
Al terus saja mengupat seraya menyetir mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata. Karena para musuh istrinya masih saja terus mengejarnya sampai mereka kini sudah masuk kearah jalan tol.
"Haisss... Sial... ".Mereka itu datangnya darimana sih? ".Seru Al sambil melirik kearah spion mobilnya. Dimana dibelakang sana sudah ada tiga mobil yang terus mengejarnya.
" Mana aku tahu. Mereka muncul tiba tiba".Sahut Sherly yang ikut melirih kearah spion belakang. Menatap tiga mobil yang tak kalah ngebutnya dari Al.
"Kenapa kau tidak berusaha menghalangi mereka?. Gunakan pistolmu untuk menembak ban mobil mereka satu persatu!! ".Al semakin panik saat satu mobil hampir saja mendahului nya. Dan mereka juga menembak kearah mobilnya.
" Ini bahaya, banyak pengendara lain yang akan ikut panik jika aku gunakan senjataku disini".Jawab Sherly bingung. Al pun menatap jalanan yang memang banyak truk sedang mengangkut barang, belum lagi kendaraan lainnya.
"Tapi mereka sudah menggunakan senjata nya. Apa yang harus kita lakukan baby??? ".
Al pun bingung karena Sherly biasanya tidak memandang lingkungan sekitarnya untuk melawan dan menghabisi musuhnya. Tapi kali ini kenapa Sherly nampak santai dan banyak menggunakan perasaannya.
" Terus kita akan kemana lagi ini??? ".Tanya Al saat mereka sudah berada di tengah tengah kendaraan lainnya. Membuat Al sedikit mengatur nafasnya karena mobil yang mengejarnya nampak enggan untuk memainkan senjata mereka.
" Kita tukar posisi!. Biar aku yang bawa mobilnya! ".Ucap Sherly menatap wajah suaminya.
Bahkan saat ini Sherly sudah melepaskan cadarnya. Ia hanya memakai jilbab syari nya saja yang ia ikatkan sedikit kesamping. Yang ia padukan dengan setelan jaket kulit dan juga Jean sedikit longgar. Membuat penampilan Sherly nampak stylish sekali malam ini.
__ADS_1
"Bagaimana caranya baby???. Mereka bisa mendapatkan kita, jika kita berhenti hanya untuk tukar posisi".Al menggeleng kan kepalanya, menolak untuk menjalankan ide istrinya itu.
Karena saat ini mereka sudah berada di jalan menuju ke puncak bogor. Al tidak mau mengambil resiko dan membuat meraka berdua celaka. Dan apalagi melihat istrinya terluka. Al bahkan sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk menjaga dan melindungi istrinya sampai detik darah penghabisan nya. Apapun akan Al lakukan untuk keselamatan sang istri.
Dan Al juga rela mengorbankan nyawanya sendiri, jika suatu hari nanti bahaya mengancamnya. Al tahu pekerjaan istrinya ini sangat berbahaya. Apalagi ia sudah melihat langsung bagaimana sadis nya para musuhnya. Karena ia sudah pernah bertarung bersama sang istrinya waktu itu.
"Geser!!! ".Sherly pun mulai beraksi gila. Membuat Al melongo saat dengan santainya Sherly malah melangkah duduk di depan nya.
" Hei... Kalau begini, aku tidak bisa melihat jalanan di depan".Protes Al mulai tak nyaman. Karena Sherly duduk di kedua paha nya.
"Makanya geser suamiku tersayang!!!. Sana pindah tempat duduk!!!. Biar aku saja yang nyetir mobilnya".Seru Sherly tanpa menatap wajah suaminya karena ia sudah fokus pada jalan di depan sana.
"Ayo sana geser!!!".Sherly berucap sambil menggoyangkan pinggulnya karena Al masih saja tak bergerak.Tetap duduk dengan kedua kaki sedikit melebar. Sebab, ditengah tengahnya ada bokong Sherly yang mendarat sempurna di antara kedua paha nya itu.
" Sherly.... Kau mulai membangunnya lagi".Lirih Al dengan suara seraknya. Menahan sesuatu di bawah sana. Yang sejak tadi selalu saja dibuat bangun tapi tak dituntaskan. Ia bahkan belum mulai menatap sarung timun nya itu.
"Makanya otaknya jangan mesum melulu!!!. Kita belum aman! ".Jawab Sherly dengan santainya.
Bukannya geser dan berpindah tempat duduk. Al malah menggeser dsn mendorong jok kursinya. Agar ia bisa leluasa bergerak. Sedangkan Sherly yabg sudah terlanjur duduk di antara kedua paha suaminya, juga terlihat enggan untuk pindah ke posisi semula.
__ADS_1
Sherly memutuskan fokus pada setir mobilnya dan jalanan di depan sana. Sedangkan Al menoleh kebelakang dan tidak melihat lagi mobil yang tadi mengejarnya. Membuat Al sedikit bingung dan heran.
"Apa mark sudah menemukan mereka semua?? ".Tanya Al lirih.
" Kenapa??? ".
" Mereka sudah tidak ada lagi dibelakang ".Jawab Al jujur.
" Kurasa begitu".Sahut Sherly sambil mengulum senyumnya yang sulit di artikan.
Melihat kondisi yang mulai aman dan stabil. Tentu saja Al tidak mau menyia nyiakan kesempatan. Ia mulai menjalarkan tangannya. Untuk menggerayangi tubuh istrinya.
"Hentikan Al!. Aku sedang menyetir".Sentak Sherly merasa tidak fokus saat Al mulai memainkan bukit sintalnya.
" Ternyata kondisi begini tidak terlalu buruk juga".Seru Al sambil mengulum senyum liciknya.
"Hei, apa yang kau lakukan??? ".Sherly tak bisa diam saat Al malah mulai menurunkan resleting Jean nya. Ia juga tidak bisa berhenti begitu saja karena saat ini mereka sedang di res area.
Tapi sepertinya suaminya itu tetap melancarkan aksinya. Tanpa mendengarkan teriakan istrinya. Ia malah kini sudah menarik pelan pelan jeans yang Sherly pakai. Meskipun Sherly sebisa mungkin untuk menahan pinggulnya agar tidak bisa digerakkan. Tapi tenaganya masih kalah jauh dengan tenaga Al.
__ADS_1
"Shiiitt... " Upat Sherly merutuki kebodohannya tadi. Yang membuat suaminya malah memiliki ide gila seperti ini.