
"What?. Jadi, selama ini kamu sembunyiin masalah ini dari aku istrimu sendiri. Astaga vian, apa kau sudah tidak percaya lagi padaku? ".
Mark menarik sudut bibirnya karena mulai mendengar drama istrinya kembali. Padahal apa yang di lakukan nya ini hanya untuk menjaga kesalahpahaman saja. Tapi lagi lagi istrinya malah menunjukkan drama nya.
" Aku bukan nya tidak percaya sayang. Tapi aku lebih takut kehilangan mu kalau sampai kamu salah paham". Jawab Mark mulai ikut membujuk sang pawang hatinya.
"Tetap saja, kau itu menyebalkan". Ketus Nuara Mencebikkan bibirnya.
" Tapi aku juga ngangenin bukan??? ". Mark malah menggoda istrinya.
" Sejak kapan kau mulai membual Mark??? ".
" Ulangi!!!".
"Mark... Mark... Mark ... Kau itu menyebalkan sekali ". Naura mengulang kata kata katanya dengan sengaja membuat suaminya langsung menyambar bibirnya yang tak mau diam itu. Dan selalu menyebut nama iblisnya.
Emppppp....
" Tolong aku sedang di lecehkan!!! ". Teriak Naura dengan konyolnya setelah bibirnya di lepas oleh suaminya.
" Siapa yang akan menolong mu? Hm? ". Mark menyeringai licik dan kembali menarik pinggang ramping istrinya. Hingga tubuh Naura terbentur pada dada bidang suaminya.
Di dalam kamar luas itu , tentu saja membuat Mark lebih leluasa untuk menyentuh istrinya. Apalagi ia juga sudah mengunci dan menutup rapat pintu kamarnya. Sehingga dapat di pastikan tidak akan ada orang yang bisa masuk .
__ADS_1
" Kau menggelikan sayang". Lirih Naura mengulum senyumnya.
Sudut bibir Mark terangkat membentuk senyum penuh arti. Hingga ia semakin mengeratkan belitan tangannya pada pinggang ramping itu.
"Geli mana sama yang ini...??? ".
Salah satu tangan Mark sudah menyusup masuk kebawah sana. Dan hanya dengan hitungan detik salah satu jarinya sudah menari nari memainkan si siti.
" Uuhhh... lebih dalam lagi Vian!!! ".
Ucap suara serak Naura yang malah sudah menikmati permainan jari suaminya pada siti. Tentu saja Mark akan menurut dan semakin membuat tubuh istrinya semakin seperti cacing kepanasan.
" Apa masih kurang dalam? Hem? ".
Tanya mark ketika jarinya pun semakin ia tekan kedalam sana. Sehingga siti mulai basah akibat ulahnya itu. Sedangkan si Imron yang mulai ikut merespon saat satu ******* Naura keluar tanpa diminta.
" Kau selalu menikmatinya sayang". Bisik Mark dan langsung kembali menyambar bibir tipis istrinya.
"Dan akan kubuat kau juga ikut menikmatinya sayang". Balas Naura setelah ia berhasil menjeda pagutan bibir suaminya.
Naura tak membuang waktu lagi. Ketika tubuhnya sudah memanas akan sentuhan suaminya. Ia bahkan kini mulai menatap suaminya dengan tatapan penuh gairah. Dan seringai licik mulai terbit di sudut bibirnya.
Tangannya mulai menempel pada kain yang membalut Imron. Membukanya secara perlahan. Sampai semua penutup itu terbuka dan ia turunkan dengan gerakan cepat dan buru buru.
__ADS_1
Saat melihat si Imron sudah hampir berdiri. Naura malah langsung menyambarnya begitu saja. Menyesapnya dan membuat Imron ikut basah karena lidahnya.
"Oh shittt".
Umpat Mark saat ia merasakan betapa nikmatnya sedotan istrinya itu pada Imron. Karena Naura selalu bisa memainkan Imron bak sebuah es cream yang melelehkan rasa manis disetiap sentuhannya.
Melihat Imron yang sudah siap akan berperang. Naura kembali tersenyum dan malah mulai kembali menggoda suaminya dengan gerakan nakalnya. Ibu tiga orang anak itu langsung menuju arah sofa dan dengan gaya genitnya ia malah melebarkan kedua kakinya sambil membelakangi suaminya yang sejak tadi masih berdiri di depan nya.
Naura menoleh dan melambaikan jarinya dengan gaya menggodanya untuk mengkode suaminya. Melihat itu Mark tak akan tinggal diam saja. Ia pun langsung menghampiri sang istrinya liarnya itu.
Saat sudah di berdiri tepat di belakang istrinya. Mark langsung menarik sebelah kaki Naura. Dan menaikkan nya pada badan sofa. Lalu mulai meneroboskan Imron untuk mulai memasuki siti.
"Akhh... ".
Satu lenguhan mulai kembali terdengar ketika Imron dan siti kembali menyatukan diri. Satu tangan Mark berpegangan pada bahu istrinya dan satunya lagi ia gunakan untuk memainkan permukaan si siti.
Hingga suara suara merdu itu tak dapat di hindari lagi. Dan membuat semangat Mark semakin tak terlawan lagi. Beruntung anak anak sudah mereka titipkan pada baby sitter nya. Jadi tak akan ada tangisan Cici lagi di saat mereka sedang semangat semangat nya seperti sekarang ini.
"Yes, Sayang... ".
" Oh good".
Racau Mark dengan suara serak dan beratnya. Ia selalu menikmati dan juga selalu tak bisa berkata kata saat siti pun ikut berkedut menjepit Imron dengan aksi nya itu.
__ADS_1
Jika peluh dan keringat jangan di tanya lagi. Mereka semua ikut menjadi saksi dan selalu menjadi saksi bisu akan aksi yang penuh kejutan keduanya. Yang tak pernah kenal lelah jika urusan menyatukan siti dan Imron.
SORRY GENGS OTHOR KASIH SEDIKIT HAREDANG BUAT TEMANIN HARI WEEKEND KALIAN YA ππππ€ JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAKNYA π₯°π₯°