Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kedatangan Putra Pertama


__ADS_3

Empat hari telah berlalu, sejak Al dan Sherly berada di Villa yang ada di puncak. Dan selama itu juga Al tak pernah absen untuk meminta jatahnya pada sang istri. Al benar benar memanfaatkan moment honeymoon nya.


Kegiatan mereka selama berada di Villa juga tak jauh jauh dari ranjang bergoyang. Alias gempa lokal yang diciptakan oleh pacuan tubuh keduanya. Sepertinya Al memang sudah sangat mencandu dengan tubuh sang istrinya. Sampai sampai ia tak pernah ingin absen setiap harinya.


Hari ini Al dan Sherly adalah hari terakhir mereka di Villa. Karena baik Al maupun Sherly mereka hanya mengajukan cuti kerja selama satu minggu. Yang artinya tinggal sisa 2 hari lagi untuk mereka bisa bersantai.


Al juga harus memboyong sang istri untuk tinggal di asrama. Apalagi bulan depan Al sudah harus berangkat bertugas kembali.Meskipun sebenarnya Al memang sudah punya rumah pribadi. Yang memang sudah ia siapkan untuk keluarga kecilnya nanti.


Tapi demi keamanan dan juga ketenangan nya dalam bertugas. Al lebih merekomendasikan istrinya untuk tinggal di Asrama sementara waktu. Karena jika tinggal di Asrama. Tidak akan mudah bagi orang asing untuk masuk begitu saja. Sebab dalam lingkungan TNI setiap unit batalion nya dijaga ketat. Dan setiap harinya ada saja prajurit yang piket di depan pintu masuk Asrama tersebut.


"Sudah siap Baby???? ".Al bertanya pada sang istri yang saat ini sudah selesai merapikan penampilan nya.


" Seperti yang kamu lihat sayang".Jawab Sherly yang mulai terbiasa memanggil Al dengan panggilan barunya.


Al pun nampak mengembangkan senyumnya. Ia langsung merangkul mesra pinggang ramping istrinya dengan sangat posesif. Hal itu bahkan membuat Sherly nampak santai saja. Karena Al sudah biasa melakukan nya.

__ADS_1


Pria itu selalu saja terlihat cemburuan ketika istrinya terlihat mengobrol dengan pria lain. Meskipun itu hanya anak buah nya sendiri. Al memang sangat berubah drastis ketika sudah menikah. Tapi melihat sikap Al yang cenderung berlebihan. Sherly malah senang, setidaknya dengan begitu berarti Al suaminya itu. Benar benar mencintai nya, perasaan yang sama yang ia rasakan pada pria itu.


Pria yang telah berhasil membuat hatinya selalu berbunga bunga, Dengan segala sikap dan perhatian nya.


Ketika mereka sampai di depan teras Villa. Al dan Sherly pun langsung berpamitan pada Nyai dan juga suaminya. Karena selama mereka berada di Villa, Nyai lah yang menyiapkan segalanya. Terutama makanan, Karena Sherly ternyata tidak pandai dalam hal tersebut.


Al juga baru mengetahui nya setelah mereka menikah. Dan itu pun karena kejujuran Sherly sendiri. Membuat Al bisa menebak jika selama Sherly tinggal di rumah orang tuanya waktu itu. Ternyata Sherly terpaksa memberanikan diri nya untuk membantu Mami nya setiap hari di dapur. Jika ia tidak sedang dinas.


Wajar saja yang dilakukan Sherly hanya memotong sayuran dan mengupas bawang saja. Selebihnya dilakukan oleh mami Lea dan juga art nya dirumah.


" Siap Nyai".Sahut Al sambil memberikan hormat nya. Sedangkan istrinya hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Ketika Al dan Sherly sudah bersiap akan pulang ke Jakarta. Di kediaman Rayen dan Lea saat ini sedang kedatangan putra pertama mereka. Dengan sang cucu Mayra yang saat ini sudah berusia tujuh tahun.

__ADS_1


Namun kedatangan Jery kali ini membuat Lea mengerutkan dahinya. Karena Jery datang tidak bersama sang istrinya.Ia hanya membawa Putri semata wayangnya saja.


"Loh Manda mana nak??? ".Tanya Lea sambil menatap putra sulung nya itu. Meskipun Jery adalah anak sambung nya, tapi kasih sayang Lea sejak dulu hingga sekarang tidak pernah berubah.


" Manda sedang pelatihan Mi ke Singapura. Jadi untuk sementara waktu Mayra , Akan Jery titipkan pada Mami boleh??? ".Jery pun langsung bicara pada intinya pada Mami nya.


" Tentu saja boleh. Lagian kalau ada Mayra kan rumah ini jadi rame. Tidak sepi seperti ini".Sahut Lea sambil tersenyum.


Jery pun nampak tersenyum. Sambil terus memperhatikan putrinya yang kini sudah asyik bermain dengan kelinci yang ada di taman samping rumah Oma nya.


"Makanya buatkan lagi Mayra adik!!!. Agar rumah Papa dan Mami makin rame nantinya".Seru Rayen yang baru datang dari arah dalam rumah.


Karena saat ini Lea dan Jery masih ada di depan teras. Mendengar ucapan Papa nya Jery hanya tersenyum tipis.


" InsyaAllah pa, doakan saja semuanya baik baik saja! ".Jawab Jery lirih.

__ADS_1


Lea pun sedikit heran dengan jawaban Jery. Tapi ia tidak mau berburuk sangka. Karena selama ini rumah tangga Jery dan Manda juga aman dan harmonis. Karena Jery juga sangat mencintai istrinya.


__ADS_2