
Keesokan harinya, pagi pagi sekali Sherly sudah nampak begitu rapi dengan setelah gamis syar'i nya. Al yang melihat penampilan sang istri hanya menatap tidak rela. Karena akan di tinggal bekerja untuk beberapa jam saja.
Kondisi Al memang belum begitu pulih. Tapi dia sudah bisa melakukan aktivitas setiap harinya. Hanya saja ia belum di izinkan untuk beraktivitas berat.
"Yang, jam berapa pulang nya??? ".
Sherly yang masih merapikan hijabnya, nampak menoleh pada suaminya yang kini sedang duduk di sofa yang ada di dalam ruangan walk in closet. Menemani istrinya yang sedang ganti pakaian sejak tadi.
" Yaa Allah bang, Aku bahkan belum pergi, abang udah nanyain jam pulang saja".Sherly menggelengkan kepalanya akan sikap suaminya itu.
Al pun bangkit dari tempat duduknya, Lalu memeluk tubuh istrinya dari arah belakang. Menatap wajah cantik Sherly dari pantulan cermin besar yang ada di hadapan mereka berdua.
"Bagaimana kalau abang kangen baby???".Alasan Al sambil mengelus perut Sherly yang semakin membuncit itu.
" Baby atau Mommy nya??? ".Ledek Sherly mengulum senyumnya. Al hanya terkekeh sambil mendaratkan kecupan singkat di pipi mulus istrinya.
" Dua duanya sayang. Karena baby kan masih selalu dibawa dengan Mommy nya. Jadi, tidak adil kalau hanya kangen salah satunya".
"Abang boleh datang kalau memang kangennya udah berat banget!!!. Soalnya aku kemungkinan pulangnya sedikit terlambat sayang. Ada beberapa pasien yang harus aku temui hari ini".
__ADS_1
Sherly membalikkan tubuhnya. Hingga kini ia bisa Bersihtatap dengan suami mesumnya itu. " Bagaimana kalau nanti sore kita sekalian mampir saja kerumah kak Jery??. Selain untuk ikut berbela sungkawa dan menghibur kak Jery. Aku juga penasaran dengan wajah istri barunya bang".Lirih Sherly pelan sambil mengulum senyumnya.
Al mencubit gemas hidung mancung istrinya. Lalu mengecup singkat bibir tipis itu. "Jangan bilang ini keinginan baby kita yang!!! ".
" Hahaha... Kalau ini sepertinya keinginan Mommy nya deh bang".Jawab Sherly sambil terkekeh.
"Baiklah, Kalau begitu biar abang saja yang antar kamu pergi kerja. Sekalian abang mau kerumah Mami".
" Yakin sudah bisa nyetir sendiri bang??? ".Sherly masih nampak ragu akan luka suaminya.
" Jangankan nyetir mobil yang. Nyetir kamu semalaman saja abang sanggup kan??? ".
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
" Hati hati sayang!!! ".Seru Sherly ketika ia baru saja tiba di depan parkiran rumah sakit dan baru juga turun dari mobil suaminya.
Al yang sejak tadi ikut turun dari mobilnya. Karena membantu membukakan pintu mobil untuk sang istri. Kini hanya menganggukkan kepalanya. Sembari membuka kembali pintu mobilnya.
" Kamu juga yang!!. Jangan terlalu lelah bekerja di rumah sakit sendiri!! ".Seru Al penuh perintah dan menekan kan kata katanya. " Kasian baby juga, ingat semalam dia juga sudah kita usik tidurnya".Seloroh Al sambil tersenyum mesum.
__ADS_1
"Iya, udah sana!!!. Aku mau masuk nih".Jawab Sherly yang merasa malu akan ucapan prontal suaminya.Apalagi di parkiran masih ada banyak orang dan beberapa karyawan rumah sakit yang baru saja tiba.
Tapi Al nampak cuek. Apalagi ia juga disapa oleh para karyawan nya. Karena ia adalah direktur resmi rumah sakit tempat istrinya bekerja. Pagi ini juga Al mendapatkan beberapa pujian dari para suster dan beberapa orang keluarga pasien.
Karena penampilan Al begitu menarik perhatian orang orang. Terutama para kaum hawa, Padahal ia hanya memakai baju kaos putih polos yang ia padukan dengan kemeja kotak kotak berwarna navy. Dan bawahan jean levis warna senada dengan kemejanya.
Jangan lupakan wajah tampan nya yang memang sudah melekat sejak masih orok. Titisan Rayen memang tidak ada duanya. Terbukti sudah karena anak anaknya nyaris sempurna semuanya.
Melihat orang orang pada gagal fokus dengan suaminya. Membuat Sherly sedikit kesal dan mengerucutkan bibirnya. Matanya sejak tadi sudah menatap tajam pada orang orang itu. Jika saja ia tidak berprofesi sebagai seorang dokter ataupun tenaga kesehatan di rumah sakit itu. Mungkin Sherly sudah mencolok semua mata para wanita itu.
Tapi Sherly masih bisa berpikir waras untuk hal bodoh. Ia hanya melayangkan tatapan tajam dan membunuhnya pada suaminya saja. Melihat itu Al hanya mengulum senyumnya jahil.
"Udah sana buruan pergi bang!!!. Ngapain masih disini??? ".Sentak Sherly dengan suara sedikit kesal.
" Iya iya sayangku, aku jalan dulu ya. Assalamu'alaikum ".
"Waalaikumsalam".jawab Sherly masih saja terdengar ketus. Membuat Al menggeleng kan kepalanya akan sikap bumil itu.
TBC
__ADS_1