
Saat Mark dan para anggotanya sibuk mempersiapkannya pemakaman ibunya Andes. Sekarang kembali lagi ke pulau dewata. Dimana sepasang suami istri yang tak pernah mau berjauhan ini pun. Sedang menikmati makan siangnya.
Sherly begitu lahabnya menyantap menu hidangan yang sudah di silakan oleh koki khusus di resort mereka. Al juga mengulum senyum bahagia nya melihat istrinya seperti itu. Rasanya saat beginilah yang selalu akan Al rindukan jika nanti ia kembali bertugas.
"Abang kenapa tidak makan?? ". Tanya Sherly karena makanan suaminya sejak tadi masih saja utuh. Sedangkan dirinya saja sudah nambah dua kali. Karena tadi habis kerja keras di dalam kolam renang bersama suaminya.
" Terlalu fokus melihat mu yang". Jawab Al lebay.
Pria satu ini memang selalu bisa membuat orang bersemu merah karena kata kata bualan nya yang sangat manis itu. Jadi, wajar saja jika dulu ia sempat menjadi seorang player juga.
"Sudahlah bang jangan merayuku! . Aku tahu jika abang dulu adalah mantan playboy". Sherly berucap dengan santainya . Sebab ia juga tak ambil pusing dengan masa lalu Suaminya itu. Bagi Sherly yang terpenting sekarang hidupnya jauh lebih bahagia dan suaminya juga sudah berubah.
" Hahahha... Kau ini". Al mengusuk pelan pucuk kepala istrinya yang masih menggunakan hijabnya tapi tidak memakai cadarnya. Karena mereka makan siang di ruangan khusus.
Al memang sengaja menyuruh pelayan menyiapkan ruangan makan untuk nya dan juga istrinya. Agar istrinya bisa makan dengan tenang dan nyaman. Seperti saat sekarang ini.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Selesai makan siang mereka berdua pun kini memilih duduk di balkon resort. Yang memperlihatkan keindahan pantai di siang hari.
"Wah, Indah sekali langitnya". Seru Sherly yang ingin sekali keluar tapi tidak diperbolehkan oleh sang suaminya. Dengan alasan masih sangat trik
" Sebentar lagi saja yang kalau mau ke pantai!. Ini masih sangat panas ". Ujarnya Al sembari melirik ponselnya yang bergetar di atas meja sampingnya duduk.
__ADS_1
" Siapa bang??? ". Sherly yang ikut melirik ponsel suaminya kini mulai bertanya.
" Kak Jery ". Sherly hanya menganggukkan kepalanya saja. Karena ia tahu jika tidak penting maka kakak iparnya itu pasti tidak akan telpon mereka.
Al pun langsung mengangkat telpon dari kakak tertuanya. Dan langsung bertanya". Ada apa kak??? ". Tanya Al tanpa basa basi lagi.
" Berapa lama kalian akan berada di Bali??? ".
Al mengerutkan keningnya bingung. Karena tak biasanya Jery perduli dengan moment liburan keluarganya. Karena pria satu itu hanya sibuk dengan perkerjaan dan juga keluarga nya sendiri. Siapa lagi kalau buka anak dan istrinya .
" Al .. kau masih dengar kakak kan?? ".
" Iya, aku belum tuli kak". Jawab Al asal. "Kenapa tumben kakak bertanya tentang liburanku?. Apa kakak ingin babymoon juga dengan kakak iparku yang cantik itu? ". Tanya Al balik. Dengan menggoda kakaknya.
Uhuk... Uhukk...
" Sayang pelan pelan minumnya!!! ". Ucap Sherly yang langsung mengambilkan tisu untuk suaminya dan mengelap mulut suaminya dengan telaten.
" Terimakasih sayang". Ucap Al sambil tersenyum pada istrinya. Dan kini malah menepuk pahanya untuk menyutuh Sherly duduk di pangkuan nya.
"Cih... Sudah bisa panggil kata sayang juga sekarang ya". Jery menggoda balik adiknya.
" Tidak usah menggodaku begitu. Karena aku hanya tergoda dengan tubuh istriku saja kak". Al kembali berulah. Yang langsung mendapatkan cubitan gemas dari istrinya di perutnya.
__ADS_1
"Sakit sayang". Lirih Al dengan sengaja nya sedikit memainkan nada bicaranya agar di dengar sang kakaknya.
" Al kau sedang apa???. Jangan bilang kau sedang...
"Kau sudah tahu jawabannya kak. Tidak usah aku jelaskan lagi, apa yang di lakukan pasangan suami istri ketika sedang menikmati momen liburannya berdua".
Al benar benar membuat Jery kesal. Apalagi Sherly yang sejak tadi hanya bisa geleng geleng kepalanya saja. Di larang juga percuma karena Al tidak akan perduli.
"Sudah lah kakak tunggu kalian di Jakarta secepatnya! ". Seru Jery dari seberang telpon nya.
" Kenapa harus buru buru aku saja belum puas kak". Jawab Al sekenanya. " Lagian ada masalan apalagi?. Jangan merusak momen liburanku kak please!! ". Al akhirnya mulai memohon pada sang kakak.
" Gadis liar itu sedang ada di Jakarta. Aku tidak bisa selalu memantaunya selama 24 jam. Karena aku sibuk. Kau urus dia atau bila perlu kembalikan saja dia ke Negaranya sana. Hari ini aku sudah jadi korban ke jahilannya hingga aku di diamkan oleh istriku". Jery mengadu pada adiknya.
"Hahahha... Maksud kakak Calista kan? ". Al malah terkekeh saat kakaknya menyebut nama gadis liar. Sudah pasti itu adalah sepupu nya karena sejak dulu Jery memang menamai Calista gadis liar.
" Memang nya masih ada gadis gila seperti dia di dunia ini??? ". Tanya Jery.
" Jelas ada ".
" Siapa??? ".
" Naura adik kakak sendiri". Jawaban Al membuat Jery terkekeh karena apa yang di katakan Al adalah kenyataan nya.
__ADS_1
TBC