Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Alfatih Bagaskara


__ADS_3

Setelah tangis sendu melepaskan putri bungsu nya untuk kembali ke Negara lain. Dimana ia harus tetap ikut kemana pun suaminya pergi. Membawa tiga empat cucunya sekaligus. Lea kini hanya bisa menitik kan air matanya dalam pelukan suaminya.


Sedangakan Jery dan Naures tidak bisa pergi mengantar Karena dua putranya itu sedang berada di luar kota. " Kita pulang sekarang sayang!!! ". Rayen bicara pelan pada istrinya. Yang dijawab anggukan kepala oleh Lea.


Al dan Sherly pun mengikuti langkah pasangan paruh baya itu. Namun, tiba tiba Sherly memegangi perutnya yang terasa kram. Membuat Al langsung sigap memegangi tubuh istrinya.


" Ada apa sayang??? ". Tanya Al panik karena Sherly terus meringis. Sebenarnya sejak tadi pagi ia merasakan nyeri seperti ini. Namun, kadang hilang dengan sendirinya. Tapi kali ini ia benar benar tidak bisa lagi menahan dirinya. Karena nyeri dan kram nya tak berjarak lagi.


" Bang sepertinya anak kita akan lahir". Lirih Sherly sambil memegangi perut bagian bawahnya.


"Hah, lahir... ".Al makin panik. ". Papa, Mami, Sherly akan segera melahirkan". Teriak Al tak perduli ia menjadi pusat perhatian semua orang.


Lea menoleh dan langsung kembali menghampiri anak dan menantu nya bersama dengan suaminya." Ayo bawa ke mobil!!. Kita langsung ke rumah sakit sekarang!! ".


Al pun langsung membopong istrinya keluar Bandara. Sedangkan Rayen sudah lebih dulu melangkah untuk membantu membukakan pintu mobil. Lea pun membawakan tas menantu nya mengikuti langkah Al yang membopong Sherly.

__ADS_1


Rayen mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata. Pria itu masih saja tetap tampan dan gagah di usia nya yang sudah hampir kepala enam itu. Bahkan cara berkendara Rayen juga tak kalah dengan yang muda. Namun, masih bisa dibilang aman.


Hingga hanya dengan memakan waktu sekitar 15 menit. Akhirnya mobil yang di kendarai Rayen sampai di rumah sakit milik Al sendiri. Yang semestinya bisa di tempuh sampai waktu 25 menit. Hanya dengan waktu 15 menit sudah sampai dengan selamat.


Berhubung Lea sudah menelpon pihak rumah sakit . Selama mereka dalam perjalanan tadi, Jadi, begitu mobil mereka tiba team medis sudah siap. Dan langsung memindah Sherly ke brankar untuk dibawa keuang persalinan.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Suara tangisan bayi pecah di dalam ruangan persalinan setelah menunggu lebih kurang dua puluh menitan. Karena Sherly telah pembukaan sembilan. Begitu mereka tiba di rumah sakit.


Setelah di bedong dan dibersihkan. Sang baby boy langsung di ambil alih oleh Al. Dan Al pun langsung mengazani putranya.


Sherly tampak tersenyum melihat sang buah hati. Yang saat ini baru saja selesai di azani oleh Ayahnya. "Terima kasih sayang, kalian telah menyempurnakan hidupku". Ucap Al sambil berkaca kaca.


Sherly hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. Ia begitu terharu akan semua rasa yang telah ia alami. Dengan berjalannya waktu akhirnya mereka bisa hidup bahagia. Bahkan Allah telah memberi mereka kepercayaan untuk mendapatkan anak.

__ADS_1


" Siapa nama putra kita bang??? ".


" Alfatih Bagaskara".


"Nama yang bagus. Semoga kelak kamu jadi anak yang sholeh ya nak!. Dan bisa jadi kebanggaan Abi dan Umi ". Ucap Sherly mengecup dahi putranya.


" Gak jadi Mommy dan Daddy?? ".Tanya Al menautkan kedua alisnya.


" Nanti malah rebutan sama Zein dan Zello bang. Lebih nyaman Abi dan Umi saja!!! ".


Al pun tampak setuju akan panggilan Abi dan Umi. Kini ia baru merasakan kesempurnaan hidup yang luar biasa. Setelah melihat sendiri wajah putranya. Benih cinta mereka berdua.


Sedangkan di luar ruangan Lea sudah tidak sabaran lagi ingin segera masuk kedalam sana. Ia begitu penasaran dengan wajah cucunya. Lebih tepat nya cucu dari putra pertama nya sendiri.


Begitu pintu ruangan terbuka Lea buru buru menghampiri dokter. Dan mereka juga langsung di izinkan masuk. Karena Sherly juga sudah selesai di bersih kan begitu juga dengan bayinya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2