Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Selalu Konyol


__ADS_3

Tiga hati setelah datang penyusup masuk kedalam ruangan rawat Al.Kini baik Al maupun Oma Mona sudah kembali kerumah. Keduanya sama sama sudah membaik. Sherly juga memutuskan untuk cuti dengan waktu yang belum bisa di tentukan. Karena ia juga ingin mengurus suaminya serta mendapinginya.


Belum lagi usia kandungan Sherly yang saat ini sudah akan masuk di bulan keenam nya. Perutnya juga semakin membuncit. Padahal ia sudah berapa kali USG hasilnya tetap sama baby boy. Tapi memang sangat dokter obgin mengatakan agar Sherly lebih menjaga pola makan nya. Karena Baby nya sudah sangat di luar standar.


Takutnya nanti pas lahiran Sherly tidak bisa lahiran dengan normal. Dan harus dengan jalan operasi cesar, karena bobot sang baby nya terlalu semok.


"Yang baju gantiku mana??? ".Teriak Al saat ia baru keluar dari kamar mandi. Membuat Sherly yang sedang membereskan tempat tidur mereka menatap wajah suaminya dengan helaan nafasnya yang panjang.


" Suamimu ini masih luka yang. Bantuin dong!!! ".Ucap Al manja. Padahal semalam ia sudah bisa menggempur istrinya kembali sampai menjelang subuh lagi.


Sekarang malah minta di bantu memakai baju. Ada ada saja tingkah Al yang begitu menguji kesabaran istrinya. Namun, Sherly masih saja mau menuruti keinginan bayi gede nya itu.


Dengan telaten Sherly mengambilkan dan membantu suaminya memakai baju dari pakaian dalam sampai memakai baju kaos santainya. Sherly bahkan sesekali menggoda suaminya. Dengan menyenggol nyenggol si udin.


"Udah yang!!!. Nanti kalo dia bangun kamu sendiri loh yang repot".Tutur Al dengan santainya.


Sherly hanya terkekeh saja, lalu menyelesaikan tugasnya dengan benar. Melihat tingkah sang istri yang mulai berani menggodanya. Al hanya bisa mengulum senyumnya saja.

__ADS_1


Apalagi saat ini Sherly masih menggunakan piyama tidurnya. Yang sedikit tipis dan terbuka. Bahkan Sherly juga tidak memakai hijabnya. Rambut panjang nya di gelung asal olehnya. Kulit nya yang putih mulus terekspos dengan nyata.


Al menatap tak berkedip kearah istrinya. Membuat Sherly mencubit perut suaminya . "Aww... yang sakit nya kok disini ya???".Al menunjuk pusakanya sendiri".Padahal yang di cubit kan perut ".Sambung Al mengulum senyum genitnya.


" Dasar suami cabul".Ledek Sherly


"Baby... si Daddy memang cabul ya?. Tapi nanti setelah baby lahir dan dewasa jangan seperti Daddy ya!!! ".Ucap Sherly mengusap perut buncitnya.


" Hehehe... Baby kan anak Daddy juga. Jadi kalau cowok gak papa player sedikit ".


Pug...


" Mau kemana yang??? ".Tanya Al ketika melihat istrinya beranjak.


" Mau mandi bang biar otakku gak ikutan konyol seperti abang ".Sahut Sherly sambil menggeleng kan kepalanya.


" Mau abang bantu mandiin gak yang??? ".Teriak Al menggoda istrinya kembali.

__ADS_1


" Gak usah bang, Terima kasih".Sahut Sherly sambil mengulum senyumnya.


Sepeninggal Sherly mandi. Al memutuskan untuk turun ke lantai bawah. Dan masuk kedalam ruangan kerjanya. Al saat ini mulai akan ikut menjalankan perusahaan juga. Karena ia juga tidak mau terfokus hanya pada kewajiban nya menjadi prajurit TNI.


Al akan memanfaatkan waktu luangnya untuk mulai membantu kakaknya di perusahaan. Sambil mencari tahu apa motif sebenarnya para pelaku yang akan menghabisi nya itu.


Sepertinya mereka punya masalah dan dendam tersendiri dengan Al. Hal itu membuat Al semakin penasaran saja. Al juga sudah membicarakan masalah ini dengan Mark.


Tentu saja dengan senang hati Mark serta Satria membantu Al. Meskipun demikian Al tak mau hanya mengandalkan adik iparnya dan juga kakak iparnya sska. Al juga berusaha sendiri untuk mengungkapkan masalah yang sedang ia hadapi ini.


Hingga dering ponsel Al, Membuatnya langsung menatap layar ponselnya. "Assalamu'alaikum mi".Sapa Al ketika melihat nomor Mami Lea yang menelpon nya.


" Kerumah sakit sekarang adik kamu Naura jatuh dari tangga. Dan akan langsung operasi sekarang!!!. Mark sedang melakukan perjalanan bisnis ".


Tubuh Al menengang di tempat.Mendengar kabar adik bungsu nya jatuh dari tangga dalam keadaan hamil besar seperti itu.


" Al.. Kamu masih disana kan nak??? ".Lea bertanya karena tak kunjung mendengar jawaban sang putranya.

__ADS_1


" Iya mi, Al segera kerumah sakit sekarang juga".


Al langsung mematikan sambungan telpon nya. Dan bergegas keluar dari ruang kerjanya. Lalu naik kembali ke lantai atas untuk mengajak istrinya.


__ADS_2