
Malam harinya kediaman Al sedikit ramai. Karena di sana ada Opa Rayen , Oma Lea dan juga para cucu cucunya. Meskipun belum seluruhnya. Namun, dengan adanya Zein. Rumah Al terlihat ramai. Karena baik Al maupun Zein sama sama konyolnya.
" Zein, berapa lama kamu di Jakarta? ". Tanya Opa Rayen mulai membuka obrolan saat semua orang telah menyelesaikan makan malamnya.
" Kenapa Opa?. Jangan usir Zein dong!. Kan Zein baru tiba tadi, Masa udah disuruh pulang sih". Seloroh Zein di sambut gelengan kepala oleh Oma Lea.
" Halah, modus kamu itu Zein. Bilang aja kalau kamu mau lama lama kan disini!. Karena gak mau jauh jauh lagi dari suketi". Al ikut menyela membuat Zein langsung menatap Uncle nya itu kesal.
" Come on Abi!. Jangan ikut ikutan Zello!. Namanya Ketty. Kenapa semua orang malah lebih suka memanggil namanya salah begitu sih". Zein tampak tak terima saat sang pujaan hatinya selalu saja di katain oleh keluarga nya.
" Apa rambut nya masih seperti sarang tawon Zein?? ". Ledek Al lagi. Yang mana Al tak pernah bisa melihat Zein tenang.
" Abi pasti akan jatuh cinta saat melihat Ketty sekarang ". Celetuk Zein. Dan berhasil membuat Sherly menatap kedua pria itu dengan tatapan tajamnya.
" Urusan orang dewasa memang sangat runyam ". Timpal Juna yang langsung beranjak dari tempat duduknya. Di ikuti oleh Fatih.
Beruntung disana tidak ada Zeera. Karena ia sore tadi ikut bersama Yuni untuk pulang ke rumah nya. Sebelum mereka menjemput Keena di Bandara.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Sherly mulai naik ke atas ranjang saat mereka sudah masuk kedalam kamar. Setelah tadi sempat mengobrol santai dengan Papa dan Mami mertuanya.
" Sayang, lusa jangan lupa!".
" Apa Bi ? ". Tanya Sherly pura pura tidak ingat.
" Tuh kan baru saja di bahas, masak udah gak inget? ". Al menatap wajah istrinya yang sudah tidak memakai hijab dan cadarnya lagi. Hingga wajah cantik dengan kulit mulus itu bisa ia lihat dengan nyata.
Al beruntung bisa menjadikan Sherly istrinya. Karena hanya dialah yang bisa melihat dan menikmati seluruh tubuh istrinya. Bahkan, hanya dia pria beruntung yang berhasil menjamah sesuka hatinya seluruh milik Sherly.
" Cerdas". Sahut Al bangga.
Cup....
Satu kecupan mendarat tepat di bibir Sherly. Membuat ibu dua anak itu tersenyum menggoda.
__ADS_1
" Ah, jangan memancing begitu sayang! ". Seru Al seperti tampak tak ingin tergoda.
Namun, Sherly dengan jahilnya malah mulai mengelus paha suaminya. Dan ikutan naik sampai ke arah mentimun Al.
" Hemmm... Kamu nakal ya yang". Lirih Al sambil mengerang saat mentimunnya yang masih terbungkus di remas kuat oleh Sherly.
" Ayo pilih!. Mau di atas atau dibawah? ".
Al bertanya langsung pada istrinya. Dan memberikan pilihan. Yang mana membuat Sherly hanya terkekeh. Lalu menjawab.
" Kalau bisa dua dua nya. Kenapa harus memilih?". Al pun langsung menggulingkan tubuh istrinya di atas kasur empuk itu.
Menindih tubuh istrinya dan menguncinya agar Sherly susah gerak. Tatapan Al begitu dalam dan memuja. Wajah Cantik istrinya malah semakin terlihat cantik ketika dekat seperti itu.
Tangan Al sudah menjalar masuk kedalam piyama tidur istrinya. Sedangkan bibir Sherly sudah ia bungkam dengan ciuman panasnya.
Dan dapat di pastikan setelah beberapa menit berlalu. Keduanya kembali larut dalam pertempuran panas, Yang tidak bisa di hindari lagi. Sampai sampai hanya keringat dan peluh saja yang selalu menjadi saksi bisu aksi keduanya.
__ADS_1
TBC
KALAU MAU HOT JELETOT, TANPA SKIP TANPA SENSOR BISA MAMPIR DI PF SEBELAH YA GENGS. DI JAMIN BIKIN TRAVELLING ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤