Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Ulah Al


__ADS_3

Sebuah mobil mewah mulai memasuki halaman luas kediaman Al dan Sherly. Dan tak berselang lama di susul juga oleh mobil mewah lainnya. Hingga senyum Lea mengembang saat melihat kedatangan para anak anak, menantu dan cucu cucunya.


" Assalamu'alaikum ".


" Waalaikumsalam ".


" Mami apa kabar?. Kok pulang gak kasih tahu sih? ". Yuni dan Velyn mencium punggung tangan Mami mertuanya. Sambil melayangkan pertanyaan nya pada sang Mami mertua.


" Sayang, kayak gak tahu Mami sama Papa aja". Naures merangkul mesra pinggang ramping istrinya.


" Peluk terus!. Sampe nempel gak mau lepas". Tiba tiba Al muncul dari teras samping dengan memakai celana pendeknya. Bahkan, baju kaosnya sudah pada basah.


Naures dan Jery langsung menoleh begitu juga dengan yang lainnya. Sedangkan Lea hanya menggelengkan kepalanya saja. Karena ia tahu kenapa Al bisa sampai basah kuyup seperti itu.


" Kamu habis main air Al? ". Tanya Jery seraya meledek adiknya itu. Di sambut senyum meledek juga oleh Naures.

__ADS_1


" Kakak pikir masa kecilku kurang bahagia apa?. Sampai sampai udah mau punya anak dua masih. air segala. Orang dewasa itu mainan nya beda lah kak". Sahut Al malah mulai konyol.


" Kamu itu". Jery menggelengkan kepalanya saja. Karena ia sudah bisa menebak akan kearah mana obrolan Al nantinya.


Lea pun langsung mengajak masuk para menantu dan cucu cucunya. Yang sudah bersalaman dengan Oma nya. Seketika suasana dirumah begitu ramai karena adanya cucu cucu Lea dan Rayen yang sedang kumpul.


" Kak Al... ". Naures langsung menendang pantat Al saat pria beranak satu itu telah berhasil memasukkan kodok kedalam baju Naures, Melalui belakang lehernya.


Namun, Al saat ini malah terkekeh dan langsung masuk meninggal adik dan juga kakaknya yang masih di depan teras.


Jery pun mendekat dan ikut mencari kodok kecil yang di masukkan oleh Al. Namun, binatang itu malah ingin masuk ke dalam celana Naures.


" Sial... ". Upat Naures kesal. Karena ia sangat geli dengan hewan satu ini. Dan enggan untuk menyentuhnya. Namun, saat Jery berhasil mengambil anak kodok itu.


" Aduh gusti... Tuan anda ngapain? ". Bik Nur menutup matanya seolah ia sedang melihat tontonan yang tidak layak untuk ditonton oleh matanya.

__ADS_1


Apalagi saat ini posisi Jery sedang berjongkok dan ingin melonggarkan ikat pinggang Naures. Hingga posisi seperti itu tampak seperti Jery ingin memainkan milik adiknya saja.


" Mas". Yuni dan Velyn datang secara bersamaan. Dan tampak melotot akan pemandangan saat ini. Membuat Jery dan Naures saling tatap dan mulai sadar akan posisi mereka berdua.Keduanya langsung menjauh dan berdiri dengan benar. Bahkan tampak menjaga jarak.


" Sayang, ini tidak seperti yang kalian lihat". Naures berusaha menjelaskan pada istrinya.


" Benar Bun, Tadi aku hanya ingin membantu Naures saja.


" Hahhaha... Jangan jangan mereka sedang mencoba main pedang pedangan tuh". Seloroh Al dari arah dalam.


" Al Naru... ". Geram Jery dan juga Naures secara bersamaan.


Al pun langsung naik ke lantai atas, karena ia yakin kedua pria di depan sana sedang mengincarnya. Tak mau kena amukan kakak dan adiknya. Al pun langsung kabur dari hadapan mereka berdua. Namun, di lantai atas ia malah di tatap tajam oleh istrinya.


Al hanya nyengir kuda dan menggaruk ceruk lehernya yang tidak gatal. ". Hehehe... Sorry sayang. Anggap saja itu hadiah untuk mereka karena jarang kumpul keluarga". Ucap mencoba mengalihkan kekesalan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2