
"Bagaimana??? ".Mark bertanya pada anggotanya yang telah ia sebar di setiap wilayah. Saat ini ia berbicara lewat panggilan telpon seluler.
" Tidak ada daftar nama Tuan Al dan empat anggota prajurit lainnya yang ada di dalam pesawat king".Jawab anggota Mark dari seberang telponnya.
Mark mengerutkan keningnya. Saat mendengar jawaban orang anggota nya itu. "Kau yakin??? ".
" Sangat yakin king. Tapi sepertinya ada pihak yang terkait di balik semua ini bisa jadi...
"Aku sudah bisa menebaknya".Potong Mark dengan seringai liciknya. " Lanjutkan pencarian!. Dan temukan apapun itu sebagai buktinya!! ".
" Baik king".
"Jangan lupa kirimkan data keempat prajurit yang tidak ada dalam daftar penerbangan saat itu!!! ".
" Siap king".
Mark meletakkan kembali ponselnya di atas meja kerjanya. Jacob pun melangkah mendekati king nya. Saat Mark memberikan kode melalui tangannya.
__ADS_1
"Selidiki orang orang yang ada di dalam team Al yang pergi bertugas bersamanya!!!. Dan cari tahu juga empat orang yang datanya di kirim oleh Marvin! ".
" Baik king".Jacob pun mulai pergi meninggalkan king nya di ruangan kerjanya itu.
Tak berselang lama setelah Jacob pergi. Ponsel Mark kembali berdering. Memperlihatkan nama sepupunya disana.
"Hm, ada apa???".Ucap Mark saat ia sudah mengangkat panggilan telpon dari Satria.
" Aku sudah mengirim data padamu!!!. Mungkin semua itu bisa membantu. Dan ingat beritahu aku jika kau akan berperang kembali ".Tutur Satria dari seberang telpon nya. Satria juga sambil terkekeh kecil.
"Persiapkan saja dirimu dan anak buahmu. Untuk menyambut serangan ku!!! ".Jawab Mark datar sambil langsung mematikan sambungan telpon nya.
Sedangkan dalam pikiran Mark. Ia tidak mau membuat sepupunya ikut terlibat dalam masalah ini. Cukup Al yang sudah menjadi korban para klan nya. Jangan sampai keluarga nya yang lain lagi. Apalagi ia sekarang malah terlihat mulai lemah. Karena berhasil di kecoh.
Akibat dari rasa dendam dan juga amarahnya. Mark sampai tidak memikirkan masak masak dulu dalam mengambil langkah. Seandainya ia menuruti perkataan Sherly. Untuk menyuruh anggota nya saja dan Reza yang menyerang. Mungkin saat ini Mark masih bisa menghandle anak buahnya yang lain nya. Untuk tetap siaga pada apapun.
Terlalu fokus mencari tahu keberadaan pria yang mengincar adiknya. Membuat Mark lupa akan keselamatan Al yang sedang bertugas.
__ADS_1
Tatapan Mark jauh memandang kedepan sana. Dengan pikiran pikiran rasa bersalah nya pada Sherly. Tapi semua ini sudah terjadi. Harapan Mark sama jika Al saat ini masih hidup. Dan Mark berharap agar salah satu dari team anggota nya bisa melacak keberadaan Al dan juga keempat prajurit yang lainnya itu.
'Kalian pasti selamat".Guman Mark sembari mengusap wajahnya kasar.
Berkali laki Mark mengupat kasar. Mengingat kebodohannya kali ini. Sampai Jacob datang kembali dengan membawa air mineral untuk king nya.
"Minum dulu king!!! ".Ucap Jacob yang ternyata sangat perhatian pada bosnya itu.
" Ini data yang king minta. Ke empat prajurit itu adalah orang orang yang selama ini dekat dengan tuan Al king. Dan salah satu nya adalah tetangga tuan Al di Asrama nya".Jacob menjelaskan secara detail.
Sedangakan Mark mendengarkan secara serius. Mark lalu menatap layar laptopnya. Untuk melihat akses panggilan masuk di ponsel Sherly. Yang telah ia bajak untuk mengetahui kapan terkahir kali nya Al menghubungi istrinya.
Senyum iblisnya kembali terbit ketika Mark sadar dan memahami teka teki ini. "Mereka tidak bekerja sendiri".Lirih Mark mulai paham.
" Siapakan heli kopter kita akan mulai berpetualang Jacob!!! ".Seru Mark sambil tersenyum iblis.
Sepertinya Mark sudah mendapatkan ide ataupun cara untuk menemukan kakak iparnya dan juga letak pesawat khusus prajurit TNI itu sekarang.
__ADS_1
Tentu saja Mark tak akan menyerah dan tinggal diam begitu saja. Ia punya cara tersendiri untuk menyelesaikan semuanya.
TBC