Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Salah Duga


__ADS_3

Kediaman Al...


Fatih saat ini baru saja selesai dimandikan oleh Omanya. Bayi gembul itu pun sudah bisa mengecup jempol tangannya. Membuat Lea sangat gemas akan cucunya itu. Sepertinya Lea lebih sering mengunjungi para cucu cucunya. Ia memang sangat menyukai anak kecil sejak dulu. Sejak zaman ia masih muda. Jadi, tak heran kalau Oma Lea sangat telaten momong cucunya.


Rayen pun malah berguling di samping Fatih. Membuat Fatih langsung menoleh dan tersenyum sembari menepuk nepuk wajah Opanya yang masih saja terlihat gagah dan tampan itu.


" Cium nya mana?. Sini cium Opa dulu, mau tahu udah wangi belum kalau udah mandi cucu Opa ini".Seru Rayen sembari menyodorkan wajahnya pada Fatih yang masih polos dan baru di oleskan minyak telon oleh Oma Lea.


Seperti paham akan maksud Opa nya. Fatih pun langsung menempelkan pipi gembulnya pada wajah Rayen. Dan saking gemasnya Rayen pun langsung mengecup bibir tipis Fatih yang asyik memainkan lidahnya itu.


Fatih terkekeh akan ulah Opanya. Dan malah saat ini keduanya asyik bercanda. Membuat Lea malah kesulitan memakaikan pakaian untuk Fatih. Sebab, Fatih asyik berguling guling di karpet bulu di ruangan keluarga itu.


" Mas, berhenti dulu godain Fatihnya!!. Susah nih masuknya ". Protes Lea yang hampir saja kesal. Suaminya itu malah semakin senang saja menggelitiki Fatih.

__ADS_1


" Masa iya sayang susah masuk nya?. Sini biar mas saja yang masukin! ".Jawab Rayen dengan senyum jahilnya.


" Iya nih, coba mas saja yang lakukan!! ". Lea menyodorkan baju Fatih pada suaminya.


Sedangkan,Sherly yang baru tiba di rumah tampak ragu untuk masuk menghampiri kedua mertuanya didalam ruangan keluarga itu. Karena ia mendengar dengan jelas kata kata Pap mertuanya barusan.


Sherly malah berpikir macam macam. Hingga ia mengurungkan niatnya untuk memberikan pampers Fatih. Sherly akhirnya memutus kan untuk langsung naik ke lantai atas saja. Apalagi saat pintu ruang keluarga tertutup seperti itu. Semakin membuat Sherly membayangkan hal absurd kedua mertuanya saja.


" Baik Nyonya".


Sherly sembari melangkah menaiki anak tangga. Sembari mengulum senyum gelinya sendiri. " Ternyata Papa dan Mami masih sama sama doyan juga". Guman Sherly lirih sambil terkekeh.


Padahal di dalam ruangan itu Lea dan Rayen sedang memakai kan baju ganti untuk Fatih cucunya. Bukan melakukan hal absurd sesuai pikiran Sherly tadi. Emang dasar Sherly udah ketularan omes nya Al. Makanya tidak bisa dengar obrolan aneh sedikit saja. Di tambah lagi sudah satu bulan tanpa kehangatan tubuh Al. Lengkap sudah isi otak Sherly.

__ADS_1


" Nyonya Oma, ini Pampers untuk tuan muda". Ucap babysitter yang baru saja masuk kedalam ruangan keluarga. Menyodorkan satu bal Pampers untuk Fatih.


" Oh iya bawa sini Sus!!. Sherly udah pulang? ".


" Sudah Nyonya Oma. Tapi Nyonya mau langsung mandi dulu mungkin".Jawab babysitter itu.


Lea hanya mengangguk kan kepalanya saja. Meskipun ia sedikit bingung kenapa Sherly tidak menemui mereka. Padahal biasanya Sherly selalu menghampiri dirinya dan Rayen saat baru pulang. Tak ingin berpikir macam macam. Lea pun langsung kembali fokus pada Fatih. Yang baru saja selesai ganti baju. Meskipun harus banyak drama saat di pakai kan baju gantinya.


" Mas, nginep aja ya malam ini!. Mami masih kangen sama Fatih. Besok kan giliran Jery yang mau nginep dirumah kita". Pinta Lea pada suaminya.


" Hem, iya sayang". Rayen pun dengan senang hati menuruti permintaan istrinya.


Karena bagi Rayen kebahagiaan istri dan juga anak anaknya adalah hal paling utama. Terlebih untuk keluarga besarnya juga.

__ADS_1


__ADS_2