
Keesokan harinya Mark dan juga Al sudah stay di Markas. Mereka menunggu kedatangan Jacob serta anggotanya yang lain. Bahkan Al sudah tidak sabaran lagi ingin mengintrogasi Tania. Sedangkan Sherly dan Naura hanya menunggu di mension mewah milik Mark saja. Dengan penjagaan ketat dan jangan lupakan Anggun yang selalu tetap setia berada di sana.
"Kenapa mereka lama sekali???". Al terlihat mondar mandir seperti setrikaan listrik saja. Membuat mulai geram. Sejak tadi kakak iparnya itu sangat membuatnya pusing. Belum lagi mulut Al yang tidak bisa diam barang sedetik saja.
" Kalau kau tidak sabaran, mending kau pulang saja sana!!". Ketus Mark dengan datar.
"Ck... Untung adik ku cinta setengah hidup denganmu. Kalau tidak sudah kau ku pecat jadi adik ipar". Al tak kalah ketusnya membalas ucapan Mark. Tapi, Mark sedikitpun tak tersinggung. Pria itu tetap memasang wajah kaku dan datarnya.
Tak berselang lama pintu ruangan kerja Mark di ketuk dari luar. Mark mulai menarik sudut bibirnya membentuk senyum. Al mulai mencurigai senyuman Mark tersebut. Karena jika Mark sudah tersenyum begitu. Pasti akan ada sebuah kejutan untuk orang orang di dekatnya.
__ADS_1
Benar saja, belum juga lama Al menduga senyum penuh arti Mark. Al malah di buat melotot tak percaya saat ia menatap kearah pintu ruangan kerja Mark. Bahkan mulut Al tampak mengaga dibuatnya.
"Rendy, Ardan... ". Guman Al masih tak percaya jika ia tetap bisa melihat wajah wajah juniornya itu di markas Mark. Padahal Al pikir kemarin Mark sudah mengeksekusi mereka.
" Mark, ini benaran team ku???. Kau tidak merubah wajah orang lain untuk menjadi wajah mereka kan??? ". Tanya Al masih setengah tidak percaya
" Kau pikir aku sudi mengeluarkan banyak biaya untuk sekedar membuat wajah jelek mereka pada tubuh orang lain ataupun anggotaku? ". Mark menjawab dengan nada ketus dan datar.
Semua itu Mark lakukan atas permintaan Sherly. Karena Sherly sendiri yang bilang jika Al merasa sangat kehilangan para sahabat nya. Dan Mark juga tidak bisa melihat salah satu keluarga nya ikut bersedih. Beruntung operasi Rendy dan juga Ardan berjalan lancar. Bahkan chif yang di tanam di kepala keduanya belum masuk ke otak. Dan chif itu bisa di jinakkan oleh Zello.
__ADS_1
Mark bangkit dari kursi kerjanya. Lalu melangkah keluar. Sebelum ia benar benar keluar Mark berkata". Ingat semua itu tidak ada yang gratis". Ucap Mark masih dengan nada ketus nya.
"Baik king. Kami berdua akan mengabdikan diri walaupun nyawa sekali pun taruhannya". Jawab Rendy dan juga Ardan secara bersamaan.
Mark hanya mengangkat tangannya lalu pergi dari ruangan itu. Mark sengaja memberi waktu Al dan juga sahabatnya untuk saling mengobrol bersama. Karena kedua pria itu saat ini sudah aman. Mereka berdua tidak dalam kendali Arnita lagi. Bahkan Mark banyak mempertaruhkan segalanya hanya untuk kesembuhan orang orang terdekat Al.
Namun, semua itu bagi Mark tak ada apa apanya. Karena kebahagiaan keluarga baginya adalah nomor satu. Apalagi sekarang Mark bisa melihat senyum Sherly. Yang sama sekali tak pernah Mark lihat sebelum nya. Meskipun Sherly selalu menutup wajahnya dengan Cadarnya. Tapi, Mark bisa tahu kapan terakhir adiknya itu tersenyum.
Sekarang Mark bisa lega karena Sherly akhirnya bisa menemukan kebahagiaan nya. Bersama Al yang merupakan kakak iparnya. Ternyata dunia itu sangatlah sempit. Dimana mereka berdua malah jatuh cinta pada kakak beradik.
__ADS_1
Sepeninggal Mark, Al langsung menghampiri kedua sahabatnya. Dan menanyakan banyak hal. Namun, ada beberapa ingatan keduanya yang hilang. Karena itu semua adalah resiko yang harus mereka terima. Bahkan Andes pun mengalami hal yang sama. Namun, kadang ingatan masa lalu akan tiba tiba muncul kembali pada memory otak mereka.
Jika mereka memaksakan diri untuk mengingat lebih. Maka kepala mereka akan terasa sakit. Hal itu malah akan berakibat fatal nantinya. Bahkan Ardan sama sekali tidak mengingat keluarga nya. Saat ini mereka berdua masih dalam tahap pemulihan, makanya Rendy dan Ardan belum di izinkan untuk keluar dari wilayah Mark.