
Sedangkan di bawah sana Tania dan Ardan nampak terikat dengan duduk di satu kursi. Mereka tadi lengah dan ternyata ruangan itu sudah di beri gas penghilang kesadaran.
Disaat Tania sibuk menatap wajah pria yang dulu sempat hadir di hidupnya. Pria yang sempat menempati sisi terindah di dalam hatinya. Namun, semua itu adalah kepalsuan semata.
Dan disinah mereka sekarang berada di dalam sebuah ruangan yang tak tahu si sebelah mana. Dari arah luar, Tania mulai mendengar suara tembakan. Karena ia sudah mulai sadar dari pengaruh obat tersebut. Sedangakan Ardan masih terlihat memejamkan matanya.
"Shiittt... " Upat Tania ketika ia melihat Bom ada di dalam ruangan itu. Dan sudah aktif sejak beberapa detik yang lalu.
"Akan kubunuh kau Tedy dengan tangan ku sendiri setelah aku keluar dari tempat ini".Geram Tania penuh emosi dan dendam.
Kini ia mulai berusaha melepaskan ikatan tali dari tangannya . Tak banyak memakan waktu lama bagi Tania untuk melepaskan ikatan tubuhnya itu. Tapi ia sedikit kesulitan saat rantai di kakinya terhut dengan Bom tersebut.
"Hais... Bajingan itu. Sepertinya ingin aku mati sekarang juga".Guman Tania menyimpan penuh amarahnya.
Ardan mulai bergerak membuat Tania langsung mencegah pria itu bergerak kembali. Karena semakin cepat mereka bergerak maka waktu Bom itu untuk meledak akan jadi semakin cepat juga.
Disana masih tersisa waktu sekitar empat puluh lima menit lagi. Sebelum Bom nya meledak. Dan dalam waktu itu Tania dan Ardan harus bisa keluar dari ruangan ini. Kalau tidak maka mereka akan wassalam.
Tania bisa memprediksi loncatan Bom itu tidak akan menghabiskan tempat itu. Hanya akan sampai sekitar dua ruangan saja yang akan hancur.
"Hei,prajurit,Apa kau tahu bagaimana cara menjinakkan bom??? ".Tanya Tania Pada Ardan setelah pria itu menurut untuk tidak bergerak.
" Aku tidak begitu paham karena itu bukan tugasku".Jawab Ardan jujur.
__ADS_1
"Hais... Tamatlah hidup kita kalau begini caranya".Sahut Tania mulai mikir, bagaiamana caranya mereka berdua bisa keluar dari ruangan ini tanpa membuat Bom itu meledak.
Terdengar suara langkah kaki dari arah luar ruangan. Dan suara tembakan saling bersahut sahutan dari arah luar tembok tersebut. Yang semakin lama semakin ramai saja.
"Di luar seperti terjadi perang saja".Lirih Ardan yang ikut mendengar suara yang nyaring dari arah tembok belakang gedung.
Tania hanya mengangkat bahunya acuh. Karena mereka juga tidak tahu apa yang terjadi di luaran sana. Tania hanya memikirkan bagaimana cara menjijikkan Bom di dalam ruangan ini saja.
" Apa kau sedang butuh bantuan ku Baby??? ".Suara wanita yang sangat Tania kenal membuat gadis itu langsung menoleh dan tersenyum lega. Tapi Ardan menatap dengan tatapan terkejutnya. Karena wanita itu tiba tiba saja ada di dalam ruangan ini. Ia turun dari atas plapon seperti seorang monyet saja.
" Sister kau memang yang terbaik ".Puji Tania begitu ia melihat wajah Anggun ada di hadapan nya saat ini.
" Setelah pesta ini selesai, kau harus mentraktir !!!. Sebagai ucapan terima kasih".Ucap Anggun yang mulai melancarkan kerjanya untuk membuat Bom itu jinak.
Dor...
Anggun begitu peka saat ada musuh yang hampir mendekat. Dan hanya sekali gerakan ia sudah mampu membunuh klan nya dengan mudah. Membuat Ardan seperti menonton film Hollywood menggunakan kaca mata 3D saja. Begitu nyata dan penuh aksi gila.
Benar saja hanya dengan hitungan detik. Anggun sudah berhasil menghentikan Bom waktu itu. "Finish baby".Serunya sambil tersenyum.
Prak
Brug...
__ADS_1
Tania mencabut pisau yang ada di pinggang Anggun. Untuk melemparkan pada salah satu klan nya yang ingin mengarahkan senjatanya pada mereka.
" God job girl".
"Kita imbang bukan??? ".Jawab Tania mengedipkan salah satu matanya.
Anggun pun terkekeh menanggapi nya. Dan Anggun juga kini menempar pistol pada Ardan. Setelah pria itu selesai melepaskan tali di tubuhnya.
" Gunakan itu untuk melindungi diri!!!. Dan jika ada kesempatan maka bunuh saja mereka tanpa ampun!!! ".Seru Anggun sebelum ia melangkah pergi.
" Come on men!!! ".Sambung Tania ketika Ardan sedikit bingung dan masih tak percaya dengan apa yang mereka alami saat ini.
Ardan pun melangkah mengikuti Anggun dan Tania. Membuat Tania tersenyum dan menoleh. " Anggap saja kau sedang bermain game men!!!. Jangan pernah ada rasa iba pada musuhmu!!!. Jika tidak ingin kau sendiri yang celaka!! ".Bisik Tania sebelum mereka keluar ruangan itu.
Dan baru setelah mereka melangkah sekitar sepuluh langkah.
Dorrr... Bummm...
" Sister ".Seru Tania membuat Anggun menoleh dengan senyum meledeknya.
" Aku hanya memberikan sedikit bunyi ledakan agar kelihatan lebih seru lagi".Jawab Anggun santai.
Tania hanya menggeleng kan kepalanya saja. Akan ulah Wanita beranak satu itu. Istri dari asisten kepercayaan kingnya.
__ADS_1