Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Menjijikkan


__ADS_3

Tak berselang lama pintu ruangan pengap itu di buka dari arah luar. Tapi kelima pria itu kompak pura pura belum sadarkan diri. Padahal sebelum nya belum ada rencana apapun yang mereka bahas.


"Nyalakan lampunya!!! ".Perintah seorang Pria dengan suara paraunya.


Ketika lampu di nyalakan pria itu menatap satu persatu wajah kelima prajurit yang menjadi sandera nya saat ini. Entah siapa dalang dari semuanya. Al masih bingung. Namun, satu yang Al curigai ada sangkut pautnya dengan istrinya. Karena Al sedikit melihat tato di tangan pria yang masuk kedalam ruangan itu.


" Hahaha... Seorang prajurit tapi lemah".Ledeknya sembari duduk di kursi yang ada di sudut ruangan berbau amis itu.


Bahkan ia di temani oleh dua orang wanita berpakaian minim. Nyaris telanjang, yang langsung ikutan duduk di paha kanan dan kirinya.


Sungguh pemandangan yang sangat menjijikkan untuk dilihat. Apalagi ketika salah satu wanita di kirinya mulai menyodorkan delima kembarnya pada pria bertubuh kekar itu. Dan yang lebih menjijikkan lagi. Si pria langsung melahabnya rakus.


"Menjijikkan, punya bini gue aja yang lebih montok dan mulus selalu di tutupin. Lah ini udah bentuknya aneh malah disuruh celengan semar nyesapnya".Batin Al ingin muntah melihatnya.


"Anjir... Gue berasa nonton film semi kalau kek gini".Upat Rendi kesal dalam hatinya.


" Barang kek gitu aja di pamerin. Punya cewek gue lebih bagus bentuk nya". Batin Arkan tak kalah kesalnya.


"Bos, sampai kapan kita menyandera mereka disini??? ".Tanya salah satu anak buahnya. Membuat kegiatan pria tak berakhlak itu terjeda.


" Sampai tuan besar memberi perintah nya. Dan jika itu terjadi maka siap siap saja kalian habisi mereka tanpa bersisa sedikit pun!!! ".. Jawab Pria kekar dan sedikit gendut itu tersenyum jumawa.

__ADS_1


" Lakukan baby!!! ".Dengan lantangnya pria kekar itu menyuruh jalangnya memuaskan nya di dalam ruangan tersebut. Dan hanya dengan beralaskan kursi sebagai tempat nya duduk.


Benar saja, beberapa detik kemudian. Suara ******* dan juga lenguhan menjijikkan terdengar jelas oleh kelima pria yang pura pura pingsan itu. Ingin sekali rasanya Rendi memukul wajah pria gendut itu.


Begitu juga dengan Arno yang semakin ingin buang hajatnya kala melihat pusaka sang pria yang nampak lebih kecil dari pada tubuhnya.


"Hais... Cuma sebesar cacing Alaska saja bangga".Batin Al meledek. Ingin sekali saat ini kelima pria yang sama sama sering somplak itu. Untuk tertawa lepas. Begitu melihat alat tempur sang celengan semar.


Tapi sebisa mungkin mereka tahan. Agar tidak ketahuan, demi mencari jalan keluar sebelum orang yang disebut oleh mereka sebagai tuan besar. Memberi perintah nya untuk menghabisi mereka semuanya.


Cukup lama mereka terus berpura pura seperti itu. Karena celengan semar tak kunjung selesai menggarap kedua ladang wanita durjana itu. Satu persatu persatu. Hanya dengan mengandalkan cacing Alaska kata Al.


Tempat tersebut layaknya tempat prostitusi gelap. Karena dari arah luar juga Samar Samar ikut terdengar suara *******.


Membuat kelima pria prajurit itu benar benar semakin muak. Andai saja mereka sudah bisa melepaskan ikatan rantai nya. Mungkin mereka lebih memilih gelut dan adu tinju sampai menghajar ketiga pria tak bermoral tersebut.


Sayangnya rantai yang mengikat tangan mereka. Sangat kokoh dan kuat. Al memberi kode pada Rendi dan tiga A.Membuat ke empat pria menganggukkan kepalanya.


Suasana terang membuat mereka bisa saling tatap. Karena para manusia durjana dibawah sana. Sedang asyik bermain cangkulan. jadi mereka tidak fokus pada tawanan nya.


Gelak tawa pria yang berbentuk celengan semar itu. Semakin puas saat kedua wanita tadi yang sudah ia rasakan tubuhnya. Nampak lemas tergelak di lantai lembab itu. Karena di gilir kembali oleh anak buahnya.

__ADS_1


Tak ada yang lebih hina selain kemaksiatan yang ada di depan mata. Mereka benar benar tak ada harga dirinya sama sekali. Dan sudah tidak punya malu lagi. Memang dari wajah dan tampangnya. Para pria itu bukanlah orang asli asia.


Setelah selesai dengan kegiatan nya. Ketiga pria itu mulai keluar dari ruangan. Meninggalkan kedua wanita yang sudah memuaskan mereka yang tergeletak di lantai kotor tersebut.


Bagai sampah yang tak berguna lagi. Bahkan kondisi tubuh yang tak memakai sehelai benang pun. Tak berselang lama ada empat pria datang. Dan menyeret kedua wanita tadi dengan paksa.


Lampu ruanga kembali di matikan. Membuat kelima prajurit itu bernafas dengan lega.


"Gila bro, loe pada lihat kagak tadi??? ".Seru Rendi sedikit pelan.


" Najis gue lihatnya ".Jawab Arkan yang langsung meludah.


" Jadi kangen pacar gue".Seloroh Arno.


"Nikah woi... Jangan cuma di genjot doang. Dinikahi kagak".Sahut Rendi, dan Ardan secara bersamaan


Al hanya menggeleng kan kepala nya saja.Akan candaan dan kekonyolan anggotanya itu. Padahal sedang bertarung nyawa tapi malah sempat sempatnya bergurau tak jelas hanya karena hal sepele.


" Kalian ini malah bercanda. Ayo mikir bagaimana caranya melepaskan diri dari sini!!! ".Ucap Arkan.


" Setidaknya menghibur diri dulu sebelum mati bro".Sahut Rendi mulai pasrah. Ketika mereka baru sadar jika dibawah ada seekor Harimau yang baru saja di masukkan ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


**TBC


VOTE NYA DONG BAGI OTHOR πŸ€—πŸ€—πŸ€—**


__ADS_2