
Markas Wild Tiger...
Derap langkah kaki lebar seorang pria mulai memasuki sebuah gedung yang tampak dari luar sangat mencekam. Jika dilihat dengan sepintas mata memandang layaknya sebuah bangunan yang tak berpenghuni. Namun, jangan sangka disetiap sudut ada banyak mata yang selalu siap siaga.
Bahkan di dalam bangunan yang hanya berbentuk seperti sebuah bangunan kosong yang telah lama tak disentuh manusia itu. Terdapat banyak ruangan khusus. Disana juga ada tempat hiburan para anggota yang selalu setia berjaga. Dan jangan lupakan tempat tempat senjata serta tempat penyiksaan.
"King... ".
Beberapa pria bertubuh besar langsung membungkuk hormat ketika mereka melihat pria yang selama ini menjadi panutan nya dan juga pria yang selama ini memberinya pekerjaan serta makanan gratis. Bahkan pria itu juga yang menjadikan hidup mereka menjadi di hargai dan diterima keberadaan nya.
Jangan lupakan juga jasa pria itu sangatlah besar bagi hidup mereka. Jadi, semua hal yang berhubungan dengan pria tersebut. Maka, akan menjadi urusan mereka juga. Meskipun mereka harus kehilangan nyawanya demi pria yang mereka panggil King itu.
Mereka tampak heran, kenapa Mark datang ke Markas siang siang begini. Bahkan jam masih menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Mark yang biasa datang bersama dengan sang asisten kini pun datang seorang diri.
"Ada apa king??? ". Seorang pria yang bertugas menjadi petanggung jawab markas ketika Reza tidak ada di tempat memberanikan diri untuk bertanya pada kingnya.
__ADS_1
" Siapkan ruangan introgasi!!! ". Bukannya menjawab Mark malah memberi perintah pada anggotanya.
" Ba.. baik king". Meskipun tampak bingung pria tersebut langsung melakukan tugasnya dengan baik.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Mobil yang di tumpangi Sherly dan Anggun saat ini telah tiba kembali dirumah sakit. Karena plastik sampah yang tadi mereka bawa telah di ambil alih oleh Jacob dan Reza. Semua itu atas perintah Mark tentunya.
Meskipun awalnya Sherly ingin mengantarkan tawanannya sendiri sampai ke Markas. Tapi, karena waktu begitu sempit. Sherly juga tidak mau membuat suaminya ikut khawatir. Saat mengetahui dirinya tidak ada di ruangan kerjanya.
" Miss S sepertinya itu mobil tuan Al". Seru Anggun yang melihat mobil mewah Al yang mulai memasuki rumah sakit dari arah yang berlawanan.
Sherly semakin tegang saat benar apa yang dikatakan Anggun. Jika itu benar benar mobil suaminya. "Anggun cepat kita lewat pintu belakang saja!!! ".
Anggun pun langsung menurut. Ia memutar mobilnya kembali. Hingga terparkir pas di pintu belakang rumah sakit. Dengan gerakan cepat Sherly pun langsung turun dari mobil Anggun.
__ADS_1
"Miss S hati hati!!. Ingat perut anda sedang buncit! ". Teriak Anggun dari dalam mobilnya. Yang hanya di acungi jempol saja oleh Sherly. Membuat Anggun hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Ia bahkan ngilu sendiri melihat Sherly bisa berjalan dengan sangat cekatan seperti itu dengan keadaan perut yang membuncit.
Dulu saja saat Anggun hamil Putranya. Bahkan Anggun sempat di rawat di rumah sakit. Lantaran ia tidak bisa makan dengan baik. Tubuhnya terasa lemah saat mengandung. Tapi, jika melihat Sherly Anggun malah tak habis pikir. Wanita itu begitu kuat dan tidak ada pantangan apapun.
Bahkan Sherly juga pernah ikut berkelahi dan menggunakan senjata api ketika ikut dalam misi penyelamatan suaminya.
"Anda memang luar biasa miss S". Puji Anggun yang langsung menjalankan kembali mobilnya pergi meninggalkan rumah sakit setelah memastikan Sherly sudah masuk kedalam sana dengan aman.
Sherly buru buru masuk kedalam ruangan kerjanya dan meletakkan tasnya kembali. Bahkan ia sudah melepaskan jaketnya. Yang ia simpan di dalam lemari kecil dibawah mejanya.
Saat ia mendaratkan bokongnya di kursi kerjanya. Bersamaan dengan itu pintu ruangannya terbuka dari luar.
Ceklek...
"Sayang...".
__ADS_1