Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Seringai Licik King Mafia


__ADS_3

Di saat Sherly tengah asyik menggoda suaminya. Di tempat yang berbeda saat ini kedua pria yang awalnya dibawa paksa oleh anggota Sherly untuk menemui pria berkuasa.


Di sinilah Rendy dan juga Ardan berada. Di sebuah ruangan luas yang tampak begitu rapi namun, sangat menyeramkan. Karena mereka berdua bisa melihat sosok pria dewasa. Dengan tatapan dingin dan juga rahang tegas. Tengah memperhatikan mereka berdua.


Sejak beberapa menit yang lalu mereka di bawa ke tempat ini. Masih ada pembicaraan apapun di dalam ruangan tersebut. Hanya sorot mata tajam bagai singa yang siap menerkam musuhnya. Membuat bulu kuduk Rendy dan Ardan meremang ketakutan.


Baru kali ini mereka berdua melihat dengan jelas. Sosok pria yang dijuluki seorang iblis berwujud pria tampan. Meskipun dulu mereka sempat melihat itu hanya sepintas saja. Tapi, kali ini mereka benar benar yakin. Jika Mark memang pantas menjadi raja Mafia yang tak terkalahkan.


Tak berselang lama pintu ruangan di ketuk dari luar. Dan hanya memainkan jarinya saja Mark mampu membuat pintu itu terbuka. Hingga Rendy dan Ardan melihat tiga orang pria dengan wajah khas masing masing. Dimana dua di antaranya seperti asli orang Eropa dan satunya lagi memiliki mata sipit khas orang Jepang.


Tebakan Rendy benar jika salah satu pria itu adalah orang Jepang. Karena saat Mark menyebut namanya dengan panggilan Akiyama.


"Apa yang akan kita lakukan pada mereka berdua king??? ". Samuel mulai bertanya dengan raut wajah yang sulit di artikan. Membuat Rendy mengerutkan dahinya. Sedangakan Ardan, pria itu sejak tadi hanya terlihat pasrah akan keadaan. Karena baginya hidup pun tidak akan lebih baik.

__ADS_1


Ia bagaikan seorang robot yang bisa di kendalikan. Kapan pun pemiliknya membutuhkannya. Lari pun percuma bagi mereka. Bahkan sembunyi di lubang semut pun. Pada akhirnya mereka sendiri yang akan mencari tuan nya.


"Seorang pengkhianat tidak pantas untuk di maafkan". Jawab Mark dengan suara penuh penekanan. " Kalian lebih tahu apa yang bisa kalian lakukan untuk membuat mereka tak bisa bergerak kembali!! ".Sambung Mark lagi dengan seringai liciknya.


Beberapa pria bertubuh kekar mulai masuk kedalam ruangan. Ketika tangan Mark terangkat ke atas. Hal itu membuat Rendy mulai panik, jujur ia memang sudah mulai pasrah dengan keadaan. Namun, di satu sisi ia belum siap untuk binasa. Apalagi saat ini kekasihnya tengah mengandung bayinya.


Rendy ingin ia bisa menikahi sang kekasih dan meminta maaf pada keluarga nya. Sebelum ia mati, Meskipun kata maaf tak akan mampu menebus semuanya. Tapi, setidaknya bagi Rendy ia sempat bertanggungjawab atas perbuatannya.


"Tolong ampuni saya king!!!. Saya tidak bermaksud berkhianat ataupun mencelakai bang Al dan istrinya. Tapi saya hanya korban disini". Rendy mulai memberanikan diri untuk bicara. Namun, Mark sama sekali tak memperdulikan nya.


" Sayangnya nyawa kalian sekarang sudah di ujung tanduk". Lagi lagi Samuel semakin membuat Rendy berontak. Apalagi saat dua orang pria yang sudah memegangi tubuhnya. Dan mulai membawanya keluar dari ruangan itu.


Mark sejak tadi diam diam memperhatikan Ardan. Dimana pria itu sedikitpun tak ada gugupnya. Ia malah terlihat pasrah akan keadaan. Hal itu membuat Mark menarik sudut bibirnya.

__ADS_1


"Selesai kan tugas kalian secepatnya!!!. Karena aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi! ".


" Baik King. Jangan lupa bonus kami di naikkan lagi!!! ". Samuel malah dengan beraninya meminta naik gaji. Tatapan menyeramkan dari Mark membuat Samuel kikuk sendiri. Ia pun hanya menggaruk kepalanya sembari nyengir kuda.


" Segera urus kedua pria itu atau aku potong bend itu!!! ". Bentak Mark sembari melirik antara kedua paha Samuel.


" Siap king ".Samuel Langsung pergi begitu saja seraya terus memegangi miliknya. Satu satunya asset yang ia punya untuk membuat para wanitanya lemas di atas ranjang tanpa hubungan yang jelas.


" Shiitt... Bisa turun derajat ku kalau sampai dia di potong oleh king". Guman Samuel bergidik ngeri.


Sedangkan kedua teman Samuel hanya menahan tawanya saja. Saat melihat dokter cabul itu langsung ngibrit sembari terus memegangi kebanggaan nya.


Mark kembali menutup ruangan kerjanya. Setelah semua orang pergi dari hadapan nya. Lalu ia kembali fokus pada layar laptop yang ada di hadapan nya saat ini. Dimana saat ini senyum Mark merekah kala ia sudah bisa menemukan letak markas dalang dari semua teror yang mereka terima selama ini.

__ADS_1


"ARNITA". Seringai licik Mark kembali terbit namun, kali ini tampak begitu menakutkan. Mark pun kembali mengotak atik laptopnya. Saat sang putra juga sudah mengirimkan sistem untuk memprogram ulang semua chip yang wanita gila itu tanamkan pada orang orang yang pernah menjadi budaknya.


__ADS_2