Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Kedatangan Anggota Keluarga Baru


__ADS_3

" Vian kau dimana???. Kenapa sudah sore begini kalian belum pulang juga? ". Mark menjauhkan ponselnya dari telinganya saat suara cempreng istrinya terdengar nyaring si telinganya.


" Sayang, aku dan anak anak sudah di jalan akan pulang. Tenanglah!". Jawab Mark jujur sebab mereka juga sedang dalam perjalanan pulang ke mension.


Setelah mengurus pemakaman dan juga mengantarkan jenazah ibunya Andes. Ke peristirahatan terakhirnya. Mark dan juga kedua putranya. Bahkan kini juga ada Andes yang akan ikut tinggal bersama mereka di mension.


Mark langsung memutuskan pulang. Karena hari juga sudah mulai petang. Apalagi tadi mereka pamitnya hanya pergi sebentar saja. Tapi, hal tak terduga malah membuat mereka harus menunda kepulangan nya.


Mark melirik ketiga bocah laki laki yang saat ini duduk di kursi penumpang mobilnya. Sedangkan Mark duduk di samping Jacob yang sedang fokus mengendari mobilnya.


"Baiklah kalau begitu hati hati sayang!!. I love you". Sahut Naura dari sambungan telpon nya.


" Love you more".


Mark kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya. Setelah istrinya menutup telpon nya. Lalu ia menoleh kearah belakang menatap satu persatu wajah tiga bocil yang saat ini sedang sibuk dengan urusan nya masing masing.


"Zello berhenti lah dulu memainkan gedgedmu itu! ". Mark menatap putra tertuanya.

__ADS_1


" Iya Dad". Zello pun langsung menurut dan meletakkan Gedget yang selalu ia bawa kemana mana itu di sisi tempatnya duduk.


Lalu kini tatapan Mark teralihkan pada Andes yang sejak tadi hanya diam. Tanpa ingin berucap satu kata pun. Setelah beranjak dari malam ibunya. Andes tetap bungkam, sepertinya anak itu menyimpan kesedihan sendiri. Ia memang tidak menangis ataupun berucap apapun. Tapi, Mark yakin anak itu hanya memendam kesedihannya di dalam hatinya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


"Mommy... " . Zein langsung berlari menghampiri Naura yang saat ini sedang menggendong baby Cici di depan teras mension mewah itu ditemani baby sitter dan juga pelayan.


Tapi tatapan Naura malah tertuju pada sosok anak laki laki yang saat ini berjalan beriringan dengan suami dan juga putranya Zello.


" Ah, kau ini. Mommy hanya melihat saja". Elak Naura kikuk karena di tegur oleh putranya.


"Sore Mom". Sapa Zello yang akan berlalu pergi setelah mencium punggung tangan Mommy nya.


" Hei, Zello Zein... Siapa yang bersama Daddy kalian itu??? ". Tanya Naura mulai penasaran saat melihat suaminya tertinggal di bawah teras dan nampak berbicara pada anak laki laki tersebut.


" Dia anak Daddy Mom". Jawab Zello santai dan langsung berlalu pergi untuk masuk kedalam rumah. Meninggalkan Mommy nya yang sekarang tampak melotot sempurna karena terkejut akan jawaban Zello.

__ADS_1


"Hahhaha... Jangan dengarkan Zello Mom!. Dia hanya bercanda saja!". Timpal Zein sambil terkekeh melihat ekspresi wajah Mommy nya.


Padahal Naura sudah sering di kerjain oleh putranya satu itu. Yang sedang bergurau tapi wajahnya tetap datar. Jadi, jika orang tidak tahu, maka apapun yang di katakan oleh Zello akan di anggap serius. Mommy nya saja masih sering ketipu apalagi orang lain.


"Mommy tahu sayang. Kakak mu itu memang keterlaluan sekali". Kesal Naura.


" Andes kenalkan dia istriku!!. Dan baby cantik yang ada di dalam gendongan nya itu adalah putriku. Mulai saat ini kau boleh memanggilnya Mommy!. Sama seperti Zello dan Zein juga". Ucap Mark tepat di hadapan istrinya.


Andes pun hanya menganggukkan kepalanya datar. Sambil mengambil tangan Naura memberi salam dan mencium punggung tangan itu sama hal nya. Dengan apa yang di lakukan oleh Zello dan Zein tadi.


Meskipun bingung dan sedikit ragu akhirnya Naura pun tetap tersenyum pada Andes.


"Zein, tolong ajak Andes masuk lebih dulu ya!!! ". Ucap Naura yang langsung menatap wajah suaminya penuh dengan tanda tanya besar.


Mark yang paham akan tatapan istrinya. Hanya tersenyum dan berucap". Sebaiknya aku jelaskan di kamar saja sayang".


TBC

__ADS_1


__ADS_2