Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Mulai Membaik


__ADS_3

Sherly tak pernah jauh dari brankar pasien suaminya. Bahkan kini wajah Sherly nampak lebih ceria dari biasanya. Karena ia bisa bernafas dengan lega. Saat mengetahui keadaan suaminya yang semakin membaik.


Wajah suaminya juga sudah nampak lebih cerah hari ini. Namun, tiba tiba Sherly merasa sangat lapar. Karena ia tadi cuma minum segelas susu khusus bumil dan juga buah saja.


Jika lapar begini ingatan Sherly langsung tertuju pada permintaan nya semalam pada Mark. Yang ternyata sampai hari ini belum namoak hilal nya. Jangan kan wujudnya, bau nya saja tidak sampai.


"Sepertinya king lupa dengan pesanan ku semalam".Lirih Sherly mencebikkan bibirnya.


" Ah, padahal aku sangat ingin sekali memakan nya".Guman Sherly lagi sambil sedikit merengek.


"Memangnya apa yang kau ingin kan?. Hm? ".


Sherly pun nampak terkejut dan langsung menoleh . Menatap wajah suaminya yang saat ini sedang tersenyum manis padanya.


'Sayang... Kau sudah sadar?. Apa ada yang sakit??. Yang mana???. Katakan padaku!!! ".Sherly terus saja nyerocos memberi pertanyaan pada Al. Sedangkan Al hanya bisa terkekeh geli akan sikap istrinya ini.


Tangan Al terulur untuk mengusuk pucuk kepala istrinya. " Aku jadi rindu suasana panas di ranjang kita sayang".Seloroh Al sambil mengulum senyumnya.


"Abang... iiihh... Pikirannya kok langsung kesana sih".Sherly memanyunkan bibirnya sambil bersemu merah.

__ADS_1


" Apa kau tidak merindukan ku sayang??? ".Tanya Al dengan senyum smirk nya


" Tentu saja aku merindukanmu sayang. Eh, tapi tunggu dulu sejak tadi aku dengar abang memanggilku dengan panggilan yang berbeda dari biasanya".Sherly sedikit bingung akan panggilan baru yang di lontarkan oleh Al.


Al kembali tersenyum dan menjawab. "Yaa istriku. Mulai hari ini dan seterusnya aku akan memanggilmu dengan kata sayang... Sayang... dan sayang no Baby lagi".Katanya dengan sedikit menggoda istrinya.


" Kenapa???. Bukan nya selama ini abang lebih suka panggil dengan kata baby... baby... dan baby... ".Ledek Sherly menitukan gaya bicara suaminya tadi.


" Tidak papa sayang. Aku lebih sayang sayangan sekarang. Apalagi memang sudah ada baby di dalam sana. Masa iya panggilan kamu dan debay nya sama".Elak Al memberi alasan.


Padahal ia tidak mau lagi memanggil istrinya dengan sebutan Baby. Karena ia teringat kembali adegan menjijikkan celengan semar kala ia di sekap di dalam ruangan bersama keempat rekannya. Dan hal yang paling menjijikkan bagi Al lagi adalah Pria itu terus mengulang kata baby untuk jalangnya.


"Haiss.. Kenapa ingatan ku kembali pada kegiatan menjijikkan itu lagi".Upat Al dalam hati.


Sherly membantu suaminya untuk minum air mineral. Setelah Sherly meletakkan kembali gelas kosong ke atas nakas. Bersamaan dengan itu juga. Samuel dan tiga orang dokter masuk .


" Bagaimana keadaan anda tuan Al??? ".Tanya Samuel dengan senyum dibibirnya.


" Sepertinya aku sudah tidak sabar untuk pulang ke rumah ".Al menjawab sambil melirik kearah istrinya. Membuat Samuel dan ketiga dokter berwajah bule dan Chinese itu nampak mengulum senyumnya.

__ADS_1


Sedangkan Sherly sudah bersemu merah. Apalagi di tatap penuh hasrat oleh suaminya di hadapan Samuel dan juga ketiga dokter itu. Beruntung Sherly memakai cadar jadi wajahnya tidak terlihat memerah.


Samuel pun mulai memeriksa Al dan memastikan kondisinya benar benar sudah pulih. Setelah itu mereka juga bisa membuat keputusan. Jika saat ini Al sudah normal kembali. Tapi, ia harus tetap berada di rumah sakit sampai bekas luka operasi nya karena tembakan sudah benar benar membaik.


Setelah Samuel dan para dokter pamit keluar. Sherly pun beranjak berdiri dari kursi nya. Membuat Al langsung bertanya.


"Sayang, mau kemana??? ".


Sherly menoleh dan tersenyum menatap wajah memelas suaminya saat ini. Rasanya Sherly ingin sekali tertawa tapi ia tahan. Sherly paham jika Al saat ini ingin mengajaknya perang nikmat. Namun, Sherly masih memikirkan kondisi suaminya. Ia juga merindukan belaian suaminya sejak di tinggal bertugas dengan waktu yang tidak ditentukan.


Dan ketika pulang, malah Al mendapatkan masalah seperti ini. "Aku akan menyuruh anggota king yang berjaga untuk membeli makanan sayang. Aku sudah sangat lapar sekali".Jawab Sherly jujur.


" Jangan lama lama!!!. Sekalian pesankan juga untukku sayang!!! ".Seru Al sambil berteriak.


" Iya ".


"Menunya samakan saja dengan punyamu sayang!!! ".Teriak Al kembali.


" Iya sayang ".

__ADS_1


Sherly menggeleng kan kepalanya. Karena jika sehat wal afiat. Ya seperti itulah Al, tak mau diam dan banyak maunya. Namun, itu membuat Sherly ikut senang Sebab kondisi suaminya semakin membaik. Racun yang sempat bersarang di dalam tubuhnya juga sudah terealisasikan dengan obat penawar yang di dapatkan oleh Mark.


Dan entah bagaimana cara Mark bisa menemukan obat penawar itu. Dan apa yang telah di lakukan oleh pria itu. Hanya Mark serta anggotanya yang tahu. Terutama asisten pribadinya sendiri.


__ADS_2