Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kekompakan


__ADS_3

Ketika Mark dan anggotanya sedang mencari sela untuk menghabisi para musuhnya. Di tempat yang berbeda juga. Al dan ke empat prajuritnya mulai sedikit panik. Ketika hewan buas itu mulai mendongak ke atas. Seolah tengah menatap mereka satu persatu.


"Busyet dah, nih kucing. Kenapa mesti sebesar ini sih? ".Seloroh Rendi yang mulai ikutan panik juga. Karena bisa saja, hewan itu langsung meloncat dan meraih kaki mereka untuk dijadikan santapan makan oleh hewan buas tersebut.


" Mata loe kek nya harus di periksa deh Bro!! ".Protes Arkan tak terima dengan istilah yang di pakai oleh Rendi. Untuk menggambarkan hewan biasa di bawah sana dengan sebutan kucing.


" Mana ada kucing sebesar ini".Sambung Arkan sambil berusaha mengangkat kedua kakinya agar lebih tinggi dari jangauan hewan buas tersebut.


"Loe kayak gak tahu di Rendi saja bro. Dia kan suka gila mendadak kalau lagi panik gini".Sahut Ardan yang sejak tadi lebih banyak diam daripada yang lainnya.


Al kembali menggeleng kan kepalanya. Akan ulah ke empat pria berbeda usia itu. Mereka bahkan punya cara tersendiri untuk menghibur dirinya masing masing. Dalam situasi dan kondisi yang sudah jelas memgancam keselamatan nyawa mereka semuanya.


"Apa kalian sudah siap untuk keluar dari sini??? ".Tanya Al tiba tiba dengan sudut bibir yang terangkat.


" Tentu saja bang. Bukannya sejak tadi itu yang kita mau? ".Jawab Arno cepat. Dan dijawab anggukan kepala oleh yang lainnya. Membenarkan jawaban Arno.


" Baiklah kita mulai sekarang".Seru Al lirih sambil memberi kode pada Rendi. Yang posisinya jauh lebih dekat dengannya daripada prajurit yang lainnya.


Rendi pun mulai mendekatkan diri dengan menarik rantai nya secara perlahan. Membuat gesekan kecil pada besi yang dijadikan landasan rantai iktan mereka.


"Ayo ambilkan!!! ".Perintah Al saat Rendi malah tak berkedip ketika Al menunjuk bagian pangkal paha nya pada Rendi.

__ADS_1


" Bang, gue masih normal nih. Masa iya gue harus... Aww... "Potong Rendi menolaknya. Pikirannya tiba tiba travelling pada permainan gila celengan semar beberapa menit yang lalu.


" Hais... Buang isi otak mesummu itu!!!. Aku menyutuhmu untuk mengambil sesuatu di dalam sana. Bukan untuk... Haiss... "Upat Al kasar.


Membuat rekan yang lain langsung terkekeh dengan masih tetap menjaga kekeha kecil mereka. Sedangkan Rendi langsung bersemu merah. Malu karena malah memikirkan hal menjijikkan.


Al pun langsung mengangkat tubuhnya saat Rendi mulai siap membuka mulutnya. Untuk mengambil sebuah kawat kecil yang ada di antara resleting Al. Entah kenapa Al meletakkan dan menyimpan nya disana.


Bahkan sekali lewat kawat itu berbentuk seperti gelang yang bulat. Atau nampak seperti gantungan resleting celana.


"Naik lagi bang!!!. Ayo sedikit lagi!! ".Seru Arkan seolah paham posisi mulut dan panggul Al yang belum pas. Sehingga membuat Rendi kesulitan memainkan perannya disana.


" Gue belum bisa menggigitnya bang. Ayo lebih mendekat lagi!! ".Seru Rendi sambil terus berusaha meraih benda yang di inginkan oleh Al.


" Aahh... Gue berhasil dap...


Belum juga pas, meraih benda itu. Suara auman Harimau lapar itu mulai memenuhi raungan Dan membuat Rendi terkejut. Hingga kawat bulat berbentuk gelang kecil di mulutnya jatuh.


Mata ke lima pria itu langsung melotot sempurna kala melihat gelang kawat bulat mulai terjun bebas melewati paha Al dan juga Rendi.


"Huff... ".Arkan dengan sigap menjepit kedua kakinya mempertahankan benda itu agar tidak jatuh ke lantai dan menyia nyiakan kerja keras Rendi dan Al tadi.

__ADS_1


Keempat pria itu nampak lega. Melihat benda itu terjepit di antara dua kaki Arkan. Namun, demi menyelamatkan benda itu Arkan hampir saja di terkam harimau lapar tersebut. Jika saja ia tidak segera menaikan kedua kakinya dengan posisi lurus agar benda itu tidak jatuh.


"Good Arkan. Loe memang bisa di andalkan ".Puji Al dengan senyum dibibirnya.


" Ayo bang ambil benda itu!!!. Aku sudah tidak kuat lagi mempertahankan nya".Lirih Arkan sambil menahan nafasnya.


Al pun mulai kembali bergerak dan mendekatkan dirinya, hingga sedikit menghimpit pada tubuh Rendi. Saat mereka mereka berdua terlihat seperti katak yang sedang kawin dari arah belakang.


"Bang kenapa harus dengan posisi begini sih???. Gue bisa ternodai nih".Protes Rendi karena Al semakin menempel pada tubuhnya.


" Tenang saja gue tidak akan melecehkan loe bro. Gue hanya nafsu lihat bini gue aja. Otak gue masih waras untuk ngembat pedang loe".Jawab Al tanpa filter.


"Berikan kakimu pada Arkan!!! ".Perintah Al pada Rendi.


" Yaelah gue lagi".Protes Rendi. Tapi tak urung ia juga masih menuruti perintah Al.


Hingga benda itu kini telah berpindah pada kedua kakinya. Dan Al dengan gerakan cepat pun mulai berkasi kembali. Hanya dengan sentuhan kecil saja. Benda yang berada di kaki Rendi. Yang awalnya hanya berbentuk gelang biasa. Kini langsung berubah menjadi besi kecil yang lurus Dan sedikit tajam pada ujungnya.


"Tak sia sia memiliki istri seorang mafia".Batin Al sambil tersenyum.


TBC

__ADS_1


__ADS_2