Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Berkumpul nya Para Penguasa


__ADS_3

Setelah menerima telpon dari Mark tadi pagi. Kini Sherly yang baru saja keluar dari ruang kerjanya. Karena jam kerjanya telah usai. Wanita cantik dengan balutan gamis Syar'i nya itu. Langsung melangkah keluar rumah sakit.


Karena ia sudah janji akan langsung kerumah Mark dan Naura. Dimana disana saat ini tengah berkumpul pada kakak kakanya. Ia juga sudah merindukan Lucas. Putra semata wayangnya Kris dan Zalfa.


Tetapi saat Sherly baru akan membuka pintu mobilnya. Tiba tiba ia di kagetkan dengan bariton suara seorang pria yang sangat ia kenal.


"Ternyata setelah menikah adik perempuan ku satu ini sudah tidak mengenali kakaknya sendiri??? ".


Sherly pun langsung menoleh kini tatapan nya bersihtatap pada pria kekar berwajah khas orang orang eropa itu.


" Kak Kris".Seru Sherly dengan senyum dibibirnya. "Kenapa kaka ada disini?. Bukannya kaka baru saja tiba? ".Sherly pun langsung menyerang Kris dengan begitu banyak pertanyaan nya.


Tapi yang ditanya hanya mengukir senyum nya saja.Kris langsung menghampiri


sherly dengan senyum yang masih terpancar di bibirnya yang sedikit tebal itu.


" Kaka sengaja menjemput kamu She. Karena kaka begitu merindukan adik bungsu kaka ini".Seru Kris sambil terus menatap mata indah Sherly.


Sudah lama sekali Kris tidak melihat adiknya itu. Meskipun mereka tidak satu darah. Tapi rasa sayangnya pada sherly melebihi adik kandungnya sendiri. Mark dan Kris pun rela berkorban apapun untuk keselamatan Sherly.

__ADS_1


Hubungan keluarga Sherly dan kedua orang tuanya dulu juga terjalin sangat baik. Dan sudah seperti keluarga yang saling menyayangi satu sama lainnya.


"Kak Kris tidak berubah sama sekali. Masih saja seperti dulu. Sherly ini bukan anak kecil lagi kak. Bahkan adik kaka ini sekarang sudah jadi seorang istri. " Sherly menghela nafasnya pelan. "Aku pikir Mba Zalfa pasti akan sangat cemburu melihat sikap kaka begini".Seloroh Sherly sambil tersenyum mengejek.


" Apa kau tidak mau memeluk kakak mu ini, Hm? ".Tawar Kris yang kini sudah merentangkan kedua tangannya.


Sherly pun langsung berhamburan kedalam dekapan Kris. Membuat Mark yang baru saja keluar dari rumah sakit. Hanya menggelengkan kepala nya saja.


Aksi Sherly dan Kris sempat menjadi tatapan bingung orang orang di sekitar rumah sakit. Tapi Mark hanya melangkah dengan santainya. Menghampiri adik dan juga kakak nya itu.


" Kalian berdua ini sudah seperti sepasang kekasih yang berselingkuh di belakang pasangan masing masing saja".Mark mencibir seraya menatap datar kedua saudara nya itu.


Sedangkan Mark selalu saja memasang wajah datar dan dingin. Dengan aura penuh kharismatik yang membuat nyali semua orang langsung menciut.


"Kenapa kalian berdua ada dirumah sakit secara bersamaan??? ".


Sherly nampak mengerutkan keningnya. Karena kedua kakaknya itu ada dirumah sakit yang sama dengan dirinya. Tanpa ia ketahui apa yang dilakukan oleh keduanya disini.


" Mau sampai kapan kau akan menyembunyikan nya She?".Mark malah bertanya dengan tetap memasang wajah datarnya penuh wibawa itu.

__ADS_1


Lagi lagi Sherly menautkan kedua alisnya bingung akan pertanyaan Mark barusan. "Maksud kakak apa??? ".Tanya Sherly seraya menatap Mark dan Kris secara bergantian.


" Bukankah sekarang disana sudah tumbuh calon keponakan ku??? ".


Ucapan Mark kali ini membuat Sherly langsung tersenyum. " Ah, aku lupa jika seorang Mark bisa dengan mudah mengetahui hal apapun".Seloroh Sherly yang kini memanggil Mark tanpa embel embel king lagi.


"Segera beritahu suamimu itu!!. Karena ini adalah kabar bahagia kalian berdua".Kris pun ikut menimpali dengan tatapan teduhnya.


" Bang Al belum bisa dihubungi kak".Lirih Sherly terdengar lesu.


Mark menghela nafasnya kasar. Sembari mengelus pucuk kepala Sherly pelan. Hal yang selama ini sangat jarang ia lakukan. Karena ia hanya bersikap lembut saat bersama sang istri nya saja.


"Setidaknya kau beritahu dulu keluarga suamimu itu She!. Aku yakin Papa Rayen dan Mami Lea akan sangat bahagia mendengar kabar ini".Kris pun mengangguk kan kepalanya setuju.


Membuat Sherly pun ikut mengangguk kan kepalanya. Tak ada hal yang lebih berarti dalam hidup ini. Selain kebahagiaan diri sendiri dan juga keluarga kita.


Mark menatap iba pada Sherly saat ini. Dimana kondisinya sedang berbadan dua.Tapi jauh dari suaminya. Yang kini sedang memgemban tugas Negara. Dan rela berjauhan dari istri serta keluarga nya.


"Baiklah, sekarang kita pulang dulu saja!. Naura dan Zalfa sudah menunggu sejak tadi".Seru Mark sambil memberi kode pada Sherly untuk ikut masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2