
Ke esokan harinya setelah bicara dengan Al suaminya. Sherly sepakat ingin menambah asisten rumah tangga lagi. Dan mereka juga meminta tolong sang sopir pribadi untuk menjemput Rumi. Saudara bik wati yang memang sedang membutuhkan pekerjaan. Bahkan bik Wati di biarkan ikut sang sopir agar lebih mudah dan tidak harus bertanya tanya di jalan.
Setelah mengantar Al sampai ke depan teras. Karena seperti biasanya, Al selalu datang pagi setiap bekerja. Dan hari ini kebetulan hari senin. Baby Fatih juga tak mau ketinggalan saat sang Abi pamit kerja.
Sherly langsung kembali masuk kedalam. Namun, langkah nya terhenti saat deru mesin mobil Mertuanya mulai memasuki halaman rumahnya.
" Ada Oma datang sayang". Ucap Sherly pada putranya yang kini ada dalam gendongan nya. Karena Sherly dan Al juga belum mendapatkan babysitter yang cocok untuk Fatih. Jadi, sampai saat ini setiap pagi Sherly harus mengurus bayi dua sekaligus.
Yang satu bayi beneran dan yang satu lagi bayi gedenya. Dimana Al selalu saja ingin di layani dengan baik. Bahkan, saat sudah punya anak saja pria itu malah semakin manja. Mungkin Al tidak mau kalah dengan Fatih untuk mendapatkan perhatian istrinya.
" Assalamu'alaikum ".
" Waalaikumsalam, Loh Mami sendiri aja, Papa kemana mi??? ". Karena tidak biasanya Mami mertuanya berkunjung tidak bersama Papa mertuanya. Sebab, mereka berdua itu meskipun umur nya sudah tua. Dan sudah banyak cucu, tapi kalau masalah kemesraan dan keharmonisan Rayen dan Lea jagonya.
__ADS_1
Itulah sebabnya, para anak anak dan keturunan nya semua mencontoh dari apa yang di terapkan oleh orang tua mereka. Sesulit apapun masalah yang sedang di hadapi mereka akan tetap saling bahu membahu satu sama lainnya.
" Papa lagi ada kerjaan sebentar sama temen nya. Nanti katanya mau nyusul , tadi juga berangkat nya barengan sama Mami".
Sherly hanya menganggukkan kepalanya paham. Lalu menyambut tangan Mami mertua nya dan mencium punggung tangan itu dengan takzim. Hal kecil yang selalu para anak dan menantu nya lakukan. Tapi, tampak begitu sopan dan selalu menyentuh hati.
Karena bagi mereka Lea adalah sosok ibu dan mertua yang sangat baik. Mereka tak kekurangan kasih sayang menjadi bagian dari keluarga besar ini. Semua di perlakuan sama, tak ada satu orang pun yang di beda bedakan. Lea dan Rayen memang sangat adil dan imbang.
" Belum sempat mi. Lagian, Sherly juga masih bisa handle semuanya mi. Hitung hitung untuk kesibukan setiap hari daripada gak ada kerjaan ". Jawab Sherly sembari menjemur baby Fatih dengan sinar matahari pagi yang bagus untuk sang baby.
" Tapi, kamu juga harus istirahat yang cukup sayang. Punya baby seusia Fatih membuat tidur kita kurang loh". Lea kembali menasehati menantunya.
" Iya mi, nanti kalau bang Al libur kita usahakan deh cari babysitter di yayasan khusus nya".
__ADS_1
Lea pun tersenyum lalu mendekati cucu dan menantunya yang saat ini masih duduk di pinggiran lantai teras belakang. Karena sinar matahari pagi ini begitu tampak apik untuk sang baby.
" Sini biar Mami yang berjemur sama Fatih!!. Udah lama Mami gak jemur bayi ". Canda Lea yang disambut gelak tawa oleh keduanya.
Sherly selalu merasa punya ibu seutuhnya saat ia masuk kedalam keluarga Bagaskara. Sungguh ketulusan hati Mami Lea melebihi Ibu kandung sendiri. Entah terbuat dari apa hatinya, ia bisa sesabar dan setulus ini.
" Mami daritadi gak lihat bio wati sama sopir kalian???. Kemana mereka? . Apa lagi belanja kebutuhan dapur? ". Lea mulai bertanya karena biasanya saat ia datang bik wati selalu heboh menyambut kedatangan nya.
" Oh, itu mi. Bik wati sama mang tarjo lagi jemput Rumi di kampungnya bik Wati. Masih saudara nya bik Wati juga mau kerja disini".
" Wah, lumayan jauh tuh kampung nya bik Wati, bisa bisa mereka pulang nya kemaleman ".
" Ya gak papa lah Mi. Yang penting mereka bisa pulang denga selamat ".
__ADS_1