sangat nyeri karena jahitannya baru. Al terus menghindari serangan pria tak di kenalnya itu. Bahkan kini ruangan itu tampak sangat kacau dan berantakan sekali. Karena Al hanya bisa menangkis pisau yang akan pria itu tusukkan ke tubuhnya.


Al sudah melempar semua benda di dalam ruangan demi menghindar. Dan sebisa mungkin agar lukanya tidak kali sobek seperti sebelumnya.


"Hais... Kenapa Bangsat itu lama sekali membuka pintunya?? ".Batin Al yang menggerutu kesal akan keleletan kaka iparnya itu. Tanpa Al ketahui jika di luar juga ada Papanya.


Dug...


Dug...

__ADS_1


Dug...


Brakkk...


Suara pintu terbuka dari arah luar membuat pria bertopeng dan bermasker itu. Langsung cepat cepat melompat lewat jendela. Namun, Al berhasil menarik kalung yang di pakai oleh pria itu. Karena telat sedikit saja Satria dan Rayen membuka pintu.


Al pasti sudah terkena tusukan pisau oleh pria tak di kenal itu. Rayen dan Satria pun langsung menghidupkan lampu. Dan membantu Al untuk berdiri. Nampak darah mulai membasahi baju pasien Al. Tapi tidak begitu banyak.


"Siapa orang itu Al??? ".Tanya Satria sambil memainkan ponselnya. Ia menghubungi anak buahnya yang berjaga di luar sana. Dan selalu mengawasi nya dari jauh.


" Mana aku tahu Bangsat. Tiba tiba saja dia menyerangku saat aku tertidur ".Jawab Al sedikit kesal.


" Shittt... "Upat Satria ketika menghubungi anak buahnya tapi tak satu pun yang mengangkat panggilan telepon nya.


" Hubungi saja Mark!!. Mungkin anak buahmu sudah tewas di bantai mereka".Ucap Al datar.


"Al, Papa bantu kamu kembali keranjang ya".Rayen berusaha menenangkan putra dan mantunya. Yang selalu saja tidak akur kalau bertemu .


Tapi Al dan Rayen langsung menghela nafasnya kasar. Saat melihat ranjang pasien Al sudah tak berbentuk lagi. Karena kapasnya sudah pada keluar dari tempat nya. Terkena sayatan pisau tajam.Sang pria tadi.


Al masih menggenggam sebuah kalung yang sangat ia tahu. Yaitu kalung keanggotaan prajurit seperti dirinya. Yang artinya masih ada penghianat di dalam wilayah tempat kerjanya.


"Lihat saja nanti, aku akan membuat kalian semua menyesal sudah berurusan denganku".Batin Al mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Al tahu sekarang siapapun bisa melakukan kebatilan demi mendapatkan uang. Dan Al makin penasaran ada motif apa sebenarnya ini.


__ADS_2