
Beberapa jam setelah Al sadarkan diri. Sherly bernafas lega saat suami jahilnya itu sudah tidur terlelap sehabis makan dan minum obatnya. Sherly membenarkan selimut untuk menutupi tubuh suaminya.
Jam di dinding masih menunjukkan pukul sembilan malam. Sherly juga sudah makan bersama sang suami dan kedua mertuanya tadi. Begitu pun dengan Opa Bagas. Meskipun awalnya Opa Bagas menolak untuk makan. Karena sang istri tercintanya sampai sekarang tak kunjung sadarkan diri.
Masih untungnya Mona hanya kelelahan dan jatuh pingsan. Tapi karena kepala nya sempat terbentur saat ia jatuh. Membuatnya mengalami cidera di bagian tempurung kepalanya.
Belum lagi penyakit darah tingginya yang memang sudah ada sejak dulu. Mungkin itulah yang mengakibatkannya dirinya belum sadarkan diri sampai sekarang.
Dokter juga sudah bilang kemungkinan terbesar ketika Sadar Mona akan mengalami struk ringan. Tapi juga tidak karena tergantung kondisi fisik masing masing orang.
Setelah membenarkan selimut suaminya yang sangat tumben bisa tidur dibawah jam sepuluh malam. Sherly memutuskan untuk melihat kondisi Oma Mona. Yang malah di pindahkan ke ruangan ICU. Karena Mona masih perlu pemantauan ektra dari team medis.
"Aku lihat Oma dulu ya sayang".Pamit Sherly sembari mendaratkan kecupan singkat nya pada kening dan bibir suaminya.
Setelah itu bumil bergamis Syar'i itu kembali melangkah kearah luar ruangan suaminya. Sebab, Sherly juga belum mengantuk saat ini.
πΏπΏπΏπΏπΏ
" Bagaimana keadaan Oma Mi??? ".Pertanyaan Sherly membuat Mami Lea menoleh kearah sumber suara.
__ADS_1
Saat ini Lea berada di depan ruangan ICU Mama mertuanya. Karena di dalam ruangan masih ada Jeny dan Satria.
" Masih sama sayang. Mungkin Oma masih lelah".Jawab Lea sambil mengulas senyum tipisnya.
Sherly ikut mendaratkan bokongnya pada kursi tunggu yang ada di samping Lea. Disana juga ada Papa Rayen dan Opa Bagas. Kedua pria itu nampak begitu sendu. Terutama Opa Bagas, Sherly paham apa yang dirasakan Opa Bagas saat ini.
Karena tak ada satupun orang yang senang melihat pasangannya terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Apalagi dengan kondisi tak sadarkan diri begini.
Sherly sudah pernah berada dalam posisi seperti itu. Jadi, Sherly sangat paham apa yang sedang ada dalam pikiran Opa Bagas saat ini.
"Apa Al udah tidur sayang??? ".Tanya Lea yang mulai membuka obrolan nya. Sherly menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan sang Mami mertuanya.
Tak berselang lama, Jeny dan Satria keluar dari ruangan ICU tempat Mona di rawat. " Loh Sherly kamu belum istirahat??? ".Jeny menghampiri adik iparnya karena mereka juga sangat jarang sekali bertemu. Karena Jeny benar benar sibuk beberapa bulan ini. Begitu pun dengan suaminya.
"Belum kak, belum ngantuk".Jawab Sherly tersenyum manis. Meskipun senyumnya tidak bisa dilihat jelas oleh orang lain. Karena cadar nya yang selalu menuntupi wajah cantiknya.
Tapi Jeny bisa tahu jika adik iparnya itu sedang tersenyum. Satria memilih duduk di samping Papa mertuanya. Dan nampak mengobrol kecil.
" Papa masuk dulu Ray, Mau lihat Mama kamu".Ucap Bagas yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan masuk kedalam ruangan ICU dimana istrinya sedang terbaring lemah di ranjang pasien sana.
__ADS_1
"Alex sama siapa Jen??? ".Lea menanyakan cucunya putra semata wayang Jeny. Karena sampai saat ini Jeny juga belum ada tanda tanda untuk hamil lagi.
" Sama pelayan Mi dirumah. Soalnya tadi Alex juga udah tidur".Jawab Jeny. Karena mereka juga baru tiba di Jakarta sore tadi. Dan langsung mendapatkan kabar jika Oma Mona masuk rumah sakit. Makanya setelah makan malam Jeny dan Satria langsung kerumah sakit untuk membesuk Mona.
"Kalau kalian masih capek pulang saja dulu!!!. Malam ini ada Mami dan Papa kalian juga yang aja jagain Oma!!! ".Tutur Lea yang memahami anak dan menantu nya.
" Iya mi sebentar lagi kami pulang . Dan besok pagi Jeny kesini lagi".Lea pun mengangguk kan kepalanya.
Kini tatapan Jeny beralih pada perut buncit Sherly yang semakin terlihat saja. "Sudah berapa bulan sih ??? ".Tanya Jeny antusias.
" Baru masuk lima bulan kak".Jawab Sherly sambil tersenyum dan memegangi perutnya.
"Waw, kenapa sudah seperti tujuh bulanan ya???. Pasti baby nya sangat gemoy nih".Seru Jeny yang ikut mengusap pelan perut adik iparnya.
" Aku juga penasaran kak seperti apa wajahnya setelah lahir nanti".
"Hahhaha, cowok apa cewek nih??? ".Jeny kembali bertanya karena sudah terlanjur penasaran.
" Alhamdulillah kak kalo hasil USG sih Cowok tapi gak tau nanti bakal berubah apa gak".
__ADS_1
Senyum Lea pun ikut terbit melihat menantu nya dan juga anaknya tampak akur dan apalagi mendengar semua obrolan keduanya. Membuat Lea sedikit terhibur akan semua masalah yang silih berganti datang di keluarga nya.
MOHON MAAF GENGS KEK NYA SATU BAB DULU YA HARI INI, SOALNYA OTHOR LAGI BADMOOD BANGET. URUSAN DUNIA NYATA BIKIN OTAK JADI NGEBLANK MENDADAK πππ