Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Maunya Al


__ADS_3

"Selamat datang di tempat tinggal kita baby".Al tersenyum sangat bahagia ketika mereka sudah turun dari mobilnya.


" Suasana nya bikin nyaman ".Lirih Sherly yang seperti nya menyukai lingkungan Asrama tempat tinggal mereka.


" Disini nanti juga akan jadi saksi untuk proses pembuatan Al junior baby".Bisik Al dengan menarik sudut bibirnya.


Sherly pun hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Ia tahu apa yang suaminya itu inginkan saat ini. Padahal semalam juga ia baru mengulangi nya lagi. Bahkan selama di villa Al juga sudah tidak pernah absen akan kegiatan panas itu.


Sepertinya Al memang tidak pernah merasa capek dan bosan melakukannya. Tapi tak dapat Sherly pungkiri juga. Jika itu rasanya sangat membuatnya ikut melayang. Sensasi seperti itu hanya Sherly rasakan bersama suaminya saja. Dan hanya Al pria yang pertama kalinya menyentuh dan melihat langsung kesempurnaan tubuhnya.


"Ayo kita masuk !!! ".Al langsung menggandeng tangan istrinya. Mengajaknya masuk kedalam Asrama nya.


Namun, ketika mereka akan melangkah tiba tiba langkah mereka tertahan akan suara anak perempuan yang sangat Ak kenal.


" Bu Dokter cantik ".Seru Shena sambil sedikit berlari menghampiri Al dan juga Sherly.


"Shena, hei... kamu tinggal disini juga sayang??? ".Sherly pun langsung berjongkok mensejajarkan dirinya dengan gadis kecil yang manis dan cantik itu.


" Apa bu Dokter juga akan tinggal disini??? ".Tanya Shena sambil menatap wajah Sherly yang tertutup cadar nya.


" Tentu Shena. Dokter cantik kan sekarang sudah menjadi istrinya bang Al".Kali ini giliran Al yang menjawab. Membuat gadis kecil itu bersorak riang.


"Yeeeah... Shena bisa sering ketemu bu Dokter dong tiap hari".


" Yah sayang. Kamu bisa kapanpun menemuiku!!!" Jawab Sherly sambil ikut tersenyum bahagia. Karena ia bisa melihat perubahan Shena. Padahal waktu pertama kalinya ia bertemu ,Shena bagaikan manusia yang tak memiliki semangat hidup.

__ADS_1


Untuk bicara saja Shena hanya bicara pada orang orang tertentu. Shena banyak diam dan cenderung introvert. Ia bahkan tidak memiliki teman di sekolahnya. Tapi saat ini Sherly merasa lega, Shena sudah kembali ceria. Rasa trauma nya perlahan sirna.


Sherly dan Al pun mengajak Shena untuk ikut masuk kedalam Asrama. Hingga mobil parabotan datang secara bersamaan. Al akan menyulap rumah minimalisnya selama ini menjadi tempat tinggal yang nyaman.Untuk dirinya dan istrinya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


"Sayang, makan siang nya sudah siap".Sherly memanggil Al untuk makan siang terlebih dahulu. Karena Al masih sibuk menata semua parabotan rumah tangganya.


Sherly juga baru selesai menata makanan di meja makan. Tapi menunya ia beli dengan memesan lewat aplikasi online. Al juga memaklumi jika Sherly tidak bisa masak. Tapi Sherly juga masih terus belajar sampai sekarang.


Al mengerti jika Sherly belum terbiasa dengan pekerjaan itu. Sebab, sejak kecil Sherly selalu dilayani oleh pelayan. Dan ia juga tidak pernah di izinkan untuk masuk kedapur.


Kehidupan Sherly di didik dengan tegas. Dan bahkan sejak dini ia sudah berlatih ilmu bela diri dan juga caranya menggunakan senjata.


Bukan tanpa sebab keluarga Mark melatih Sherly dan menyuruhnya untuk tahu menggunakan senjata. Karena kehidupan mereka penuh dengan kekejaman. Dan banyaknya musuh dimana mana.


"Aku datang baby".Sahut Al sembari meninggalkan pekerjaan nya. Al bahkan hanya memakai baju kaos santai dengan celana pendeknya saja.


Beruntung tadi tukang AC sudah memasangnya. Jadi Asrama yang dihuni oleh Al tidak segerah biasanya. Yang hanya memakai kipas angin biasa.


" Maaf sayang, aku belum bisa menyajikan makanan dari hasil masakan ku sendiri".Tutur Sherly jujur.


Al pun tersenyum sembari mengusap punggung tangan istrinya. "Tidak masalah sayang. Sama saja, yang penting kita masih bisa makan bersama. Aku tidak akan memaksa mu untuk memasak untukku. Jadi jangan terlalu di pikirkan!. Kita bisa makan di luar atau delev kan tidak papa ".


Al memang suaminya yang bisa memahami sang istri. Karena bagi Al tidak masalah sama sekali jika mereka harus makan dari beli. Sebab, yang terpenting dari Al adalah Sherly tetap selalu bersama nya. Menemani nya hingga maut memisahkan.

__ADS_1


Dan Sherly juga akan menjadi ibu dari anak anaknya nanti. Membesarkan buah hati mereka secara bersama sama. Itu adalah doa yang selalu Al panjatkan kepada sang Pencipta.


Al tidak pernah menuntut lebih dari itu. Ia juga hanya berharap jika istrinya selalu diberikan keselamatan dan terlindungi. Meskipun ia tahu jika Sherly pandai ilmu bela diri dan bisa menggunakan senjata. Tapi tetap saja Al masih merasa khawatir.


"Terimakasih sayang".Ucap Sherly tulus. Senyum indah nan manis merekah dibibir mungilnya.


Karena saat ini Sherly juga sedang tidak memakai cadarnya.Bahkan Sherly juga hanya memakai baju kaos santai dengan setelan hot pants pendeknya saja. Membuat penampilan nya begitu menggoda mata Al suaminya.


" Untuk??? ".


" Semuanya ".Sherly kembali tersenyum tulus.


Cup...


Satu kecupan Sherly daratkan pada bibir sensual suaminya. Membuat Al langsung mengulum senyumnya senang.


" Apa kau sedang berusaha menggodaku?. Hm? ".Al pun langsung berpikir mesum.


Sherly pun hanya terkekeh saja karena suaminya itu tidak bisa di pancing sedikit saja. Padahal ia juga baru memberikan kecupan bukan ciuman panas dan sejenisnya.


" Ayo!!! ".Al ingin bangkit dari kursinya seraya menarik tangan istrinya.


" Makan dulu sayang!!!. Setelah selesai makan lalu...


"Siap baby. Setelah selesai makan kita lalu bermesraan kan?? ".Al mengedipkan satu matanya pada Sherly.

__ADS_1


Sherly pun ikut terkekeh geli sambil menggeleng kan kepalanya. Tak habis pikir jika menyangkut hal mesum Al langsung cepat tanggap.


TBC


__ADS_2