Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Tak Si Sangka


__ADS_3

Sudah dua hari ini sejak keberangkatan Jacob dan Reza ke LA. Dan sudah dua hari ini juga Al dan Sherly tidak keluar rumah. Hal itu memang atas perintah Mark tentunya. Bahkan kediaman Sherly dan Mark dijaga ketat oleh orang orang yang berkopeten.


Bahkan, ketika Al menerima telpon dari Papanya. Jika istri Jery sudah melahirkan dirumah sakit karena bayinya lahir prematur. Mereka juga tidak bisa menemani sang kakak nya. Hal itu juga di maklumi oleh Rayen dan Lea. Meskipun Al dan Sherly sedikit memainkan kebohongan nya.


Begitu juga dengan Naura. Ia juga tidak mau mengambil resiko. Jika sampai keluarga besarnya ikut menjadi korban. Ketika mereka datang kerumah sakit dalam keadaan yang belum pasti aman di luar sana.


Saat Al sedang duduk bersama istrinya dan membaca email yang dikirimkan oleh Mark. Tiba tiba ponsel Al berdering. Membuat Al langsung menoleh kearah ponselnya. Yang ada di atas meja di samping sang istri.


"Siapa sayang??? ".


" Gak tahu bang. Nomornya tidak dikenal". Jawab Sherly sembari menyodorkan ponsel suaminya.

__ADS_1


Al pun menerima benda pipih canggih itu dari tangan istrinya. Lalu ia juga sempat mengerutkan dahinya bingung. Karena tidak ada nama si penelepon . Dengan sedikit ragu akhirnya memutuskan untuk mengangkat nya.


" Bang bisa kita bertemu sebentar?. Ada yang ingin aku sampaikan sama abang. Kalau abang mau temui aku di ujung jalan rumah abang!!!. Waktuku tidak lama bang".


Al langsung menegang di tempat saat ia tahu suara siapa di balik telpon tadi. Jelas saja, Al merasa terkejut. Karena mereka sudah lama bersama dan gabung dalam satu team kerja. Makan minum sama sama selama hampir empat tahun.


"Sayang, siapa??? ". Sherly pun dibuat bingung dengan perubahan wajah suaminya.


" Oh, mungkin hanya orang iseng saja yang. Habisnya langsung bilang mau nawarin alat kebersihan". Bohong Al seraya tersenyum . Berusaha untuk tidak memberitahu istrinya.


"Sayang, abang mau ambil air minum sebentar ya. Kamu tunggu disini saja!!! ". Al mulai bangkit dari tempat duduknya. Dan ikut memasukkan ponselnya kedalam saku celana pendek nya.

__ADS_1


" Tolong bawakan salad buah juga ya bang!!! ". Seru Sherly sambil tersenyum pada suaminya. Al hanya menganggukkan kepalanya saja. Seraya terus melangkah keluar kamar. Karena saat ini mereka sedang di dalam ruangan kerja Al yang letaknya tetap di dalam kamar tersebut. Tapi memang terdapat ruangan khusus di dalamnya.


Al kembali memainkan ponselnya saat ia sudah berada di luar kamar. Niatnya ingin menghubungi kembali nomor pria yang tadi menghubungi nya. Al juga ingin tahu apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh pria itu. Bahkan ia sampai menghilang tanpa jejak. Saat hukum akan menuntutnya.


Tak hanya itu saja team yang selama ini bersama Al pun ikut menghilang . Padahal Al sangat tahu mereka juga bukan tergolong keluarga mampu. Jadi, tidak mungkin jika mereka meninggalkan keluarga mereka demi sebuah uang.


Tapi sayangnya nomor itu sudah tidak aktif kembali. Dan tidak bisa dihubungi. Al memutuskan untuk pergi lewat pintu belakang. Karena kalau sampai ketahuan oleh anggota Mark. Maka, sudah jelas ia akan dilarang keluar rumah.


Dengan mengendap endap. Al akhirnya bisa lolos dari para anggota Mark. Yang berjaga ketat disetiap sudut rumah mewahnya. Keahlian Mark dalam segi meloloskan diri memang tidak bisa diragukan lagi. Sebab, itu adalah keahliannya karena ia memang dituntut menjadi seorang prajurit gesit dan cekatan.


Al menoleh ke kanan dan kekiri untuk mencari keberadaan orang yang selama ini dekat dengan nya. Tapi keadaan di sekitar sangatlah sepi tak ada satu orang pun. Karena memang tempat tinggal Al adalah sebuah komplek perumahan elit. Yang juga juga harus menunjukkan kartu Identitas untuk masuk kawasan tersebut. Jadi, tak sembarangan orang bisa masuk tanpa identitas yang jelas.

__ADS_1


Al menoleh saat bahunya di tepuk dari arah belakang. Keterkejutan Al semakin bertambah saat ia melihat dua pria yang selama ini adalah rekan nya. Setiap kali mereka ditugaskan.


"Rendy... Ardan". Lirih Al melotot sempurna. Saat dua pria itu membuka maskernya.


__ADS_2