Di Balik Cadar Persitku

Di Balik Cadar Persitku
Di Sumpahin Zein


__ADS_3

Zello langsung masuk keruangan khusus belajar mereka. Karena sebentar lagi ia akan mengikuti ujian sama seperti kedua saudaranya. Sebelum ujian nya dimulai Zello masih sempat memainkan ponselnya dan kembali membaca chat seseorang di ponsel miliknya.


Satu bibir Zello terangkat membentuk senyum sinis. Dan ia pun kembali meletakkan benda pipih itu di samping meja belajarnya.


" Masih anak ingusan saja, sudah pandai mengucapkan kata cinta". Ledek Zello dengan nada ketusnya.


Ia tidak sadar atau bagaimana?. Jika dirinya juga saat ini masih anak ingusan. Mungkin, Zello merasa dirinya sudah dewasa dan matang dalam berpikir. Tanpa sadar diri jika usianya masih bisa di bilang anak anak.


Hanya kebetulan ia diberikan otak yang genius dan di luar kuasa anak seusia nya. Makanya, Zello mampu melakukan apapun tanpa harus menyentuh sasarannya dan tujuannya. Ia bermain otak dan skill. Karena Zello hanya akan bertindak menggunakan otot disaat yang memang benar benar di butuhkan dan situasinya berbeda.


Ketika Zello sudah akan mulai ujian, dan sudah siap menjawab semua soal soal ujiannya. Tiba tiba ponselnya berdering dan membuat Zello kesal. Lalu menolak panggilan masuk di ponselnya.


" Ck, seperti nya anak itu tidak menyerah juga". Batin Zello sinis.


Hingga ponselnya kembali berdering. Membuat Zello langsung mematikan ponselnya. Dan meletakkan nya di dalam laci meja belajarnya.


" Menjijikkan ". Cibir Zello muak.

__ADS_1


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Sedangkan di sekolah nya Zein dan Andes yang baru saja keluar dari kelasnya. Kini sedang duduk di salah satu kursi taman sambil memakan bekalnya.


" Biasanya orang yang sedang patah hati itu tidak akan berselera untuk makan? ". Andes menggoda Zein yang saat ini malah makan dengan sangat lahab.


" Siapa yang patah hati? ". Tanya Zein santai". Aku!! ". Tunjuknya pada dirinya sendiri.


" Tentu saja kau. Memangnya siapa lagi? ". Andes mulai memakan sandwich nya yang berisi sosis dan sayuran segar di tambah saus mayones itu.


" Aku yakin ketty akan menghubungi kembali Ndes. Jadi, untuk apa aku harus patah hati? ". Elaknya berusaha untuk tegar. Padahal sampai saat ini Zein masih tidak mengerti mengapa Ketty tiba tiba menjauhinya.


" Hei... Kenapa malah melamun?". Andes menyenggol bahu Zein.


" Apa aku beneran sedang jatuh Cinta Ndes? ". Tanya Zein dengan polosnya.


" What? ". Andes melotot tak percaya. ". Kau sedang bertanya tentang perasaan mu pada ku Zein? ". Andes menggelengkan kepalanya heran.

__ADS_1


Bagaimana bisa seorang Zein malah bertanya pada orang lain tentang apa yang ia rasakan saat ini?. Sungguh kadang sikap dan sifat si kembar benar benar menguras tenaga dan pikiran Andes. Beruntung dia sudah sangat terbiasa akan ulah keduanya. Jadi, Andes tidak perlu lagi untuk menyiapkan jantung nya.


" Wajar saja Zello selalu saja muak denganmu". Ledek Andes menggelengkan kepalanya.


" Come on Ndes!. Aku hanya minta pendapatmu saja! ". Zein tampak sedikit memohon.


" Pendapat tentang apa?. Tentang perasaan mu pada Ketty? ". Ketus Andes tak habis pikir.


Zein hanya diam sembari mengunyah sandwich nya juga. Karena para anak anak Naura dan Mark tidak dibiasakan jajan di luar. Jadi, meskipun di sekolah mereka ada kantin khusus untuk anak anak. Tapi, Zein dan Andes belum pernah mencoba makan disana.


Mungkin karena Mark terlalu sensitif dan juga tidak ingin kecolongan akan keselamatan anak anaknya. Hingga sampai identitas mereka pun di sembunyikan.


" Aku yakin bisa mengambil kembali hati Ketty. Dan kau seharusnya bantu aku untuk mendapatkan perhatian nya kembali Ndes! ". Seru Zein tiba tiba.


" Kalian urus saja sendiri!. Kenapa aku yang harus ikutan repot akan perasaan cinta monyet kalian itu? ". Tegas Andes tak mau ikut pening akan yang namanya perasaan.


" Ah, kau itu sangat payah sekali ndes. Aku sumpahin nanti kau juga ikut merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Mungkin dengan cici". Celetuk Zein dengan sangat kesalnya.

__ADS_1


" What??? ". Andes kembali melotot tajam pada Zein, tapi yang di pelototin hanya mengangkat bahunya cuek.


__ADS_2