
Naura pun langsung mencari keberadaan ketiga putranya. Dengan mengerahkan semua pengawal mension. Karena di dalam mension sama sekali tidak menemukan ketiga anak laki laki itu. Padahal tadi sore mereka semua ada di dalam kamar Zello. Dan entah bagaimana cara mereka untuk keluar dari Mension dengan penjagaan yang ekstra ketat itu.
" Bagaimana?. Apa kalian ada yang menemukan putra putraku? ". Tanya Naura mulai panik. Ia takut terjadi hal buruk pada ketiga putranya itu.
" Maaf Nyonya, kami sudah memeriksa semua ruangan di mension ini. Bahkan sampai ke paviliun belakang. Tapi, tuan muda tidak ditemukan ".
" Ya Tuhan, kemana anak anak itu? ".Naura langsung memainkan ponselnya. Dan langsung menelpon suaminya. Ia takut ketiga putranya malah hilang di culik ataupun sengaja pergi tidak tahu.
Namun, sayangnya ponsel Mark juga tidak bisa di hubungi sama sekali. Membuat Naura mengupat untuk pertama kalinya. " Shiittt... ". Seru Naura pening. ".Tidak Daddy nya, tidak anaknya semua senang sekali bikin pusing". Naura memijit pelipis nya.
" Cepat cari lagi keberadaan mereka!!. Dan ketiga putraku harus di temukan sebelum Daddy nya pulang! ".
" Baik Nyonya".
__ADS_1
Naura masih saja berdiri di depan teras mension. Sedangkan Cici berada di tangan babysitter nya di dalam mension. Naura tak kehabisan akal untuk menghubungi suaminya. Ia pun langsung menelpon nomor Jacob. Dimana Jacob pasti akan selalu berada di samping suaminya.
" Halo, Nyonya". Suara Jacob terdengar dari seberang sana. Membuat Naura langsung sedikit lega.
" Berikan ponselmu pada suamiku!!. Aku ingin bicara padanya, penting dan genting ". Seru Naura tak ingin basa basi lagi.
" Maaf Nyonya, King sedang meeting bersama kolega bisnisnya. Katakan saja padaku nanti akan saya sampaikan pada king. Jika memetingnya sudah selesai ".
Jacob tidak ingin mengganggu kesenangan kingnya saat ini. Dimana Mark sedang bersenang senang dengan klan nya. Yang sedang ia buat sangat menderita di dalam ruangan eksekusi nya itu. Mark dan Jacob bukan sedang meeting tapi mereka sedang pesta melukis tubuh para tawanannya. Di markas mereka yang memang hampir jarang Mark kunjungi selama ini.
" What?. Tuan muda hilang? ". Ulang Jacob sangat terkejut". Semuanya Nyonya? ". Tanya Jacob mendadak bodoh.
" Oh astaga, Kau ini. Iya ketiga putraku tidak ada di mension. Cepat bilang pada bos mu itu !. Jacob! ".
__ADS_1
" Baik Nyonya". Jacob pun langsung melangkah ke dalam ruangan eksekusi kembali. Dan mulai membisikkan sesetu pada Mark.
Mark langsung bangkit dan menatap para klan nya dengan tatapan mematikan. Rahangnya mengeras sampai giginya bergeletakan. Mark pun menyuruh anggotanya untuk menyelesaikan tugas di Markas secepatnya , Tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Lalu ia melangkah keluar markas dengan tatapan dingin nya.
Ia begitu emosi karena ketiga putra nya hilang tanpa jejak. " Perintahkan Reza dan juga Tania untuk ke mension sekarang juga!!! ". Ucap Mark tegas.
" Baik King". Jacob pun mulai menyalakan earphone nya dan langsung terhubung ke Reza dan Tania saat darurat begini.
Sedangkan Mark melangkah lebar dan menuju keluar Markas. " Jika sampai hilangnya putraku ada hubungannya dengan mereka semua. Maka habisi mereka jangan sampai ada sisa!! ". Ucap Mark penuh penekanan.
" Siap king ". Jacob pun hanya bisa mengiyakan dan menuruti semua perintah kingnya sebagai atasan nya. Kini keduanya sudah berada di dalam mobil menuju ke arah Mension. Mark baru ingat jika Ponsel nya memang lupa di Charger. Wajar saja jika Naura tidak bisa menghubungi nya.
" Lebih cepat lagi Jacob!. Jangan sampai istri ku lebih marah lagi! ".
__ADS_1
" Baik king". Jacob juga baru ingat, jika dirinya tadi langsung mematikan sambungan telepon dari Naura begitu saja. Sudah pasti Naura saat ini lebih kesal lagi padanya. Jacob pun merutuki kebodohan nya sendiri. Sudah tahu istri kingnya itu sangat bar bar.
Jacob sudah mulai ketar ketir sendiri akan amukan Nyonya nya di mension nanti padanya. Karena sudah berani mengabaikan nya juga.