
Setalah suaminya pergi meninggalkan rumah untuk menuju perusahaan. Sherly pun memutuska n untuk kembi masuk kedalam rumah. Karena Fatih juga sedang main bersama babysitter nya. Sherly hanya menghampiri sebentar. Sebelum ia masuk kedalam ruangan kerjanya.
Meskipun dalam keadaan hamil yang sudah masuk di bulan kelima. Sherly tetap saja energik, dan semangat. Kehamilan keduanya ini Sherly juga tidak terlalu banyak keluhan. Seperti ia hamil Fatih dulu. Apalagi setelah USG Sherly dan Al ternyata akan mendapatkan baby girl.
Dan setelah ini Sherly juga sudah bilang pada suaminya. Jika, mereka akan mempunyai anak cukup dua saja. Apalagi jarak Fatih dan baby girl juga hanya beberapa bulan saja. Dan Sherly juga tidak mau kehilangan moment pertumbuhan kedua anaknya nanti.
Sherly menatap layar laptopnya membaca email yang masuk. Dan mulai menatap serius pada layar laptopnya itu. Dahi Sherly mengkerut ketika ia melihat email yang dikirim oleh Zello sang keponakannya.
" Astaga anak itu. Selalu saja ada yang ia hasilkan". Guman Sherly menatap bangga akan hasil kerja otak genius Zello.
Zello berhasil menjual hasil otak geniusnya pada perusahaan yang benar benar membutuhkan kecanggihan teknologi tinggi untuk keamanan perusahaan mereka. Bahkan, perusahaan tersebut rela membayar mahal atas aplikasi yang di ciptakan oleh Zello. Hingga Zello bisa mendapatkan gaji dari sana. Hanya saja, Zello tidak sejumawa Zein.
__ADS_1
Si kembar mampu menghasilkan uang dengan jalan yang berbeda, bahkan di saat usia mereka juga masih sangat kecil. Namun, Zello menyembunyikan semua itu dari keluarga besarnya. Meskipun sang Daddy sebenarnya sudah mengetahui. Walaupun Zello tidak cerita apapun pada mereka.
Zello hanya berbagai cerita pada aunty nya yaitu Sherly. Karena mereka juga sangat dekat sejak Zello usianya masih kecil. Bahkan, Zello selalu rutin membagi penghasilan nya untuk Fatih katanya. Padahal nominalnya lumayan tinggi dan melebihi gaji Sherly sebagai seorang dokter.
" Akan seperti apa jika kau dewasa nanti Zello? ". Guman Sherly tersenyum sembari menggeleng kan kepala nya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Sedangkan di Amerika saat ini jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Semua orang baru saja selesai makan malam. Dengan hasil pancingan mereka siang tadi di danau.
" Sedang apa dia? ". Tanya Zello saat melihat Zein sibuk di depan cameranya dan ia pun sudah minta ruangan khusus tempatnya mengendors produk produk yang dikirim untuknya.
__ADS_1
" Apalagi kalau bukan promosi ". Jawab Andes mengulum senyum nya.
" Ck... Kenapa dia semakin lama semakin membuatku geli saja? ". Ledek Zello yang sama sekali aneh akan tingkah saudara kembarnya itu.
" Bagimu aneh Zello. Tapi, bagi Zein itu sangat menyenangkan". Andes tetap tersenyum teduh. ". Come on Zello. Hargailah hobby nya!. Dia berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Dan dia juga punya impian serta cita cita untuk ia raih! ".
Andes mulai menasehati Zello, Yang notabene nya sama sekali tidak pernah setuju. Jika ada keluarga nya yang di sorot publik. Andes juga paham maksud Zello. Karena, ia tidak mau dengan seliweran di media sosial serta media masa lainnya. Hal itu justru membahayakan diri mereka sendiri. Apalagi, kalau sampai identitas mereka terekspos oleh publik. Bisa bisa musuh Daddy nya akan semakin mudah mengincar mereka.
Hanya Zello yang berpikir jauh kedepan sana. Ya, meskipun Andes juga paham akan maksud Zello. Namun, jika masalah cita cita dan impian. Andes tidak bisa ikut campur. Karena setiap orang mempunyai skill dan hobby masing masing. Hal itu justru sebenarnya tidak bisa dipaksakan.
" Hemm.... Terserah kalian saja!. Jika itu menurut kalian baik. Aku hanya minta berhati hatilah!. Kadang musuh yang paling menakutkan itu, adalah orang terdekat kita sendiri ".
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu Zello langsung beranjak pergi. Dan masuk kedalam kamar nya. Seperti biasa, Andes sudah bisa menebak apa yang akan di lakukan oleh Zello di dalam sana. Bahkan hampir setiap hari Zello menatap layar laptopnya. Namun, anak itu juga tidak ada kendala dalam penglihatan nya. Malah semakin jelih dan peka saja akan sesuatu.
TBC