
Sudah 2 minggu sejak terjadinya kecelakaan pesawat khusus para prajurit TNI yang rute penerbangan Lebanon ke tanah air. Sampai saat ini pun tidak ada tanda tanda di temukan bangkai pesawat nya sama sekali.
Bahkan anggota Mark juga sampai detik belum menemukan bukti jika itu adalah hasil sabotase. Mereka sudah di sebar untuk mencari dengan cara mereka sendiri. Tentunya semua alat yang mereka gunakan lebih canggih daripada milik pemerintah.
Sherly nampak begitu pucat karena ia juga tidak nafsu makan sama sekali. Membuat Lea dan semua orang menjadi bingung dan kasian melihat kondisi Sherly saat ini.
Saat ini Sherly sudah dibawa pulang ke rumah kedua orang tua Al.Bahkan disana ada Naura juga bersama kedua putra kembarnya. Jery, Kenyang serta Naures pun lebih sering berkunjung ke rumah kedua orang tuanya. Apalagi saat ini adik dan kakak mereka belum juga di temukan dimana keberadaan nya.
Meskipun pemerintah telah mengklaim jika mereka semua sudah tewas tanpa jasad. Bahkan dengan berat hati semua keluarga besar TNI menyatakan mereka yang ada di dalam pesawat gugur dalam tugas.
Artinya sebentar lagi mereka akan menggelar upacara pemakaman untuk semua prajurit tersebut. Termasuk Al, itulah yang membuat Sherly belum bisa menerimanya. Hatinya terlalu yakin jika suaminya masih hidup.
__ADS_1
Kalau bukan Mark yang marangnya untuk ikut bersamanya. Mencari keberadaan Al dan berusaha menemukan pesawat dengan cara Mark sendiri. Mungkin saat ini Sherly juga sudah turun tangan. Apalagi jika ia tidak memikirkan kondisi janin nya yang juga ikut lemah.
Naura juga rela di tinggal oleh suaminya. Meskipun ia tidak bisa tidur seperti biasanya jika jauh dari Mark. Tapi, demi kakaknya Naura rela dan mengizinkan suaminya untuk turun tangan sendiri.
"Sayang, kamu makan dulu ya!. Biar Mami yang suapin".Lea masih berusaha tetap terlihat tegar meskipun sejujurnya ia tak kalah rapuh dan sedihnya dengan sang menantu.
Al adalah putra pertamanya dari Rayen setelah mereka menikah. Ibu mana yang tak sedih dan terpukul mendengar berita dan kabar duka seperti ini. Mungkin kalau cuma sekedar air mata saja tak akan cukup bagi Lea.
Tak ada yang bisa menentang takdir tuhan. Meskipun kita berusaha untuk mengelak. Jika jalan takdir kita sudah digariskan olehnya. Maka kita sebagai hamba yang beriman. Hanya bisa berserah diri. Karena hanya dialah yang maha segalanya.
"Sherly tidak lapar mi".Lirih Sherly lemah. Jangan kan untuk makan. Tidur saja ia tidak bisa selama dua minggu ini.
__ADS_1
" Kalau kamu tidak makan. Bagaimana bisa cucu Mami sehat di dalam sana. Dia juga butuh asupan gizi sayang. Bukankah seorang dokter seharusnya lebih tahu dan paham apa yang dibutuhkan janin dalam kandungan? ".
Lea harus terpaksa mengatakan hal itu. Agar Sherly bisa berpikir jernih. Sebagai seorang Ibu Lea sangat paham apa yang dirasakan oleh Sherly.
Tapi saat ini Sherly juga butuh nutrisi untuk perkembangan bayinya. Harapan Lea jika Al bisa kembali dengan selamat begitu pun dengan teamnya. Meskipun itu hal yang tak masuk akal untuk diterima. Namun, apa salahnya jika berharap untuk kebaikan semuanya. Apalagi ini menyangkut nyawa orang banyak.
Entah apa yang akan terjadi nantinya. Jika sampai Lea benar benar mendapatkan kabar jika Al putranya sudah meninggal dunia. Tak hanya Sherly saja tentunya yang gila tapi Lea juga akan mengalami hal yang sama.
Naura nampak berkaca kaca sambil berdiri di ambang pintu kamar kakak iparnya. Kamar yang dulunya adalah kamar Al. Membuat Naura ikut menitikkan air matanya.
"Semuanya akan baik baik saja sayang".Rayen menenangkan putri bungsunya.
__ADS_1
Naura menganggukkan kepalanya setuju. Meskipun hatinya sangat sedih saat ini. Tapi harapan semua keluarga jika Al tetap masih bisa terselamatkan.